Akhirnya Prabowo Turun Tangan Membersihkan Anies-Sandy Anak-Anak Kesayangannya

Akhirnya Prabowo Turun Tangan Membersihkan Anies-Sandy Anak-Anak Kesayangannya

25

sumber : Internet

Akhir-akhir ini kita melihat  manuver-manuver yang dilakukan oleh Prabowo sebagai pemimpin partai yang mendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI,  tengah sibuk wira-wiri melakukan kunjungan kemana-mana, melakukan pertemuan dimana-mana  dan  saya sih melihatnya sebagai gerakan bersih-bersih, kemungkinan besar adalah upaya untuk membersihkan nama  Gubernur terpilih pada  Pilkada DKI lalu, Anies-Sandy , supaya mereka bisa diterima oleh dunia internasional, kalau tidak bagaimana mereka bisa dapat dukungan internasional saat jadi Gubernur nanti dan, nah ini yang terpenting bahwa agenda Prabowo untuk jadi Capres nanti.  Hal ini harus dilakukan oleh pemimpin partai itu karena stigma yang melekat pada Pilkada Jakarta sebagai Pilkada paling kotor dan paling brutal dalam sejarah demokrasi Indonesia, menjadikan wajah Anies-Sandy dimata internasional sangat  kotor, dunia internasonal melihat Anies dan Sandi sebagai pasangan intoleran dan radikal, karena kemenangan mereka di Pilkada DKI telah menggunakan isu-isu yang tabu yaitu isu SARA.

Hal yang bahkan tidak pernah ditepis sedikitpun oleh Anies-Sandy, paling tidak saya belum pernah mendengar atau membaca mereka meminta maaf pada korban-korban Pilkada.  Lho memangnya ada korban-korban  Pilkada ? Ada, banyak, seperti kaum minoritas yang disebut kafir, dan dikafir-kafirkan, politisasi masjid sampai kasus jenasah Mpok Hindun yang terkenal itu. Dan muaranya saat kriminalisai Basuki, kita juga disuguhkan oleh pesta syukuran saat Basuki baru saja divonis bersalah dan dipenjarakan.

Jadi memang harus dibersihkan, istilahnya dimandiin kembanglah, lihat saja bagaimana Prabowo mengajak mereka muter-muter jalan menemui para Duta besar negara-negara sahabat, safari ini tentu tujuannya meyakinkan negara-negara sahabat bahwa Pilkada DKI kemarin sudah berjalan sesuai asas-asas demokrasi, bahwa tidak mungkin Indonesia menjadi negara agama, bahwa mereka bersih, bahwa mereka adalah korban dan lain sebagainya. Ibaratnya bilang wc nya bersih, tapi maaf saja baunya masih ada.

Kita melihat juga aktivitas politisi gaek siapa lagi kalau bukan mister JK, kelihatannya beliau juga ikut membantu kegiatan bersih-bersih yang dilakukan Prabowo dan mulai banyak datang ke pertemuan-pertemuan internasional. Terakhir dia ada di Oxford untuk menjadi pembicara tentang Islam Moderat.

Tapi sebenarnya yang mereka lakukan itu menunjukan bahwa merekalah politikus sejati, artinya dalam politik kita disuguhkan bahwa semua bisa dilakukan dan semua bisa terjadi. Mohon maaflah pak Basuki politik tidak mengenal kawan maupun lawan, jadi lain kali simpan saja kejujuran hatimu Pak Basuki, untuk keluargamu saja, kalau untuk politik tidak bisa.

Tidak perlu orang pintar untuk menganalisa hal diatas, karena sudah terang benderang, dalam politik semua bisa diatur, mau jadi agamis, mau jadi teroris atur saja yang penting penawarannya sesuai. Sesudah itu lupakan semuanya, karena matahari tetap terbit disebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Nanti juga lama-lama orangkan akan lupa. Itulah prinsip politikus sejati, kalau tidak bisa menjadi orang seperti itu, jangan ikutan politik. Pilih saja hal yang lain, mancing misalnya.

Seperti Anies bilang orang baik berteman dengan orang baik dan orang jahat berteman dengan orang jahat, begitu juga dalam pergaulan dunia internasional. Citra diri haruslah baik, dan itu yang sedang diperjuangkan oleh Prabowo untuk kedua “anak” kesayangannya itu. Dua “anak” kesayangannya ini memang telah lama dinanti-nantikannya setelah kehilangan Basuki, karena Basuki tidak bisa disetir, jujur dan keras kepala. Sedangkan “anak-anak” kesayangannya itu tampaknya memenuhi semua kriterianya, yang tentu saja semua kebalikan dari sikap Basuki.

Jadi semua kotoran yang melekat di Anies-Sandy yang bisa menjauhkannya dari pergaulan internasional, harus dibersihkan, tentang masalah di dalam negeri, gampanglah itu bisa diatur.

Apakah dunia bisa percaya dengan safari yang mereka lakukan itu, may be yes may be no, siapa yang tahu, karena memang dalam pergaulan biasanya kita tidak menampakan wajah asli kita kepada tamu yang datang berkunjung ke rumah kita. Ya apapun hasilnya dari  sisi yang lain kita melihat kesungguhan dan jiwa kebapakan Prabowo sebagai seorang ayah. Yang setelah menyuruh kedua “anaknya” itu berkelahi dan berkotor-kotoran, dia panggil kembali dan dibersihkannya, dimandikannya, diberinya pakaian yang bersih dan diajaknya jalan-jalan menemui para tetangganya. Memang seorang bapak yang baik.  Hasilnya ya terserah pada dunia.  Karena kebaikan dan kejujuran adalah nilai-nilai universal, tetapi politik juga universal yaitu kepentingan belaka.

Itulah politik, kejam, memang , semuanya ada unsur kepentingannya, jika kita ada kepentingan apapun kita akan lakukan supaya tercapai. Buat kita diluaran ini aksi-aksi pembersihan diri ini bisa menjadi pembelajaran bahwa kemenangan yang diraih dengan cara-cara kotor perlu waktu juga untuk membersihkannya. Iya kalau bersih.

#melawan lupa

 

jangan lupakan kura-kura

 

Share.

About Author

Animus hominis semper appetit agere aliquid.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage