Cerita Staf Ahok, Sehari Sebelum Kalah di Pilkada DKI

Cerita Staf Ahok, Sehari Sebelum Kalah di Pilkada DKI

266

Kisah kekalahan Ahok di Pilkada DKI meninggalkan pilu bagi masyarakat yang mengenal integritas Ahok dan melihat dampak nyata yang telah dikerjakan. Begitu banyak pihak yang menyayangkan kekalahan Ahok ini harus terjadi.  Ada ketidakrelaannya tentunya sekaligus kesedihan. Bukan karena apa, tetapi melihat kejujuran dan ketulusan Ahok bekerja serta aniaya yang datang bertubi-tubi terhadapnya, membuat kekalahan terasa tidak adil buat dirinya. Namun yang pasti Tuhan Maha Adil. Semuanya itu hanya masalah waktu.

Hari ini saat saya buka timeline facebook, tiba-tiba muncul postingan seorang teman magang dulu di kantor Gubernur DKI. Sampai sekarang dia masih aktif bekerja di Balaikota mengurusi Jakarta Smart City. Postingannya memang tidak begitu panjang lebar, tetapi sangat mendalam untuk menjelaskan sosok Ahok yang benar-benar tulus.

Berikut postingannya:

Senin kemarin kebetulan diajak makan siang sama Pak Basuki Tjahaja Purnama, sebenarnya for some reason waktu itu agak males, but I am grateful I joined the lunch anyway.

Saat makan Bapak bilang, “Saya tadi mikir, kalau kita kalah di pilkada ini, Tuhan itu apa maksud dan rencananya? Saya pikir-pikir mungkin Tuhan mau kita membuktikan, kalah-menang kita akan tetap berkontribusi dan bangun Jakarta untuk meninggalkan legacy di sisa waktu hingga Oktober ini. Ya kita kerja sajalah agar masyarakat merasakan hasil kerja kita dan bisa dibandingin kalau nanti dibawah kepemimpinan yang lain bagaimana” (maybe not exactly the same word by word)

Di balik kekurangan bapak, yang bikin saya tetap percaya dan betah kerja bantuin bapak adalah bagaimana yang dia mau hanya untuk bekerja jadi “pelayan Jakarta” untuk mewujudkan keadilan sosial dan bantu rakyat, rindu akan Jakarta yang lebih baik.

If it is still too much too ask, maybe the city probably need someone else or Jakarta doesn’t deserve this clean leader and hard worker servant.

Selamat Warga Jakarta, hari ini kalian dapat pemimpin baru untuk periode Okt 2017-2022  Selamat Pak Anies dan Sandi, ternyata 58% warga memilih bapak, semoga mereka tidak dikecewakan ya. kepuasan kinerja Jakarta sekarang sudah 70% tapi warga masih belum puas, yah semoga nanti zaman bapak kepuasannya 90% deh. Ingat Pak, Janji-janji kampanye jangan sampai tidak ditepati yang katanya akan merangkul semua golongan yang ada, program yang semua masyarakat dapat dirangkul dan merasakan manfaatnya. Dan paling penting TIDAK BERKEPENTINGAN DAN TIDAK KORUPSI.

I have a great experience working as Pelayan Jakarta during the past two years and I promise myself will still contribute to the nation in any other role. Just maybe not this one, or not Jakarta.

Sharing singkat Ellen yang membuat saya harus kembali mengakui betapa negarawannya Basuki Tjahaja Purnama. Bisa kita bayangkan ketika dalam satu kontestasi kita harus kalah dengan cara yang tidak benar. Sudah pasti kita susah untuk menerima. Namun tidak begitu dengan Ahok. Kenegarawanannya benar-benar sudah terbukti, bahkan sebelum dia kalah. Stafnya pun pasti belajar meneladani sesuatu yang berat ini.

Hal yang paling penting dalam pernyataan Ahok ini adalah sikap ksatria dan tulusnya. Tidak ada sakit hati meski dianiaya dan dituduh sebagai penista agama. Bahkan Ahok harus menghadapi tuntutan 1 tahun penjara yang sudah dibacakan jaksa. Namun Ahok masih tulus saja untuk bekerja sampai akhir jabatannya dan justru mau membantu Anies Sandi Gubernur terpilih. Sebuah anomali sikap Ahok di akhir kerasnya Pilkada DKI.

Sekarang menjadi terbukti bahwa jabatan bukanlah yang dikejar Ahok, tetapi menjadi seorang pelayan yang tulus adalah contoh yang ingin diwariskan Ahok buat para birokrat. Dengan begitu, pendukung Ahok tidak ada lagi alasan buat larut dalam kekecewaan. Sebab tujuan Ahok bukan ingin menjadi Gubernur, tetapi ingin memberikan model bagaimana seharusnya pejabat pemerintah.

Jakarta memang beruntung pernah memiliki Gubernur sehebat Ahok. Sampai-sampai media dalam dan luar negeri begitu intens menyoroti Ahok. Hanya saja waktu belum berpihak untu Ahok terpilih lagi sebagai Gubenur. Mungkin bisa saja waktu akan menjawab bahwa Ahok lebih diperlukan di tempat lain yang lebih daripada sekedar Gubernur.

Ahok benar-benar kalah, tetapi dengan terhormat dan tidak kehilangan reputasi serta integritasnya. Dia sudah menjadi tokoh kenamaan. Justru Ahok nantinya akan diuntungkan karena  waktu selalu akan membuktikan dan sejarah adalah hasilnya. Anies Sandi harus bekerja ekstra. Sebab waktu yang tidak lama akan segera membuktikan siapa dia dengan janji-janjinya.

Silahkan ikuti ulasan lain di https://seword.com/author/junaidi/

Salam Indonesia Jangan Diam

 

Share.

About Author

Reformis, Analis, Pecinta Sejarah, & Humoris

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage