Selamat Ulang Tahun

Selamat Ulang Tahun

0

Minggu, 16 Juli 2017

“Selamat Ulang Tahun…”

Itulah ucapan yang kuterima dari beberapa orang hari ini. Minggu, 16 Juli 2017. Ada yang mengutarakannya secara langsung, ada yang menuliskannya di wall Facebook, di WhatsApp, bahkan ada pula yang mengirimkannya via SMS. Terus terang, aku merasa tertarik dengan perbedaan yang mereka miliki dalam menyampaikan sebuah kalimat “Selamat ulang tahun…” kepadaku hari ini. Selain menunjukkan keorisinalitasan, perbedaan mereka dalam mengemas ungkapan “Selamat ulang tahun” ke dalam bentuk yang berbeda juga menunjukkan bagaimana mereka memandang ungkapan itu sendiri. Berikut kebinekaan bentuk ungkapan “Selamat ulang tahun” yang kuterima di hari ini.

“Selamat ulang tahun ya, Nak. Maaf Ibu tidak bisa memberikan apa-apa. Semoga kamu nanti jadi anak yang berhasil ya. Tuhan selalu menyertaimu, Nak.”

“Selamat ulang tahun ayub. Panjang umur, sehat selalu. Kiranya apa yang menjadi cita-citamu diberkati Tuhan. Sekarang sudah kepala 2. Wish you all the best.”

“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Selamat Ulang Tahun 20Th – Ayub Wahyu Setiawan.”

“Happy birthday Ayub Wahyu Setiawan. Tuhan selalu menyertaimu. Jadilah yang terbaik. WUATB. FIWLY&INELYG.”

“Selamat ulang tahun mas Ayub. Wyatb. Gbu.”

“Selamat ulang tahun mas.”

“Selamat ulang tahun ayub.”

“HBD ayub W.S.”

“HBD ayub”

“HBD Ayub Wahyu Setiawan.”

“HBD kawan…”

“HBD ayubbb unchh…”

“HBD ayubbb.”

“Selamat ulang tahun Ayub.”

“Selamat ulang tahun yubbb.”

“Selamat ulang tahun yub, 2 setengah windu.”

“Ayub Stark ulang tahun ini.”

“Dik, happy birthday ya… Panjang umur, sehat selalu, semoga dilancarkan segala urusannya.”

Sudah barang tentu ucapan-ucapan mereka menjadi sukacita tersendiri bagiku. Karena di tengah-tengah dinginnya dunia ini, rupanya masih ada orang-orang yang mau menyediakan sebagian waktunya untuk memberi ucapan “Selamat uang tahun” di hari ulang tahunku yang kedua puluh. Meski hanya beberapa orang, namun itu sudah cukup untuk membuatku merasakan sukacita hari ini. Terima kasih semuanya atas ucapan kalian.

***

Ulang tahun merupakan sebuah momen yang dinilai sangat istimewa bagi banyak orang. Sehingga kehadirannyapun selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya. Bahkan saking istimewanya, banyak orang rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk merayakan hari ulang tahun dengan mengadakan pesta besar di tempat mewah. Atau juga membeli sesuatu yang memiliki harga selangit untuk dijadikan hadiah, makan di restoran ternama, berlibur ke tempat-tempat rekreasi bergengsi dan lain sebagainya. Mereka rela melakukan semuanya itu demi mencapai kemeriahan dari momen yang tengah dirayakan itu. Momen ulang tahun.

Kemeriahan sebuah acara perayaan atau pesta kini menjadi standar dari makna atau kepentingan yang dimiliki momen yang tengah dirayakan itu sendiri. Semakin meriah sebuah perayaan, berarti momen itu juga dianggap semakin berarti dan penting oleh orang-orang yang merayakannya. Sebaliknya, jika perayaannya biasa-biasa saja, atau justru tidak ada acara perayaan sama sekali untuk memperingati momen tersebut maka momen itu dinilai sebagai momen yang tidak begitu penting dan berarti. Dengan budaya seperti ini, banyak orang menjadi cenderung lebih memberikan fokus kepada kemeriahan, hadiah, dan materi yang ada daripada melakukan penghayatan makna dari momen ulang tahun itu sendiri.

Dalam artikelku yang berjudul “Besok?”, kita semua diajak untuk bersama-sama menghayati kehidupan (kesempatan) yang kita miliki. Kesempatan hidup di dunia ini. Kita tidak tahu sampai kapan kita akan tetap memiliki kesempatan itu. Jika kita bisa melihat ke seluruh dunia, maka kita akan melihat dalam satu hari selalu ada sejumlah manusia yang meninggal karena memang telah berakhir kesempatan mereka untuk hidup di dunia ini. Dan tidak semua dari mereka yang meninggal itu adalah orang-orang yang sudah tua atau sedang mengalami sakit yang parah. Artinya usia muda serta kesehatan kita sama sekali bukanlah jaminan bahwa kesempatan hidup kita di dunia ini masih akan berlangsung panjang sekian tahun lagi. Tidak ada yang tahu soal itu kecuali Tuhan sendiri.

Ulang tahun adalah keberhasilan kita melangkahkan kaki di usia kita yang lebih dewasa. Keberhasilan kita berada di usia yang baru ini bukanlah semata-mata karena kita memang masih muda, bukan semata karena kita memang pandai menjaga kesehatan kita sehingga kita tidak sakit, bukan juga karena suatu keberuntungan seperti kita memainkan sebuah dadu. Ini semua merupakan wujud nyata dari penyertaan, kasih sayang dan pemeliharaan Tuhan yang begitu sempurna bagi kita para umatNya. Wujud nyata dari kemurahan Tuhan yang masih berkenan memberikan kesempatan lagi bagi kita untuk hidup di usia kita yang baru ini. Maka dari itu, mari kita melakukan penghayatan akan setiap pertambahan usia kita di setiap tahunnya. Karena setiap tahunnya kita mendapatkan kesempatan-kesempatan baru untuk dapat melakukan hal-hal baik dihadapan Tuhan dan juga orang-orang yang berada di sekitar kita. Mari kita berintropeksi diri. Selama ini sudahkah kita memaksimalkan kehidupan yang kita miliki ini dengan baik, atau justru kita kerap bermain-main dengan kehidupan ini? Kita hendaknya senantiasa teringat, bahwa semuanya itu akan kita pertanggung jawabkan kelak.

Baca juga: Besok?

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage