Najwa Shihab Resign dari MetroTV di Tengah Polemik Full Day School, Akankah…

Najwa Shihab Resign dari MetroTV di Tengah Polemik Full Day School, Akankah…

3

Najwa Shihab sangat dikenal sebagai seorang perempuan yang mampu menghipnotis para pemirsa yang menonton acara yang dibawakan. Host Mata Najwa, Najwa Shihab yang sebentar lagi akan resign, tentu mengundang banyak pertanyaan.

Bagaimana mungkin dengan rating yang begitu tinggi, acara andalan MetroTV bisa berhenti dengan sequel terakhir ‘Catatan Tanpa Titik’? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Setidaknya ada dua isu yang besar bertiup dengan kencang dan mencoba menjelaskan mengenai alasan-alasan mengapa perempuan cantik nan jelita, membuat para pria kelepek-kelepek, harus berhenti menjadi tuan rumah Mata Najwa?

Apalagi live streaming antara Najwa Shihab dan Novel Baswedan di Singapura yang justru semakin menarik perhatian dan rating acara andalan MetroTV. Berikut ulasannya.

Pertama, isu yang diembuskan adalah isu mengenai terbongkarnya beberapa nama jenderal yang dilakukan oleh Novel Baswedan kepada Najwa Shihab, sehingga banyak para jenderal atau petinggi yang merasa dirugikan, sehingga singkat cerita, acara Mata Najwa harus turun. Ini adalah sebuah isu yang sangat santer diembuskan.

Namun rasanya isu ini sudah basi. Dengan kebersamaan Najwa Shihab dan Kapolri Tito Karnavian di dalam acara peresmian Pojok Buku di Samsat Polda SIM Daan Mogot, membuat isu ini dimentahkan dengan telak. Keberadaan mereka berdua, menepis isu-isu miring mengenai apa yang dilakukan.

Banyak orang yang tidak menyukai kedekatan antara KPK dan Polisi, dan mereka menggunakan isu-isu yang tidak pantas diberitakan untuk menjauhkan kedua penegak hukum ini. Kita tahu bahwa banyak orang yang tidak senang dengan hal ini, isu-isu semacam ini tentu menjadi isu yang laku di kalangan bumi datar, sehingga sekarang KPK dan Polri berjarak.

Kekecewaan Novel Baswedan kepada penegak hukum di dalam mengungkap dalang di balik penyiraman, merupakan kekecewaan yang wajar. Namun saya yakin, Novel Baswedan tidak memiliki dendam kesumat kepada pihak kepolisian. Betul kan Novel? Jadi menurut saya, isu pertama ini adalah sebuah isu yang terlalu mengada-ngada.

Kedua, lepasnya Najwa Shihab dari MetroTV juga dilihat dari kacamata yang lebih positif. Di tengah polemik full day school, Najwa resign. Polemik full day school mendapatkan tanggapan yang cukup negatif dari kalangan masyarakat.

Bahkan ketua umum Nahdlatul Ulama, Said Aqil pun angkat bicara mengenai ketidaksetujuannya dengan program Full Day School. Menteri pendidikan pengganti Anies Baswedan, Muhadjir Effendy dikenal sebagai seorang yang ingin menerbitkan peraturan menteri (permen) yang melakukan sosialisasi FDS.

Secara pribadi, saya sebagai warga yang besar di ibukota cukup setuju FDS dilakukan, namun dalam bentuk regional. Rasanya di Jakarta cukup cocok diterapkan FDS agar tidak ada calon anggota DPR yang suka tawuran. Hahaha. Namun untuk beberapa tempat, FDS adalah mimpi buruk bagi anak-anak juga orang tua murid.

Saya pernah ke suatu tempat di daerah Sulawesi Utara. Banyak dari antara mereka, baik dari SD sampai SMA, pulang pk 12.00, dan setelah itu mereka harus bekerja membantu orang tua entah bertani, berjualan, atau melakukan aktivitas setelahnya. Inilah yang dilakukan oleh anak-anak sekolah di daerah-daerah di Indonesia. Maka seharusnya Pak Muhadjir tidak perlu mengeluarkan sosialisasi nasional mengenai Full Day School.

Sekarang memang Jokowi sudah buka suara mengenai FDS yang tidak harus diterapkan di setiap sekolah. Namun nama baik sudah terlanjur digoreng, karena memang harus diakui bahwa pemerintah cukup lalai dalam mengurus pendidikan.

Lantas bagaimana dengan Najwa? Apakah sosok perempuan cerdas yang sudah melahap banyak pemikiran orang-orang penting ini pantas untuk menggantikan kursi menteri pendidikan? Ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat seru jika dikembangkan.

Selama ini, prinsip pendidikan adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para peserta didik agar jadi manusia seutuhnya. Indonesia masih butuh banyak perombakan. Meskipun banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa Najwa akan menjadi menteri sosial, saya masih berharap ia menjadi menteri pendidikan.

Pendidikan di Indonesia harus diperbarui. Kinerja-kinerja yang nyata harus ada, tidak seperti Anies Baswedan yang hanya bisa melakukan retorika, dan membuat Muhadjir, menteri selanjutnya kesusahan dalam mengembalikan harga diri bangsa dengan Indonesia.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage