Stop, Jangan Pernah Merasa Miskin!

Stop, Jangan Pernah Merasa Miskin!

0

Semakin bersyukur, semakin bertambah pula nikmat yang Engkau berikan.

Setiap orang yang ada di muka bumi ini, sudah ditakdirkan untuk sukses. Kenapa? Sebab manusia dihasilkan dari sel sperma dan sel telur pilihan. Dua pasang sel terbaik inilah yang terpilih hingga menjadi benih, janin, dan kemudian mampu mengirup udara bebas di alam nyata. Bukankah sudah diketahui bahwa saat proses pembuahan, begitu banyak sel sperma yang ‘tewas’ di tengah jalan, hingga akhirnya mengibarkan bendera putih. Jumlah yang terhenti di tengah jalan bukan satu atau dua, tapi jutaan sel. Karena itu, pembaca semua adalah orang-orang pilihan dan berhak untuk sukses.

Sebagai manusia yang ‘sukses’ terlahir di muka bumi, tentu sangatlah tidak elok jika masih merasa tidak berguna dan tidak berharga. Bahkan ada yang tegas mengatakan, merasa miskin itu dosa. Masa sih merasa miskin itu dosa? Kalau begitu kasihan dong mereka yang miskin. Sudah miskin saat hidup, berdosa pula.

Masih tidak yakin jika Anda kaya dan sukses. Coba hitung semua bagian tubuh Anda, paling kecil sekalipun. Beranikah menjual sebelah telinga Anda dengan harga fantastis, hingga miliaran rupiah? Ini baru satu bagian tubuh. Bagaimana jika lebih satu bagian tubuh yang dijual? Sekarang apa sudah percaya jika Anda kaya?

Setelah menjawab semua pertanyaan di atas, pembaca tentu sudah bisa mengambil hikmah dan bisa memberi pemaknaan lebih positif terhadap kehidupan di masa mendatang. Jika memang terlahir sukses, kenapa masih banyak yang hidupnya belum beruntung?

Inilah masalahnya. umumnya yang menciptakan kemiskinan adalah diri sendiri. Hal ini bisa disebabkan ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena pola kemiskinan itu sudah dibentuk di dalam pikiran bawah sadar. Jika di masa lalu ada yang menanamkan kepercayaan dan keyakinan bahwa seseorang akan miskin tujuh turunan, bisa jadi hal itu yang kemudian tertanam di pikiran bawah sadar.

Ada pula yang beranggapan kekayaan adalah sumber bencana dan malapetaka, sehingga akhirnya pikiran bawah sadar melakukan sabotase, jangan sampai kekayaan menghampiri individu ini.

Sahabat, tidak ada satu pun ayat di Alquran yang memerintahkan umatnya untuk hidup miskin. Yang ada adalah hidup sederhana atau merasa cukup. Tengok saja panggilan azan untuk umat muslim. Setelah berisi ajakan untuk melakukan salat, selalu diikuti dengan ajakan meraih kemenangan, kebahagiaan, atau kesuksesan.

Begitu pula ayat-ayat di dalam Alquran, setiap kali ada kalimat yang berbunyi ajakan “dirikanlah salat” selalu diikuti dengan ajakan “tunaikan zakat”. Artinya apa? Menunaikan zakat adalah mereka yang mampu atau berkecukupan. Sudah pasti diupayakan agar tidak miskin, bukan?

Apa yang saya tuliskan ini, boleh jadi menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Namun yakinlah, mereka yang merasa miskin, sejatinya memang tidak bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Sang Maha Pencipta. Bukankah Allah hanya menambah rezeki bagi mereka yang bersyukur? Lantas kenapa tidak mau bersyukur? Karena tidak mau bersyukur, wajar kalau yang diberikan ya sebesar itu saja nilainya.

Seandainya Anda seorang pengusaha yang kemudian memberikan modal kepada mitra bisnis sebesar Rp 1 miliar, namun tidak mendapatkan hasil apa-apa, bagaimana rasanya? Jelas saja Anda akan kecewa.

Tuhan pun seolah-olah sudah memberikan modal yang sangat besar. Karena itu, sudah sepatutnya memanfaatkan dan mengelola modal ini dengan baik dan maksimal. Sang Maha Agung tidak akan pernah meminta imbalan plus bunga mencekik seperti kredit di bank. Itulah mengapa, sebaiknya jangan pernah merasa miskin.

Bahkan pernah ada artikel, “Wajib Kaya, Haram Miskin”. Terdengar sangat ekstrem. Namun artikel itu memang mengacu pada beberapa bukti bahwa Nabi Muhammad SAW menjadi pedagang sejak usia 12 tahun dan menjadi pengusaha selama 25 tahun. Beliau berdagang ke Luar Negeri setidaknya 18 kali, menjangkau Syiria, Yaman, Bashra, Iraq, Yordania dan Bahrain. Nabi menyerahkan puluhan unta muda untuk mas kawin beliau.

Beliau juga memiliki banyak unta perah dan 20 untanya pernah dirampas Uyainah bin Hishn. Beliau memiliki unta pilihan dan keledai pilihan untuk memudahkan perjalanan dan perjuangan. Hanya saja gaya hidup Beliau sangat-sangat sederhana, makanya hanya memakai pakaian, alas tidur dan makanan ala kadarnya.

Fakta lain, Sahabat Umar bin Khattab mewariskan 70.000 properti senilai triliunan rupiah. Ustman bin Affan mewariskan properti sepanjang Aris dan Khaibar senilai triliunan rupiah. Abu Bakar menyedekahkan seluruh harta kekayaannya juga bernilai triliunan rupiah. Banyak pula sahabat Nabi lainnya yang kaya. Istri kesayangan Nabi, Khadijah juga jauh lebih kaya daripada Rasulullah.

Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang. Mereka adalah orang-orang kaya. Pendiri NU Hasyim Asy’ari dan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan adalah saudagar. Serikat Dagang Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini adalah sekumpulan orang-orang kaya.

Itu artinya, jika ada yang membiarkan dirinya terus-terusan miskin berarti telah mengkhianati para teladannya, termasuk mengkhianati Rasulullah SAW. Lho kok gitu? Ya iyalah. Coba lihat pesan Nabi Muhammad SAW dan Umar bin Khatthab berikut ini:

Suatu waktu Umar bertanya kepada seseorang yang sudah lanjut usia ”apa menghalangimu mengelola dan menanami tanah pekaranganmu ini?“, maka dijawablah, ”aku ini sudah tua renta, mungkin besok aku sudah wafat.“ Lantas Umar menanggapinya agar orang tua itu segera menanami tanahnya dan Umar pun sempatkan membantu menanami tanah itu.

Soal kerja, Umar sering menasehati, ”Cukupilah dirimu niscaya Agamamu akan lebih terpelihara, dan kamu akan lebih mulia.“ Umar bukan hanya menasehati, bahkan setiap usai salat shubuh umar langsung bergegas menuju kebunnya di Juruf, ia berusaha memenuhi kebutuhan dirinya.

Terkait dengan ini Nabi Muhammad juga berwasiat, ”di antara dosa-dosa, ada dosa yang dapat terhapus dengan puasa dan salat, ia hanya bisa dihapus dengan susah payah mencari nafkah.“

Wasiat beliau lainnya, ”Allah menyukai hambanya yang berkarya dan terampil, sesiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan pejuang di jalan Allah.” Ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kerja ternyata merupakan salah satu bentuk ibadah tertinggi.

Umar juga mengajak para pekerja/karyawan untuk memiliki pendapatan tambahan, kurang lebih nasehatnya begini:”jika keluar gaji, maka sebagian belikan kambing, demikian juga gaji selanjutnya.“ Intinya Umar mengajak para karyawan memiliki asset/investasi produktif yang bisa mencetak uang terus-menerus. Umar juga mengajak orang-orang berdagang dengan nasehatnya, ”berdagang itu merupakan sepertiga harta.”

Tuhan Maha Kaya Raya dan selalu memberikan kekayaan dan kecukupan kepada umatnya. Sekali lagi, tak ada satu pun ayat yang meminta umatnya supaya miskin. Bukankah dianjurkan banyak zakat dan sedekah, dan itu artinya lebih mudah dilakukan mereka yang hidupnya selalu merasa cukup. Begitu pula perintah haji dan umrah, adalah untuk mereka yang mampu. Termasuk anjuran menuntut ilmu, menafkahi keluarga, menyantuni mereka yang kurang beruntung, semua bisa dilakukan yang mampu.

Cukup sudah bersantai ria dengan kemiskinan. Rasulullah sering mengingatkan, ”kefakiran dekat sekali dengan kekafiran.“

Miskin berbeda dengan merasa cukup. Orang yang merasa cukup, tentu energinya semakin positif karena dilandasi rasa syukur. Sementara miskin, dilandasi perasaan kurang. Itulah mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan, ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Itu pula yang ditegaskan Sang Maha Kuasa bahwa barang siapa yang bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah. Bukankah lebih baik membangun rasa keberlimpahan dan kecukupan di dalam hati dan pikiran, sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur. (*)

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage