Gadget dan Buku

Gadget dan Buku

0

Dilingkungan kita, apabila melihat anak-anak, dewasa bahkan orang tua sibuk bermain gadget kini bukan hal yang aneh. Siapa pun kini mudah membeli gadget karena tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Tak ayal, keberadaan buku mulai tergeser dengan gadget. Maka muncul istilah generasi milenium, yaitu mereka yang selalu terhubung dengan media sosial dan tidak bisa jauh dari gadget.

Saat ini anak-anak usia dini sudah tak asing lagi dengan gadget. Hal ini karena orangtua telah memberi kebebasan kepada mereka untuk bermain gadget dari mulai Handphone hingga tablet. Hari-hari anak pun seolah tidak bisa dipisahkan dengan perangkat teknologi tersebut. Wajar saja jika semenjak balita, anak-anak di masa sekarang sudah melek teknologi. Saking sibuk nya dengan gadget, tak heran kalau banyak anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun tidak mengetahui kalau tanggal 17 Mei adalah hari Buku Nasional.

Kehadiran gadget turut mengubah perilaku anak. Jika dulu ia sangat senang membaca buku cerita atau petualangan anak, kini beberapa anak lebih memilih bermain game dengan gadget. Semula, anak-anak selalu tak sabar membaca buku-buku baru dari perpustakaan atau membelinya di toko buku. Kini, aktivitas membaca ter-gantikan dengan bermain gadget.

Akhirnya, nasib buku-bukunya tersimpan rapi di rak buku kamarnya. Sebenarnya, gadget tak melulu berdampak negatif terhadap anak karena bisa membantu mereka dalam mengakses ilmu pengetahuan. Namun, kebanyakan anak-anak menggunakan gadget untuk keperluan bermain saja.

Tak ada salahnya mengenalkan anak pada teknologi, seperti gadget, namun sebaiknya dibatasi dalam penggunaannya. Orang tua perlu mengetahui beberapa dampak buruk penggunaan gadget bagi anak, diantaranya :

Anak akan kurang sosialisasi. Waktu anak kini dihabiskan di rumah sambil bermain gadget. Sementara ia jadi jarang bermain dengan teman-temannya. Hal ini tentu membuat anak jarang bergaul dan kesempatan bermain menjadi terhambat.

Prestasi anak akan menurun. Bagi anak yang sudah bersekolah, kebiasaannya bermain gadget bisa menurunkan prestasinya. Bagaimana tidak, ketika anak sudah mulai kecanduan gadget, ia bisa lupa akan pekerjaan rumah yang diberikan gurunya, waktu belajar berkurang atau ter-gantikan gadget, bahkan terlambat tidur karena asyik bermain gadget. Tak ayal, nilai-nilai pelajarannya menurun dan tak konsentrasi saat pelajaran.

Menjadi pemalas. Keberadaan gadget dan kemudahan akses internet akan membuat anak malas berpikir dan mencari solusi. Mereka lebih memilih jalan pintas dengan menggantungkan apa saja pada internet.

Membudayakan Membaca Buku

Orang tua harus berupaya membatasi penggunaan gadget pada anak. Dorong anak supaya lebih menyukai membaca buku daripada bermain gadget. Sediakan buku-buku yang sekiranya bisa disukai oleh anak.

Tak kalah pentingnya, orang tua harus memberikan contoh untuk sering membaca buku. Karena anak akan melihat perilaku orang tua dan cenderung akan menirunya. Pasti tidak pantas ketika orang tua menyuruh anak membaca buku, sedangkan orang tuanya sendiri asyik bermain gadget.

Buku merupakan sumber informasi, ilmu pengetahuan, dan juga hiburan. Mau belajar ilmu pengetahuan, tinggal membaca buku-buku sains, penemuan-penemuan dunia, cerita-cerita edukatif, dan lain-lain. Mau mendapatkan hiburan, tinggal memilih buku-buku bacaan, mulai dari novel anak, buku cerita bergambar, cerita petualangan, dan sebagainya. Meskipun mulai bermunculan e-book untuk memudahkan membaca buku melalui gadget, keberadaan buku tetap tidak bisa tergantikan.

Layaknya informasi yang bisa diakses melalui gadget, buku juga menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh anak. Bedanya, membaca buku harus runtut, karena informasi yang didapatkan akan berkaitan setiap halamannya. Sementara dengan internet, anak tinggal klik kata kunci tertentu, informasi yang diinginkannya akan muncul.

Kemajuan teknologi dengan adanya gadget bukan berarti harus membuat anak meninggalkan buku. Bagaimana pun, buku adalah jendela ilmu dan tidak bisa digantikan oleh gadget semahal apa pun. Dengan buku, anak akan lebih fokus membaca setiap ilmu pengetahuan maupun cerita yang diinginkannya.

Dengan gadget kita bisa membaca apapun. Tapi tidak akan senyaman apabila membaca buku. Membaca gadget akan membuat mata kita lebih mudah lelah, karena mata kita terpapar radiasi dari layar gadget. Selain itu apabila kita menutup web tersebut untuk keperluan lain, maka ketika akan membuka kembali tidak semudah dibanding membuka buku.

Dengan membudayakan membaca buku dibanding bermain gadget, apalagi hanya sekedar bermain game, akan menumbuhkan motivasi untuk lebih mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan. Karena ketika berkunjung ke toko buku, disamping akan melihat-lihat buku yang kita cari, tetapi juga akan melihat buku-buku lain yang dapat menambah referensi ilmu pengetahuan kita.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage