Ahok yang Kini Bisa Tertawa, Anies yang Akan Meringis

Ahok yang Kini Bisa Tertawa, Anies yang Akan Meringis

75

Ahok kini bisa terus tertawa

Selamat pagi pembaca setia Seword di mana saja kalian berada saat ini. Pagi ini saya ingin cerita tentang satu sosok fenomenal yang tidak henti-henti diperbincangkan orang, siapa lagi kalau bukan Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering dipanggil Ahok.

Saat ini Ahok sedang menjalani masa hukumannya di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, meskipun nanti Ahok akan dipindahkan ke lapas lain, Ahok tetap tidak akan menolak untuk dipindahkan. Karena Ahok sudah siap dan rela menerima segala hukuman yang ditimpakan kepadanya, walau pun vonis bersalah kepada dirinya masih bisa diperdebatkan.

Ahok memang aneh. Mana ada orang yang dipenjara masih bisa ketawa-tawa? Ada juga orang akan stress jika dihukum penjara selama dua tahun. Memikirkan selama itu tidak dapat menikmati dunia luar yang penuh dinamika. Sedangkan hari-hari yang dihadapi hanya tembok dua x tiga meter. Melewati hari-hari yang sangat membosankan. Tetapi Ahok berbeda. Ahok justru menikmati suasana di dalam penjara. Aneh khan?

Mengapa Ahok sampai bisa menikmati suasana di dalam penjara? Ahok kini lebih banyak punya waktu untuk dirinya sendiri. Ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok tiap hari harus bangun pagi jam 4.30, terus berolah raga selama 30 menit, setelah sudah harus siap-siap ke Balai Kota pada pukul 6.30 pagi. Ahok bahkan mengatakan bahwa bukan dirinya tidak sanggup untuk berolah raga lebih lama, tetapi waktunya yang tidak cukup untuk terus berolah raga. Dan kini ketika berada di Mako Brimob dan jauh dari kesibukannya sebagai Gubernur, Ahok dapat berolah raga sepuas-puasnya. Dan juga bisa bangun tidur jam 10.00 pagi.

Ahok selalu memandang segala sesuatunya dari sisi positip. Bahkan untuk hal yang menyebabkan dia harus dipenjara. Dia terima dengan rela. Karena menurut dirinya jika dia terus memikirkan masa hukumannya yang selama dua tahun itu akan membuat dirinya stress. Kenapa tidak menikmatinya saja? Begitu pikirnya. Karena selama dalam tahanan justru Ahok bisa lebih santai dan mengerjakan hal-hal yang disukainya. Dia bisa berolah raga sepuas-puasnya, membaca buku yang disukainya tanpa harus disibukkan dengan disposisi yang selama ini harus dikerjakannya bahkan sampai dibawa pulang ke rumah.

Di dalam sana, Ahok tidak lagi perlu memikirkan bagaimana mengatasi banjir, bagaimana mengatasi kemacetan jalan di Jakarta, tidak perlu lagi berkonflik dengan DPRD yang selalu berseberangan dengan dirinya. Ahok sekarang bisa santai menikmati hidupnya. Segala keruwetan Jakarta seakan ditinggalkannya. Tak ada lagi wajah yang terus kelihatan tegang, yang ada hanya wajah Ahok yang santai dan berbinar. Tak ada wajah Ahok yang stress.

Mungkin ini diluar perkiraan dari lawan-lawan politik Ahok. Mereka mengira ketika Ahok dipenjara, Ahok akan stress. Ahok akan sakit karena depresi. Ahok akan menyumpah-nyumpah terhadap keadilan di Indonesia. Ternyata apa yang mereka harapkan tidak terwujud, Ahok justru lebih santai dan lebih segar karena bisa terus berolah raga. Dan mereka kecele.

Ahok bisa terus tersenyum dan Ahok terus memberikan aura positip kepada siapa saja. Itulah yang ditularkan Ahok kepada pengagumnya. Ahok dapat memanfaatkan situasi yang dialaminya saat ini. Dari situasi yang bisa membuat siapa pun depresi, menjadi sebuah kondisi yang justru bermanfaat bagi dirinya sendiri. Lebih banyak waktu untuk berolah raga, lebih banyak waktu untuk membaca, leboh banyak waktu untuk menulis dan tentu saja lebih banyak waktu untuk berkomunkasi dengan pendukungnya lewat surat-surat yang dikirimkan kepadanya.

Jika Ahok di sana sekarang sedang menikmati waktunya yang luang dengan segala kegiatan yang disenanginya. Lepas dari segala keruwetan pembenahan Jakarta. Bagaimana dengan Anies Baswedan yang sebentar lagi akan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta?

Anies yang selama ini terus tersenyum manis dalam setiap kesempatan. Selalu memberikan kata-kata motivasi kepada khalayak ramai. Tetapi setelah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, senyum Anies mulai menghilang dari wajahnya. Dahinya selalu berkerut, seakan banyak beban yang ditanggungnya. Anies kini sedang berpikir dengan keras bagaimana harus menyelesaikan masalah-masalah yang terus berkembang di Jakarta ini. Bagaimana dia harus memikirkan merealisasikan janji-janji kampanyenya yang berjibun, sedangkan dana APBD yang tersedia tidak mencukupim sedangkan pendukungnya sudah siap-siap dengan berbagai jurus layaknya debt collector menagih janjinya. Ketika itu terjadi, jangankan tertawa, bahkan Anies pun tak dapat lagi terseyum.

Hari-hari Anies nantinya akan diisi dengan kesibukan-kesibukan yang membuat dirinya semakin jauh dari keluarga. Berangkat dari rumah ketika subuh, dan pulang ke rumah ketika matahari telah lama tenggelam. Anies hanya bisa memandang wajah anak-anaknya tertidur dengan lelap. Tak ada lagi senda gurau dengan anaknya, tak ada lagi waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah. Semua waktunya tersita untuk membenahi keruwetan Jakarta.

Selamat menikmati hari-hari yang penuh sengsara ini selama lima tahun ke depan. Jadilah Gubernur DKI Jakarta yang baik. Yang lebih bagus dari Ahok, atau paling tidak kinerjanya seperti Ahok, Jangan melempem, kalau itu sampai terjadi, maka Anda akan dihujat seluruh masyarakat Jakarta.

Salam Seword.

 

 

 

Share.

About Author

Karena Tuhan sudah mengatur segalanya. Kita hanya sekedar menjalaninya. Tetap fokus pada rencana Tuhan. Maka kita tidak akan tersesat.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage