Ahok Membuat Gaduh Indonesia: Anda Waras?

Ahok Membuat Gaduh Indonesia: Anda Waras?

8

Sumber klik gambar

Mulai aksi 411 dan 212 sampai sidang si penista Ahok, banyak orang, bahkan saya sendiri dengan sudut pandang berbeda, menyangka bahwa Ahok telah mengusik ketenteraman bangsa ini.

Bagi saya, keberpihakan Ahok pada kebenaran, keadilan dan kejujuran, menambah jajaran pihak sakit hati yang tidak rela pemasukan ilegal mereka berkurang. Para koruptor, maling APBD, pejabat malas, dsb. menyadari bahwa Ahok adalah batu sandungan yang harus dilenyapkan dari kancah perpolitikan Indonesia. Ahok telah mengubah arah politik kekuasaan pro-maksiat menjadi pro-masyarakat. Ahok mengusik sarang ular beludak. Makanya blingsatan dan gaduh mereka, perut mereka sekarang keroncongan.

Sumber panjimas.com

Bagi pihak sumbu pendek FPI beserta kroni-kroninya, Ahok adalah aseng, komunis, kapitalis dan si penista agama Islam. Itulah perspektif mereka terhadap Ahok. Sehingga ketika apa pun yang dilakukan Ahok tidak ada yang dapat diterima. Lihatlah ketika Ahok menjadi gubernur, mereka menganggap tidak sah karena tidak dipilih langsung oleh rakyat, katanya, padahal sesuai dengan konstitusi.

Ketika Ahok membangun masjid raya di Daan Mogot, mereka mengklaim itu dibangun oleh DKI bukan Ahok. Ketika Ahok meng-‘islamikan’ Kalijodo, mereka mempersoalkan masalah tentang memanusiakan manusia. Terakhir di pengadilan, si Irene, yang katanya mantan biarawati dan ahli Kristologi, menuduh Ahok si pemusnah masjid, si pelarang berjilbab, si tebang pilih soal penggunaan Monas, dll. Bagi mereka ini hanya satu selama kafir yang melakukan, sekalipun baik dan halal, adalah haram hukumnya. Biadab gak?

Sumber: konfrontasi.com

Bagi SBY sang lebaran kuda dan cagub ingusannya itu beranggapan bahwa siapa pun tidak ada yang kebal hukum di negeri ini, kalau ia harus diproses hukum, kecuali dia yang menghilangkan dokumen TPF Munir. SBY dengan lantang mengatakan bahwa Ahok harus diproses hukum, pemerintah harus mendengarkan aspirasi massa, kalau tidak sampai lebaran kuda pun, demo tidak akan selesai. Jadi menurut bapak prihatin satu ini, kalau sudah banyak yang merasa tersinggung, maka yang menyinggung harus diproses hukum, tidak peduli dia salah atau tidak. Pokoknya diproses hukum dulu. Masuk akal sih. Kalau Ahok diproses hukum kan anak ingusannya itu punya peluang mendulang suara di pilgub DKI. Licik gak?

Sumber: static.turuntangan.org

Bagi Anis dengan topeng kesantunannya, serta si Aa beristri dua yang balik ke istri pertamanya itu, Ahok adalah pembuat gaduh karena mulut comberannya. Mereka berdua ini berbicara soal kesantunan dan etika berbicara seorang pemimpin. Mereka berdua ini beda agenda. Si Aa ikut serta mengomentari Ahok demi mencari panggung di dunia dakwah. Si Anis cari muka di hadapan warga Jakarta demi mendulang suara pada pilkada DKI. Sangat ambisius gak?

Yang jelas, tidak ada satu pun dari mereka ini yang mengakui prestasi Ahok, tidak satu pun. Camkan itu. Baik itu si sumbu pendek, SBY, Anis dan Aa, serta masih banyak lagi yang sekomplotnya dengan mereka ini, tidak mengakui sedikit pun hasil kerja Ahok untuk bangsa ini. Mereka hanya mengakui bahwa Ahok dengan kekafirannya, ke-aseng-annya, penistaannya, dan mulut comberannya, adalah pembuat gaduh bangsa ini, minimal beberapa bulan terakhir ini.

Padahal, Ahok tidak pernah mengurusi isi otak mereka. Ahok hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Dia mengelola, menata, membangun dan memajukan Jakarta dengan semestinya. Dia baik kepada orang baik. Dia melibas habis para koruptor dan pejabat malas. Dia merelokasi manusia yang tidak pada tempatnya ke tempat yang sesuai dengannya. Dia hanya melayani warga Jakarta. Itu saja.

Khusus soal penistaan agama, dia justru mengarahkan warga Kepulauan Seribu untuk memilih sesuai suara hatinya, sekalipun sering kali mereka dibohongi oknum politisi yang menggunakan surat Al Maidah 51 sebagai alat politik. Dia tidak memaksa mereka untuk memilih dia yang maju sebagai cagub di pilkada DKI, jika memang tidak mau memilih. Ada yang aneh dengan itu? Ahok mengajak umat Islam agar lebih islami malah dituduh menista agama. Ahhhhh…..syu…..dahlah….

Kalau sudah seperti ini, sebenarnya siapa yang buat gaduh negeri ini? Kalau tidak ada tuduhan penistaan agama; tidak ada hasutan bahwa semua orang sama di mata hukum ala bapak lebaran kuda; tidak ada Aa yang sedang cari panggung dakwah; tidak ada Anis yang sedang menguji mulut santun berbisanya, apakah akan terjadi kegaduhan ini? Tidak! Titik!

Eits…. Tunggu dulu! Ada hoax di situ? Saya kita tidak.

Maka masihkah kita berpihak kepada mereka yang tidak menghargai perbuatan baik seseorang? Apakah kita masih mempercayai orang yang mengaburkan kebenaran demi mencapai tujuannya sendiri? Masihkah Anda membela mereka yang mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri? Atau apakah Anda mau ikut-ikutan menambah kegaduhan negeri ini? Anda waras?

Khusus warga Jakarta. Buka mata Anda. Biarkan hati nurani Anda berpihak pada kebenaran, membela keadilan dan memperjuangkan kejujuran. Jangan biarkan hasrat dan syahwat Anda mengalahkan iman, rasionalitas dan kewarasan Anda. Kalau masih menginginkan DKI Jakarta menjadi lebih baik, maka pilihlah dia yang melayani Anda dengan tulus.

Teriring doa dan salam Indonesiaku

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage