Johannes Marliem Meninggal, Marzuki Alie: Makanya Jangan Jadi Saksi Kunci

Johannes Marliem Meninggal, Marzuki Alie: Makanya Jangan Jadi Saksi Kunci

167

Tidak ada empati dan simpati bahkan etika dari komentar yang disampaikan oleh mantan Ketua DRP 2009-2014 yang juga adalah politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie. Marzuki yang juga termasuk dari kumpulan orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus mega korupsi E-KTP, memberikan komentar tidak sedap atas meninggalnya Saksi Kunci kasus E-KTP, Johannes Marliem.

Berikut komentarnya..

Makanya jangan jadi saksi kunci, lebih baik jadi saksi nikah sajalah, bisa mencuri doa.

Kometar miring dan sinting dari Mazuki ini sontak membuat netizen berang. Mereka pun menghujani Marzuki dengan komentar-komentar beragam..

Berikut komentar-komentarnya..

Taubat pak,agama islam memerintahkan “bertolong2anlah km dlm kebaikan dan jgnlah km bertolong2an dlm kejahatan”. Ini ayat Alqur’an pak,sadar

Bukan masalah menjadi saksi nikahnya dan mencuri doa juga baik. Tp anda tidak peka ada saksi kunci kasus besar yg meninggal, itu poin saya.

Kode itu, dari pa zuki buat koruptor lain di kasus e ktp supaya tutup mulut, kalau tidak…

Maaf Pak, ga lucu. Orang seperti bapak ternyata tidak tau Etika. Orang meninggal malah dibecandain. Rendah sekali anda 🙂

Ada orang mati, kemungkinan dibunuh, dan politisi senior, pernah jadi Ketua MPR, komentarnya seperti ini..

Mengerikan memang etika dan kesantunan para elit politisi Partai Demokrat. Marzuki ini bahkan levelnya adalah mantan Ketua DPR, tetapi cara berpikir dan ucapannya tidak ada yang terhormat-terhormatnya sedikitpun. Kalau tidak bisa bicara baik, mendingan diam saja dan tidak usah beri pendapat terkait hal ini.

Komentar Marzuki ini jelas-jelas mencederai etika yang dijunjung tinggi di negeri ini. Pernyataan Marzuki tidak lah pantas diucapkan dalam kapasitasnya, apalagi dia pun adalah seorang yang diduga terlibat dalam kasus ini. Pernyataan Marzuki ini bisa mengindikasikan banyak hal. Salah satunya adalah apakah Marzuki sedang menyatakan ini menjadi sebuah peringatan kepada saksi kunci lain??

Seperti yang disampaikan oleh akun berikut ini Kode itu, dari pa zuki buat koruptor lain di kasus e ktp supaya tutup mulut, kalau tidak…

Benarkah memang ini sebuah ancaman yang ditebar melalui guyonan?? Apakah dengan kata lain Marzuki sedang mengatakan kepada Johannes Marliem, “Rasain Loe..”?? Apakah Marzuki juga akhirnya senang karena saksi kunci berhasil dimatikan?? Marzuki bisa saja membantah, tetapi kecurigaan-kecurigaan seperti ini wajar muncul.

Pembelaan apapun tidak akan bisa menghapus pernyataan nyelenh Marzuki ini. Apakah dia hanya sekedar bercanda atau ini adalah sebuah keseriusan pernyataan menyindir Johannes Marliem yang adalah seorang saksi kunci.MAKANYA JANGAN JADI SAKSI KUNCI!!

Benar-benar menyedihkan melihat pernyataan Marzuki ini. Saya pun jadi akhirnya memahami bahwa benar memang Partai Demokrat ini hanya menghasilkan kader-kader yang mulutnya busuk dan hatinya jauh dari rasa empati dan beretika.

Padahal kalau mau dirunut lagi ke belakang, Johannes Marliem pun tidaklah mau namanya dipublikasikan dengan sangat massif sebagai saksi kunci. Tetapi ini adalah kekeliruan yang dilakukan oleh pimpinan KPK dan juga sebuah media yang mewawancarainya.

Berikut curhatan Johannes yang dikutip dari sini..

“Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam,” ujarnya.

“Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media. Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul,” imbuh Marliem mengomentari bocornya kepemilikan rekaman pembicaraan terkait pembahasan proyek e-KTP.

“Jadi tolong jangan diplintir lagi. Saya tidak ada kepentingan soal rekaman. Dan ada rekaman SN (Setya Novanto) atau tidak, saya juga tidak tahu. Namanya juga catatan saya,” ucap Marliem.

Jadi, jangan asal komentar tanpa tahu kebenarannya. Johannes pun kecewa karena dia disebutkan dengan frontal sebagai saksi kunci dan punya barang bukti 500 GB. Hal yang membuat dirinya terancam dan kini harus mengakhiri hidupnya. Apakah ini karena keinginann Johannes??

Saya berharap, suatu saat Marzuki ini kena batunya. Dan saya akan membalas dengan pernyataan.. “MAKANYA KALAU JADI KETUA DPR ITU JANGAN MALINGIN UANG RAKYAT!!”.. Semoga KPK segera tangkap orang ini..

Salam Karma!!

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage