Ditahan Bersama di Mako Brimob, Ahok Bakal Khilaf, atau Alfian yang Insaf?

Ditahan Bersama di Mako Brimob, Ahok Bakal Khilaf, atau Alfian yang Insaf?

154

Sempat dibebaskan dari rumah tahanan oleh lembaga hukum, Alfian Tanjung yang harusnya sudah menjadi orang bebas alias free man, bukan preman, malah ditangkap lagi oleh pihak kepolisian. Awalnya saya sempat sedih karena ia dibebaskan setelah sebelumnya benar-benar terbukti bahwa dirinya memfitnah 80 persen kader PDI berbaiat kepada PKI.

Alumni presidium angka togel 212 ini harus dibuat kecewa dan di-PHP oleh pihak kepolisian. Beberapa langkah setelah ditendang dari rutan Surabaya, ia malah dijemput oleh polisi dan dibawa ke Mako Brimob Depok. ‘Manusia ini’ tersangkut kasus dugaan ujaran kebencian. Bahkan ia menuding-nuding bahwa orang dekat Presiden Joko Widodo adalah PKI.

Dalam akun twitternya, ia jelas-jelas mengatakan bahwa 8 5 persen kader PDIP adalah kader PKI. Aneh-aneh saja. Majelis hakim yang menerima eksepsi pun harus nya kita telisik, sejauh mana kedekatan majelis hakim dengan Alfian Tanjung, sampai-sampai eksepsi ini dapat diterima.

Di Surabaya, Alfian diadili terkait ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya tentang PKI, partai yang sudah mati bertahun-tahun di Indonesia. Isu mengenai mimpi kebangkitan partai PKI memang cukup seru digoreng, untuk menurunkan elektabilitas Jokowi.

Penghancuran karakter Jokowi selama ini memang sudah kelewatan, apalagi sampai membawa-bawa nama PKI, yang memang terbukti mengundang banyak sekali simpatisan dadakan untuk menghantam telak presiden RI yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia. Sungguh sangat tidak dapat dibayangkan jika kita harus melihat bagaimana peliknya keadaan Jokowi.

Seolah-olah gerakan-gerakan Pak De sangat dibidik sedemikian rupa oleh musuh-musuh politiknya. Sebut saja Jonru, Alfian Tandjung, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan beberapa kader partai sebelah. Apapun yang dikerjakan, dibidik dan siap dihantam oleh para petinggi partai, kecuali Jonru dan Fahri yang tidak berkait dengan partai apapun.

Alfian Tanjung akhirnya dipindahkan ke Rutan Mako Brimob. Di sana ia akan bertemu dengan Ahok, seorang terpidana dua tahun karena dianggap oleh majelis hakim yang (katanya) terhormat, terbukti menista agama dengan ucapannya. Vonis yang masih dianggap kurang oleh para laskar, ternyata memang efektif membuat Ahok semakin bercahaya di dalam sel.

Jika saya ingin memberikan ilustrasi, kebenaran itu ibarat sebuah balon. Semakin liar balon tersebut dimasukkan ke dalam kolam, semakin gila saja balon tersebut akan mengambang. Kita tinggal tunggu saja pembenci-pembenci kelelahan menghina Ahok, dan suatu saat balon terebut akan mengapung lagi di atas air. Permasalahannya, ketika mereka bertemu di Mako Brimob, Ahok khilaf, atau Alfian Insaf? Ini jadi pertanyaan yang serius. Hahaha.

Intinya, tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa Indonesia masih membutuhkan sosok Ahok. Ahok yang begitu rupa dimatikan karakternya oleh para laskar nomor togel, sudah berhasil membuka mata kita lebar-lebar. Pendirian legacy yang sangat mantap ini, akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Maaf saya terinspirasi banyak lagu-lagu Sheila on 7.

Ahok sekarang sedang melengkapi diri sedemikian rupa untuk menjadi sebuah ikon negara ini. Ia sudah menjadi lebih dari sekadar tokoh regional. Ia adalah tokoh nasional, karena sorotan dunia terhadap dirinya sudah sangat masif. Banyak simpatisan Ahok yang sampai saat ini tidak patah semangat di dalam mendukung Ahok.

Tidak berlebihan jika kita menyebut para penggemar buka lagi fans melainkan loyalis. Fans dan loyalis memiliki dua karakter yang berbeda. Fans itu sifatnya sementara, sedangkan loyalis lebih permanen dan tetap ada di hati. Ahok memiliki terlalu banyak loyalis.

Sudah umum jika seseorang yang kalah, akan segera kehilangan penggemarnya. Namun lucunya di Indonesia, seorang yang kalah seperti Ahok, malah diingat dan semakin didukung oleh para loyalis-nya, dan Anies yang adalah ‘pemenang’, malah dilupakan oleh para fans-nya. Ini adalah keunikan Ahok sebagai tokoh nasional. Lantas bagaimana dengan ustadz ‘delusional’ PKI, Alfian Tanjung yang bertemu Ahok di Mako Brimob? Pertanyaannya apakah Ahok yang khilaf, atau Alfian yang insaf? Mohon bantuan pembaca Seword untuk menjawabnya di kolom komentar Disqus berikut dengan penjelasan-penjelasan yang mengedepankan logika dan bukan fitnah.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca Seword ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/09/07/12435811/alfian-tanjung-ditahan-di-mako-brimob

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage