Et Dah, Yayasan IDC Embat Sumbangan Untuk Keluarga Almarhum Yang Dibakar

Et Dah, Yayasan IDC Embat Sumbangan Untuk Keluarga Almarhum Yang Dibakar

413

Siti Zubaedah, istri almarhum Muhammad Al Zahra, pria yang dibakar massa karena dituduh mencuri Amplifier di mushala Al-Hidayah di Bekasi

Anda masih ingat Muhammad Al Zahra alias Zoya, pria yang dibakar massa karena dituduh mencuri Amplifier di mushala Al-Hidayah di Bekasi? Kini istri almarhum, Siti Zubaedah, hanya mampu menelan ludah pahit (Baca: makan angin doang) karena sampai detik ini belum menerima sepeserpun sumbangan masyarakat umtuk dirinya yang disalurkan melalui Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC).

Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC) diketahui telah menggalang dana untuk keluarga almarhum dan dana yang terkumpul mencapai Rp 651.582.000. Ini angka yang bukan sedikit loh.

Siti Zubaedah, istri almarhum, sampai detik ini belum menerima sumbangan 1 rupiah pun dari Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC) itu, kecuali pada tanggal 13 Agustus 2017, Siti Zubaedah diundang IDC ke Islamic Center Bekasi untuk menerima secara simbolik bantuan yang disumbang masyarakat melalui Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC).

Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC) juga menjanjikan akan membelikan sebuah rumah di Bekasi. Boro-boro dapat rumah, sampai detik ini Siti Zubaedah belum menerima sepeserpun uang sumbangan masyarakat sebesar Rp 651.582.000 dari Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC).

“Dari pihak IDC (janji) memberikan saya rumah di daerah Pebayuran (Bekasi). Orang IDC yang ngurus-ngurus. Katanya mau direnovasi dulu rumahnya,” ujar Siti Zubaedah dengan polosnya.

Siti Zubaedah mengaku tidak tahu menahu perihal penyerahan sumbangan dari masyarakat untuk dirinya melalui Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC). Yang Siti Zubaedah tahu, ada sumbangan dan semuanya diurus oleh pihak IDC, termasuk rumah yang mereka janjikan.

Yang konyolnya lagi, Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC) bilang bahwa uang sumbangan masyarakat buat keluarga korban akan diinfaq kepada yayasan sebesar Rp 400 juta dimana yang sisanya Rp 250 juta akan dibelikan rumah buat Siti Zubaedah.

Enak banget ya, padahal itu uang yang Rp 651.582.000 itu bukan uangnya Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC), akan tetapi murni uang sumbangan dari masyarakat yang diperuntukan buat keluarga korban yang tewas dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier masjid di Bekasi.

Yang jelas uang Rp 651.582.000 itu hak sepenuhnya istri korban. Masa Yayasan ambil untungnya gede banget, porsinya lebih gede dari haknya si penerima sumbangan dari masyarakat. Tega banget. Kalau mau infaq, mbok ya porsinya harus lebih kecil dong dari hak yang sepatutnya diterima oleh penerima sumbangan.

Saya tidak tahu apakah ini masuk dalam ranah dan domain Otoritas Jasa Keuangan atau bukan, tapi saya berharap pemerintah (mungkin Departemen Sosial?) segera turun tangan untuk menangani masalah yang memiriskan hati ini.

Masa haknya orang diambil porsi yang lebih gede dengan dalih infaq untuk Yayasan, sementara yang lebih berhak menerima sumbangan justru dapat lebih sedikirlt, itupun bukan uang tunai, akan tetapi cuma dibeliin rumah doang yang masih sebatas janji ckckckck….

Ini pelajaran bagi masyarakat yang memberi sumbangan, lain kali hati-hati dan mikir dua kali kalau ada Yayasan bertamengkan agama yang mengeksploitasi bencana atau tragedi kemanusiaan plus ditambah dengan bumbu-bumbu kata-kata yang menyayat hati dan jualan ayat. Lebih baik berikan sumbangan Anda langsung kepada yang bersangkutan atau kepada otoritas yang resmi dan dapat dipercaya.

Memang enak sih nyari duit di negara ini dengan berharap ada tragedi kemanusiaan, bencana alam, dan lain sebagainya. Tinggal nyari kardus sama spidol, lalu nulis besar-besar di kardus itu “SUMBANGAN KEMANUSIAAN BUAT BLA BLA BLA”. Setelah itu pakai pakaian yang ada atribut simbol keagamaan sambil berdiri di pinggir jalan, masuk tuh barang.

Kalau dirasa kurang pemasukan, tinggal naik dari satu angkot ke angkot lainnya lalu berpindah-pindah dari satu Metro Mini ke Metro Mini lainnya sambil pasang muka suci dan jualan ayat dengan harapan mendapatkan sumbangan yang banyak. Disatu sisi para penyumbang menyumbang dengan tulus, walaupun hanya lima ribu, sepuluh ribu atau dua puluh ribu rupiah, tapi uang sumbangan yang terkumpul dari ratusan orang, atau bahkan ribuan orang, entah ngacir kemana.

Semoga para anggota wakil rakyat yang terhormat yang duduk manis di Senayan sana segera kerja dengan merumuskan Undang-Undang tentang sumbangan, baik itu secara perorangan, Yayasan, maupun secara korporasi. Jangan cuma sibuk bantai KPK doang.

Kalau sudah ada Undang-Undang yang mengaturnya, artinya pemerintah harus segera turun tangan membasmi praktik penipuan secara terselubung dengan kedok sumbangan kemanusiaan bertopengkan agama. Kura-kura begitu.

Tautan Referensi: http://www.metrotvnews.com/amp/ZkePj0rb-dana-idc-tak-mengalir-ke-keluarga-almarhum-zoya

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage