Ramadhan adalah Berbagi

Ramadhan adalah Berbagi

0

 

Marhaban ya Ramadhan…

Seuntai kalimat itu yang aku ucap tatkala usai melaksanakan shalat tarawih pertama di Ramadhan kali ini. Ada perasaan berkecamuk dalam hati. Perasaan ingin menangis karena berjuta syukur atas panjangnya umur yang telah Allah SWT berikan, sehingga aku bisa menyambut kembali Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.

Setelah tuntas menentramkan hati kehadirat Ilahi, aku pun bergegas keluar dari kamar. Ada sebuah janji yang ingin kutunaikan, yakni membantu Ibu menyiapkan segala bahan makanan untuk dimasak esok hari.

Hey, puasa saja belum tapi sudah berencana masak untuk berbuka!

Benar ini untuk berbuka, tetapi untuk berbukanya para hamba Allah. Begitulah ibuku. Setiap Ramadhan datang, ia selalu menyempatkan diri untuk sejenak sibuk di dapur. Memasak, menyiapkan, lalu membagikan semua makanan yang ia kerjakan tanpa keluh itu kepada siapa pun di hari itu. Tanpa terkecuali. Entah mereka puasa atau tidak. Entah mereka muslim atau bukan. Entah mereka butuh atau tidak. Ibuku tetap memberikan sebungkus nasi itu kepada siapa pun yang ia temui di jalanan, ketika sore adzan maghrib menjelang. Karena bagi ibuku, Ramadhan adalah berbagi. Tanpa terkecuali.

Aku pernah bertanya pada Ibu, mengapa ia harus serepot ini? Bukankah akan jauh lebih baik dan menghemat energi bila ia hanya melakukan sholat wajib atau pun sunnah, kemudian mengaji melafalkan indahnya kalimat-kalimat Al Quran ketika ia sedang berpuasa di siang hari yang terik?

Dengan senyumnya yang teduh, di wajah yang tak lagi muda itu ia berkata, bahwa dia tak ingin menyia-nyiakan nikmat umur yang telah diberikan oleh Allah SWT sehingga bisa bertemu Ramadhan hanya untuk melakukan ibadah ala kadarnya. Banyak hal yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah dengan sedekah atau bahasa lembutnya berbagi.

“Ibu hanya ingin meneladani sikap Nabi Muhammad SAW, Nak,” katanya sambil mengaduk nasi yang setengah matang. “Nabi Muhammad SAW memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan, karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya.”

Ya, ibuku benar. Aku pun pernah diajarkan oleh guruku semasa sekolah tentang teladan Rasulullah tersebut.

Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut,

1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,  “Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.”
(HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

2. Bersedekah di bulan Ramadhan akan lebih dimudahkan oleh Allah SWT, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah SAW,  “Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Dan bukankah kita memang lebih sering dan lebih banyak melihat jutaan kebaikan ketika Ramadhan?
Subhanallah… Maha suci Allah.

3. Mendapatkan tambahan pahala dari orang yang berpuasa, karena sedekah kita berupa makanan untuk mereka berbuka. Pahala puasa sudah teramat banyak apabila kita lakukan dengan niat dan bersungguh-sungguh, lalu ditambah pula dengan pahala hasil sedekah kita karena telah berbagi nikmat dengan orang lain yang berpuasa. Rasulullah bersabda,
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.”
(HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain. Sungguh luar biasa bukan?
Subhanallah… Maha suci Allah.

Satu hal lagi yang tak kalah dahsyat, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan. Oleh karena itu, marilah kita jadikan Ramadhan ini lebih berarti. Marilah kita jadikan Ramadhan ini ladang menuai ribuan pahala seperti sabda Rasulullah SAW, sekali pun dosa-dosa kita tak terhitung bagai pasir di pantai, tetapi Allah SWT maha pengampun. Allah SWT maha segalanya.

Jadi, sudahkah Anda berbagi hari ini?

 

Share.

About Author

Pengagum Meg Cabot, JK. Rowling, Dan Brown, dan J.R.R. Tolkien. Benci makanan manis tetapi fans setia makanan pedas membakar lidah. Gampang bosan dan tidak suka menunggu. Maniak game gratisan dan apapun yang berwarna merah atau biru layaknya warna kebanggaan tim sepakbola (yang pernah jadi) favoritnya, FC Barcelona. Kalau sudah memasang earphone dan iphone-nya pun sudah terhubung pada itunes atau spotify, menyerahlah, dia takkan bisa mendengar sepatah kata pun yang keluar dari mulutmu. Paling tidak suka kelaparan karena bawaannya lemes tapi justru pengen marah-marah. Rajin banget traveling di masa mudanya (baca : sebelum punya bocah), hampir semua jengkal Indonesia sudah pernah dijamahnya. Istri dari satu orang suami yang sangat memimpikan menjadi warga negara Jepang dan ibu dua anak lelaki bernama Kai dan Ryu.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage