Dodik Miliki Atribut HTI: Ismail Yusanto Terkesan Cuci Tangan, Bagaimana dengan Gema Pembebsan?

Dodik Miliki Atribut HTI: Ismail Yusanto Terkesan Cuci Tangan, Bagaimana dengan Gema Pembebsan?

39

Kabar mengejutkan datang dari kasus pennghinaan terhadap Ibu Negera, dimana pihak kepolisian menemukan bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kediaman Dodik Ikhwanto, pelaku penghinaan terhadap Ibu Negara Iriana Widodo, di Palembang. Polisi akan menelusuri kaitan Dodik dengan HTI.

Kain bendera HTI tersebut berwarna hitam dan putih. Terdapat tulisan Arab dalam kain tersebut. Barang bukti tersebut ditemukan di kediaman Dodik di Palembang. Polisi akan mengecek keterkaitan pelaku penghina Ibu Negara Iriana Jokowi, Dodik Ikhwanto, dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Nah, berhubung nama-nama HTI terbawa maka Jubir HTI Ismail Yusanto membantah bila Dodik dikaitkan dengan organisasinya.

“Kader kita itu tahu cara mengkritik orang, kalau yang dilakukan ini (Dodik) itu bukan mengkritik, tapi menistakan, menyebut Ibu Negara seperti itu, itu kan penistaan luar biasa, nggak pernah kita ajarkan kader seperti itu,” kata Ismail saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (13/9/2017).

Anehnya, Ismail Yusanto masih saja melakukan pembenaran setelah Polisi menemukan bendera dan gantungan kunci yang diyakini berlambang HTI di rumah pelaku yang ada di Palembang.Bahkan kali ini ia terkesan  cuci tangan.

Menurut Ismail, yang ditemukan polisi bukanlah bendera ataupun atribut HTI. Namun kita tahulah seperti apa bentuk lambang yang lekat dan selalu di klaim sebagai panji Rasullah oleh HTI (walaupun berbeda bentuk dengan ISIS).

“Itu bendera tauhid dan itu sudah bolak-balik dijelaskan, pemerintah pun saya kira sudah mengoreksinya kalau itu bukan bendera HTI. Tidak pernah ada bendera HTI yang dimiliki oleh siapa namanya itu,” ungkap Ismail.

Ismail Yusanto tampaknya panik sebab ditengah-tengah perjuangan ia di Mahkamah Konstitusi kini bertambah lagi angin kencang dari luar persoalan pembubaran ormas HTI yang juga akan berefek pada opini sebenarnya apa itu HTI.

Ismail yang panik mulai bernyanyi disetiap nadanya ia menegaskan bahwa tidak ada anggota HTI yang terdaftar atas nama Dodik Ikhwanto (DI) di Palembang. Lucunya, kepanikan Ismail Yusanto ini terlihat dari tanggapannya yang menyarankan agar pihak kepolisian harusnya tidak perlu menyita bendera HTI ataupun gantungan kunci Dodik IKhwannto sebagai barang bukti karena tidak ada hubungannya dengan tindakan pidana Dodik Ikhwanto.

Diketahui sebelumnya, akun Instagram @warga_biasa membuat postingan yang memuat gambar penghinaan terhadap Iriana Jokowi. Akun tersebut mengunggah foto Iriana yang memakai jilbab putih, namun memberi caption kata-kata yang menghina.

Walaupun Ismail Yusanto telah membantah, namun perlu untuk pihak kepolisian menggali peran Dodik Ikhwanto, diketahui juga Dodik ternyata baru berusia 20 tahun dan masih berstatus sebagai alumni salah satu perguruan tinggi negeri, olehnya itu perlu pendalaman sebab HTI juga punya sayap di kampus.

Jika benar  Dodik adalah salah alumni perguruan tinggi negeri, maka patut di duga dengan ditemukannya atribut yang lekat dengan HTI tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa organiasasi Gema Pembebasan di kampus-kampus masih  aktif dalam gerakannya.

Patut kita sadari bersama jika di Nahdatul Ulama mempunyai badan otonom yang namanya Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Muhamaddiyah ada yang namanya Ikatan Mahasiswa Muhamddiyah. Nah,  di Hizbut Tahrir Indonesia ada yang namanya Gema Pembebasan.

Gema Pembebasan   juga merupakan organisasi sayap dari Hizbut Tahrir Indonesia, itu bukan rahasia lagi. Gema Pembebasan selalu saja saja terlibat perang wacana dengan anak-anak PMII yang tentunya memperjuangkan apa yang diperjuangkan Nahdatul Ulama.

Organisasi Gema Pembebasan, sebelum dibubarkan sangat   aktif merekrut pemuda dan mahasiswa muslim untuk bergabung dan bergerak didalamnya. Organisasi ini tidak menyukai paham demokrasi yang dianut di Negara Indoneisa karena dianggap sebagai produk liberalis dan kapitalis, dan itu bukan tuduhan semata. Sebab beberapa kali saya melihat sendiri bagaimana teggangnya mading-mading kampus yang penuh dengan wacana Khilafah vs NKRI harga matai.

Lucunya pemerintah dan pihak kampus nampaknya tidak ambil pusing dengan posisi Gema Pembebasan.  Bahkan situs Gema Pembebasan masih aktif (http://www.gemapembebasan.or.id/), jika anda membuka situs tersebut maka yang anda temui adalah wacana pembelaan HTI dengan menuding pemeritah sebagai rezim anti Islam. Selain itu, masih sempat-sempatnya mereka menggiring opini sesama mereka dengan berbagai isu seperti  ‘Anti-Pancasila: Slogan Usang, Bungkam Suara Kritis!”.

Olehnya itu, pemerintah dan pihak perguruan tinggi segera melakukan pembersihan terhadap ormas-ormas anti negara  yang masih saja beraktivitas di kampus. Aneh sekali kaum bumi datar ini, sudah kuliah di kampus negeri dibangun pakai uang NKRI malah teriak anti NKRI.

Share.

About Author

Atas dasar romantisme kegelisan yang sama

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage