2 Orang Ini Tak Puas Putusan Ahok, Yang Satu Ngotot 5 Tahun, Yang Satu Sok Ancam Jokowi

2 Orang Ini Tak Puas Putusan Ahok, Yang Satu Ngotot 5 Tahun, Yang Satu Sok Ancam Jokowi

19

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Ahok (JPU) menuntut Ahok dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun, yang artinya ada kemungkinan bebas bersyarat meski harus menunggu keputusan hakim sebagai hasil akhirnya. Belum juga diputuskan, para gerombolan sebelah sudah menggeliat seperti cacing kepanasan. Bahkan ada yang sampai bilang ‘Bunuh’ di dalam ruang sidang hingga ricuh dengan pendukung pro Ahok.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang protes dan pastinya kecewa dengan putusan tersebut, terutama dari pihak yang pembaca Seword sudah tahu sendiri. Salah satunya adalah Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam yang menyebut tuntutan JPU terhadap Ahok berpotensi memancing kemarahan umat Islam, karena menurutnya Ahok pantas dituntut ancaman penjara maksimal.

“JPU seperti bermain-main. Jangan memancing kemarahan umat Islam. Kasus ini jangan dipolitisasi. Tuntutan seharusnya maksimum, penjara lima tahun,” kata Usamah. Menurutnya keterangan yang disampaikan para saksi selama persidangan cukup membuktikan pernyataan Ahok telah menista Islam.

Menurut keterangan saksi yang mana? Saksi yang memberatkan? Setahu saya saksinya kebanyakan melawak dan tidak kredibel, bahkan banyak yang tidak melihat langsung alias mendegar dari kabar onta, eh kabar burung. Itu kan hanya dengar dari saksi yang memberatkan. Bagaimana kalau kita balik, dan mengatakan Ahok seharusnya bebas karena keterangan yang disampaikan saksi selama persidangan membuktikan pernyataan Ahok tidak menista? Tergantung dari sudut pandang saksi mana yang ingin dilihat. Ini namanya logika yang berdasarkan subjektivitas, sesuai kemauannya tak masuk akal, tidak peduli apakah logikanya waras atau dinilai gila oleh orang lain.

Akibat dari kekecewaan tersebut, Usamah berencana mendiskusikan ini dengan sejumlah petinggi ormas Islam lainnya dan bertekad tidak akan berhenti menuntut pidana maksimal untuk Ahok. Bolehkah saya katakan ini pemaksaan kehendak? Sebelum saya perjelas lebih detil, simak orang yang satu lagi.

Pedri Kasman malah meminta Jokowi memerintahkan Jaksa Agung meninjau ulang surat tuntutan terhadap Ahok. Pedri menilai, tuntutan JPU tidak sesuai keinginan dirinya sebagai pelapor kasus tersebut. Alamak, tidak sesuai dengan keinginan, lantas maunya dipenuhi segala keinginannya? Apa tidak salah tuh?

“Karena itu, kami minta presiden memerintahkan jaksa dan hakim melakukan peninjauan besar-besaran pada protes hukum. Ini agar masyarakat tidak jauh bertindak,” kata Pedri. “Sangat memungkinkan masyarakat mencari jalan keadilan sendiri jika hukum tidak ditegaskan di negeri ini. Karena itu presiden harus bertindak. Kalau tidak, bisa saja presiden yang akan turun tahta. Kita bisa saja melakukan aksi besar-besaran untuk menuntut presiden.”

Lihat orang ini, cukup berani dan lantang menyudutkan Jokowi. Saya makin hari makin bingung dengan jalan pemikiran mereka. Rasanya seperti anak SD yang berusaha memahami pelajaran anak kuliahan S-3. Bingung. Dulu bilangnya presiden tidak boleh melindungi Ahok, tidak boleh intervensi hukum, sekarang malah menyeret Jokowi untuk intervensi hukum demi keinginannya pribadi. Maunya apa sih?

Lembaga Yudikatif yang urus persidangan Ahok, kok malah mewek ke lembaga eksekutif. Malah nggak nyambung, bikin permintaan terlihat konyol dan kekanak-kanakan. Bukan hanya itu, malah main ancam-ancam Jokowi turun tahta. Makin ke sini, banyak orang yang sudah tidak respek lagi dengan kepala negara. Di negara lain, kepala negara dihormati atau akan dihukum keras jika tidak respek. Mungkin hanya di Indonesia ini di mana kepala negaranya bisa seenaknya dimarahi, dimaki dan diancam.

Bilang Ahok harus diserahkan pada proses hukum, begitu diproses hukum masih tidak puas, maunya pakai hukum sesuai keinginannya sendiri. Memangnya ini hukum punya pribadi? Entah orang ini hanya emosi sehingga asal ngomong atau memang tidak tahu apa-apa. Kalau tidak salah, orang ini pernah jadi saksi di sidang Ahok yang dengan lugunya bertanya dirinya kenapa tidak kebagian BAP. Ah, sudahlah kalau ini saja tidak tahu alasannya, mungkin sebaiknya jangan terlalu serius menanggapi ucapannya yang menyeret Jokowi.

Bagaimana menurut Anda?

 

http://www.suara.com/news/2017/04/20/154623/kecewa-sidang-ahok-pedri-ancam-presiden-jokowi

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170420120120-12-208896/ormas-tuntutan-jaksa-pada-ahok-pancing-amarah-umat-islam

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage