Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan Baperan yang “Birahinya” Masih Tinggi

Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan Baperan yang “Birahinya” Masih Tinggi

53

Sepanjang sebelum perhelatan Pilkada DKI dimulai, kegaduhan dan situasi yang memanas sudah terasa di Jakarta dan sekitarnya.

Kok Jakarta dan sekitarnya? Iya lah, karna yang ribut dan sibuk itu bukan cuma warga Jakarta saja tapi juga orang-orang luar Jakarta yang punya kepentingan terselubung hingga merasa harus campur tangan dalam kegaduhan ini. Oalahhh..

Sepanjang sejarah umur saya, rasanya baru kali ini mengalami gelaran perebutan kursi kepala daerah yang terasa begitu hebohnya, euforianya bahkan sampai ke tanah Papua yang jauh diujung Timur Indonesia, segala sesuatunya selalu dijadikan berita, beritanya pun selalu menjadi trending topic. Bahkan sampai bisa memberi lapangan pekerjaan buat kaum titik-titik.. ; demo, menjadi massa bayaran. Edan euy!

Padahal Pilkadanya serentak bukan cuma Jakarta, tapi yang gaduh dan kedengeran gaungnya sampe mancanegara cuma Jakarta.

Kita analisa satu-satu yah..

Dimulai dari demo dan massa bayaran. Sebenarnya demo-demo an ini sudah biasa dan sering terjadi, dimana-mana dan mendemo berbagai masalah.

Tetapi demo dan massa nya kalau kita lihat bisa di bagi dua, yang pertama demo yang benar-benar membela atau mempertahankan segala sesuatu milik si pendemo, artinya demo ini “benar-benar demo”, pendemo sedang memperjuangkan haknya sendiri yang di permasalahkan.

Yang kedua adalah “demo-demoan”, karna antara si pendemo dan masalah yang didemokan tidak berkaitan secara langsung. Dalam hal ini si massa bayaran tadi tak tau menau masalah dan tuntutan demonya apa, mereka cuma tau kudu berdiri berapa lama atau berjalan sampai mana, meneriakkan apa, sambil bawa spanduk, trus bakal dapet nasi bungkus cap Fitsa Hats atau Sari Roti buat makan siang dan uang transport berapa puluh ribu rupiah kalau sudah selesai.

Disinilah orang-orang itu berperan, pemilik niat terselubung tadi, yang biasanya sekaligus menjadi si penyandang dana, dan prakteknya akan dikerjakan oleh kacung-kacungnya untuk mencari penyedia massa, kordinator strategi dan lapangan. Sang penyandang dana anteng memantau sambil duduk manis dirumah.

Bagi kaum titik-titik ya lumayanlah ya dapet lunch gratis plus uang cash yang gak seberapa itu, daripada nganggur dirumah, bok! Demo bagi mereka sudah seperti job, pekerjaan. Miris.

Selain demo, gelaran Pilkada DKI kali ini juga diwarnai dengan saling lapor, entah apa saja yang dilaporkan haha mungkin pihak Kepolisian pun pening melihatnya.

Diawali dengan FPI yang melaporkan Ahok dengan pasal penistaan agama. Seperti menjadi rahasia umum bahwa kita yang waras sangat tau tidak ada penistaan disana, Ahok hanya sedang menyindir politikus bangsat pengecut yang memang sering berlindung dibalik Kitab Suci.

Dari jaman Jokowi-Ahok mau nyagub tahun 2012 lalu saya sering dengar di berita televisi ada ustad ceramah di Masjid yang mewanti-wanti pendengarnya agar tidak memilih Jokowi-Ahok karna Ahok yang kafir. Saya pernah nonton di berita televisi, artis Rhoma Irama ceramah di Masjid dan melontarkan seruan serupa.

Itu baru ustad dan artis yang diberitakan di televisi, berapa banyak ustad yang berhasil di lobi para politikus pengecut yang akan dengan senang hati menyeru pada pengikutnya agar tidak memilih si kafir dengan tameng dilarang agama, dosa dan masuk neraka?

Begitu massif dan UNFAIR menurut saya. Tapi bagi mereka kaum titik-titik? Seperti Follow Default; Kafir, dosa, masuk neraka dilanjutkan dengan ketik amin, share dan masuk surga. Astaga hahaha bodohnya gak ketulungan.

Dan sayangnya kaum yang titik-titik itu merajai Indonesia. Kadang pun yang intelek juga pengikut kaum titik-titik, dan ini jumlahnya masih lebih banyak daripada yang waras dan cerdas. Gak heran orang Indonesia gampang di provokasi, asalnya dari kaum titik-titik ini, wong Equil dan Sari Roti yang enak saja diharamkan kok sama mereka.. Gendeng!

Dalam rangka menuntaskan birahinya, si Rizieq dan FPI nya bergerak massif, menggoreng luar biasa dimedia sosial bahwa Ahok menista agama, dibantu oleh si dosen Buni Yani yang menyebarkan video editan disertai tulisan provokasi.

Eh baru kebuka belakangan dengan tersebarnya foto bahwa pentolan FPI ini “akur” dengan sang mantan. Walaupun kubu Agus malu-malu kucing mengakui, toh “keakraban” itu sudah tersebar dimedia massa. Selow ajah Gus!

Indonesia jadi geger, katanya “Ahok menista agama!”. Mereka tidak menggunakan asas praduga tak bersalah sama sekali. Udah napsu banget pengen jorokin Ahok ke penjara. Biar Ahok gak ikut Pilkada sekalian.

Terjadilah aksi berjilid itu. Heboh banget sampe wartawan asing pun ikut sibuk memberitakan, kaum titik-titik pun senang, diatas angin, merasa gebrakan mereka berhasil dan diperhitungkan. Bahkan anggota DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon ikut dalam aksi tersebut dan menjanjikan akan membuka gerbang DPR agar pendemo bisa masuk dan “menduduki” gedung wakil rakyat itu. Memang tak salah bila para anggota DPR itu termasuk kaum titik-titik. Capedeeeeh 😤

Rizieq pun makin jumawa dibuatnya, buntutnya dia mengolok-olok Yesus waktu ceramah, dia kebablasan mengikuti hawa nafsunya. Dan dia dilaporkan dengan pasal menista agama Nasrani dan menyebar ujaran kebencian.

Nah yang ini baru bener, kasus dan pasalnya cocok, memang si Rizieq menista Nasrani kok, dia mengolok-olok Yesus tepat dihari kelahiran-Nya, di Natal yang lalu. “Kalau Tuhan beranak bidannya siapa?” Sontoloyo bener deh orang ini.

Dia memang pantas dilaporkan ke polisi. Kita pantau saja Kepolisian, jangan sampai Rizieq lolos begitu saja seperti biasanya.

Ditengah hebohnya aksi berjilid yang digawangi Rizieq, Kepolisian melakukan aksi senyap menangkap para terduga makar. Saat itu ada 9 orang yang digiring ke Kepolisian, diantaranya pemain lama Sri Bintang Pamungkas, ibunda artis Atiqah Hasiholan, Ratna Sarumpaet, musisi Ahmad Dhani dan putri Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputri.

Mereka akan menunggangi aksi berjilidnya Rizieq dengan aksi makar kepada pemerintah. Bahkan Sri Bintang Pamungkas menulis surat yang isinya meminta MPR mengadakan sidang istimewa agar memberhentikan Presiden Jokowi dan memilih kepala negara baru. Beritanya bisa dibaca disini.

Mungkin Bapak ini lupa, Presiden kita sekarang dipilih langsung oleh rakyat, MPR nyaris tak bertaring lagi.

Lalu ada pelaporan yang lain lagi;

Bestari Barus dari Partai Nasdem berencana melaporkan Sandiaga Uno ke Bawaslu atas pasal Penistaan Politik. Beritanya ada disini 

Gara-garanya si Sandi disinyalir jadi selingkuhan oknum anggota Partai Nasdem. Sandi nelikung dari belakang, gak gentle banget bro. Kayak banci. Saya sih ogah milih cowo cemen begitu, bikin ilfil dan gak respect lagi.

Belum kelar semua berita diatas, datang lagi berita suaminya Mpok Sylvi cawagubnya anak mantan nomor urut 1 dipanggil Polisi berkaitan dengan kasus makar. Nah loh… sambung menyambung menjadi satu ya sepertinya?

Pasalnya, suami si Mpok ini transfer sejumlah uang kepada tersangka UU ITE yang sudah ditangkap Polisi Jamran namanya, tersangka itu ditangkap lantaran menyebarkan isu SARA dan menebar kebencian melalui media sosial.

Transferan uang tersebut dilakukan Gde Sardjana debelum aksi berjilid 2 Desember 2016 lalu dimulai.

Perlu diketahui juga oleh khalayak ramai bahwa, Jamran si tersangka penebar kebencian dan isu SARA itu merupakan relawan paslon no urut 1 Agus-Sylvi!

Kejadian yang masih hangat ini pemirsa.. bahwa para pelapor “Ahok menista agama” itu mayoritas orang FPI. Lalu ada 2 orang saksi dari pihak pelapor yang jelas-jelas berafiliasi mendukung Agus-Sylvi! Beritanya baca disini

Jadi, bila dilihat dengan kacamata orang waras, kejadian heboh dari awal gelaran Pilkada ini dimulai sudah jelas benang merahnya.

Pesannya: lakukan apa saja supaya anak kesayangan mantan menang! Walaupun tujuan utamanya tentu saja bukan hanya Pilkada Jakarta, something bigger and smell fishy!

Apalagi Pakde Jokowi jelas banget mengirim pesan kepada sang mantan baper, karna cuma dia yang tidak diajak makan siang di istana, padahal cecunguknya si mantan sudah mancing-mancing terus supaya sang mantan juga diundang makan.

Padahal, anak kecil yang nangis gegara gak ketemu Jokowi saja sampe ditelpon sama si Pakde, video call an.. Lah ini yang didepan mata kok malah dicuekin blasss Pakde.. Kasian kasian kasian..

Walaupun sang mantan tidak akan mengakuinya, pasti dianya bilang “saya prihatin dengan berita yang beredar luas, dan DNA keluarga kami tidak akan melakukan hal tidak baik seperti itu” wakakakkk bosennnn.

Makanya buat para Mantan, jadi orang itu jangan baperan..

Jadi analisanya adalah terrnyata semua kegaduhan ini berawal dari mantan baper yang masih punya birahi tinggi buat wara-wiri, tetapi sepertinya baik Ahok apalagi Jokowi, sudah kuat tertanam di sanubari rakyat bahwa mereka berdua adalah pemimpin yang baik dan LAYAK dibela.

Mantan mah buang saja, seperti kata anak muda ituu.. “Mantan dimakan setan” bye-bye mantan..

 

 

 

 

Tentara Australia Melecehkan TNI dan Pancasila Kita. Pancasila di Plesetkan Menjadi PANCAGILA.

Fitnahan Baru; GNPF MUI sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah, Ahok Memang Korban Fitnah yang Keji! di Krimialisasi oleh Fitsa Hets!

Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot dengan Postingan Pataresia Tetty??

Ucapan Terimakasih Warga kepada Pak Ahok, Atas Pembangunan di Kalijodo

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi Kecurangan Paslon No. 1

“Premannya” FPI Menghadang Ahok. Lagi

Penistaan Politik Oleh Sandiaga Uno! Kok Gak Ada yang Demo?!

Jadi Gubernur, Ambisi Si Agus atau Pepo nya?

 

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage