Pattimura Bukan Kristiani, Melainkan Muslim yang Taat? Sini Saya Lapis

Pattimura Bukan Kristiani, Melainkan Muslim yang Taat? Sini Saya Lapis

181

Thomas Matulessy, Pahlawan Nasional Indonesia asal Maluku, yang juga dikenal sebagai Kapitan Patimura

Kelakuan manusia-manusia kaum bumi peang golongan otak setengah ons kurang sekolah tapi lihai bermedsos ria memang tidak jauh-jauh dari prilaku yang bikin perut ini jadi mules akibat ngakak yang tidak berkesudahan.

Mulai dari Gajah Mada yang dibilang seorang muslim dan nama aslinya Gaj Ahmada, sampai Napoleon Bonaparte pun dibilang seorang muslim dan berasal dari Makassar. Edan.

Akibat menyebar Hoax bahwa Gajah Mada adalah seorang Muslim yang nama aslinya Gaj Ahmada, Dirjen Kemendikbud, Hilmar Farid, pun sampai angkat bicara dan mempertanyakan bukti apa yang dimiliki sehingga menyebut Mahapatih Majapahit Gajah Mada itu beragama islam dan nama aslinya Gaj Ahmada.

Dan yang lebih ngaco lagi, Nyi Roro Kidul, penguasa pantai laut selatan itu, katanya sudah naik Haji dan namanya telah berganti menjadi Hajjah Siti Syarifah.

Bagaimana mungkin makhluk halus yang hanya mitos itu dibilang sudah naik Haji ke tanah suci di Mekkah Arab Saudi? Dia ke Mekkah naik apa? Garuda Airlines atau Emirates Airlines? Apa dia tahu cara pakai Seat Belt?

Kalau memang benar Nyi Roro Kidul naik Haji apa dia tidak kejet-kejet kelojotan sambil teriak panas, panaass, panaasss, secara dia itu makhluk halus roh jahat.

Benar kata Presiden Jokowi, bangsa lain sudah mikirin soal luar angkasa, tapi bangsa kita masih berkutat dengan hal-hal konyol yang beginian.

Yang terjadi sekarang malah justru makin parah. Di dunia perhoaxan saat ini sepertinya sedang ngetrend mengislamkan tokoh-tokoh kafir. Lama-lama Ken Arok juga dibilang nama aslinya Khan Ar Rauq, Santa Klaus menjadi Hassan al Ikhlas, Shakespeare menjadi Shaikh al Safir.

Bahkan tidak menutup kemungkinan juga nanti Karl Marx pun disebut sebagai seorang muslim yang nama aslinya adalah Syaikh Khair El Marq, Batman menjadi Bahman Al Gattam City, Gal Gadot pemeran Wonder Woman yang asal Israel itu juga nanti dibilang nama aslinya Gal Al Khatath wkwkwk.

Ternyata menjadi gila itu gampang. Sudah pada pekok semuanya di media sosial. Benar kata orang-orang muslim bukan kaum bumi datar, yang kafir diislamkan, yang Islam malah dikafir-kafirkan. Sungguh aneh tapi nyata.

Sekalipun norak, namun jangan dianggap enteng. Suatu kebohongan jika dinyatakan secara berulang-ulang dan terus menerus dengan masif dan terencana suatu saat nanti akan dianggap sebagai suatu kebenaran. Sudah banyak bukti yang terjadi, apalagi ini sejarah bangsa yang sengaja diputarbalikan dan dikabur-kaburkan. Bisa kena hukuman pidana.

Entah dari mana ceritanya pahlawan nasional Indonesia bernama Pattimura yang asal Ambon itu, lahir di pulau Saparua pada tanggal 8 Juni 1783, disebut sebagai seorang ulama muslim yang taat.

Melalui kesempatan ini, saya akan menguliti Hoax yang sangat tidak bermutu itu. Pattimura itu nama aslinya Thomas Matulessy. Ia adalah Pahlawan nasional Indonesia yang gigih berjuang melawan Belanda. Ayah Pattimura bernama Frans Matulessy dan ibunya bernama Fransina Tilahoi.

Sedangkan nama Thomas Matulessy adalah nama Baptis yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Sebagai informasi, nama Thomas adalah tokoh dalam Alkitab. Ia adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang tidak percaya kalau tidak melihat langsung.

Itulah sebabnya ketika Yesus bangkit pada hari ketiga setelah mati di atas kayu salib, Thomas tidak langsung percaya begitu saja bahwa orang yang mendatanginya itu adalah Yesus gurunya. Sampai-sampai Yesus pun akhirnya menunjukkan bekas luka di telapak tangannya yang dipaku diatas kayu salib, baru dia percaya.

Anyway, apapun klaim sepihak para kaum bumi peang itu yang mengatakan bahwa Thomas Matulessy bukan seorang Kristiani melainkan seorang muslim yang taat, pertanyaan saya pentingkah agama yang dianut para pahlawan bangsa? Cetek amat pola berpikir ya.

Mau Islam kek, mau Kristen kek, mau Hindu kek, Budha kek, pokoknya Thomas Matulessy itu adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang telah berjuang mati-matian dengan darah dan air mata untuk melawan penjajahan Belanda, sehingga Anda dan saya saat ini bisa bebas bermedsos ria. Sudah titik.

Agama hanyalah wadah dan sarana untuk membuat manusia menjadi baik dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini dan berjalan diatas koridor nilai-nilai kebenaran sesuai ajaran Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan menjadi Islam atau Kristen tidak membuat seseorang akan masuk surga atau neraka, melainkan perbuatan baik dan iman seseorang.

Intinya, dasar dari segala sesuatu adalah pembuktian, bukan katanya, kata dia, kata orang itu, kata mereka dan lain sebagainya. Ibaratnya celana dalam (maaf) yang saya kenakan merknya A, lalu ada orang lain yang dengan begitu yakinnya mengklaim bahwa celana dalam yang saya kenakan itu merknya B.

Padahal yang tahu celana dalam saya itu merknya A atau B atau C hanya saya pribadi atau pacar saya (itupun kalau saya mengijinkannya untuk melihat celana dalam saya). Lantas darimana para kaum bumi peang itu bisa mengklaim dan begitu meyakini bahwa merk celana dalam yang saya kenakan itu sesuka hati mereka?

Kura-kura begeto.

***

Tautan Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pattimura

https://news.detik.com/read/2017/06/18/081825/3534283/10/kemendikbud-penulis-gaj-ahmada-punya-bukti-apa

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage