Jokowi Menguak Papua! Prabowo Bisa tidak?

Jokowi Menguak Papua! Prabowo Bisa tidak?

198

Melihat beberapa video di youtube yang memperlihatkan bagaimana Jokowi membuka dan membangun Provinsi Papua, I got goosebumps! Alias merinding!

Bagaimana tidak, berpuluh-puluh tahun lamanya Papua menjadi pulau yang terisolasi. Daerah yang dibuka oleh Pemerintah hanya wilayah dimana Freeport berlokasi. Itupun Freeport yang mengerjakan. Berpuluh-puluh tahun, Pemerintah Pusat mengirim banyak tentara ke Papua untuk menjaga keamanan dari serangan suku pedalaman.

Heran kan? Padahal Papua itu masih bagian dari Indonesia!

Sejak jaman Soekarno sampai jaman Susilo Bambang Yudhoyono, Papua hampir bisa dikatakan tidak pernah disentuh, apalagi dikunjungi. Hanya pada tahun 1999, Pulau Irian Jaya mengalami pemekaran menjadi 2 provinsi, yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat, setelah itu tidak ada lagi cerita.

Ya memang tercatat beberapa kali SBY mengunjungi Papua, dan kalau kita baca sejarah, SBY memberikan PR 3 agenda pada Jokowi mengenai pembangunan di Papua. Namun, sampai SBY lengser, kondisi Papua tetap tidak berubah. Harga-harga masih sangat tinggi, pembukaan lahan masih sangat kurang dan suku-suku pedalaman masih semangat berjuang melawan pemerintahan untuk membentuk Negara Papua Merdeka.

Sampai pada tahun pertama Jokowi menjadi Presiden, isu keinginan rakyat Papua untuk merdeka masih sangat digaungkan.

Namun hari ini, semuanya sudah berubah total!

Pada tanggal 17 Agustus 2016, 300 anggota kelompok sipil bersenjata, Organisasi Papua Merdeka yang selama ini melakukan perlawanan membentuk Negara Papua Barat turun gunung dan merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 71 tahun oleh Pemerintah Puncak Jaya Papua. Mereka membacakan ikrar untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo mengatakan bahwa adalah kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Jendral Goliat Tabu menyebabkan terhambatnya pembangunan didaerah pengunungan tengah. Karena kelompok sipil bersenjata ini kerap kali melakukan aksi teror kepada aparat keamanan dan masyarakat serta pengusaha.

Boni Telenggen, mantan pimpinan sipil bersenjata menyatakan ingin bergabung dengan NKRI dan siap membantu dan mendukung pembangunan di tanah Papua. Hal ini mereka lalukan setelah melihat pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini. Pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pemekaran kampung.

Proyek TransPapua adalah satu gebrakan Jokowi yang nyata untuk rakyat Papua. Ini tantangan terbesar di Indonesia, daerah isolasi yang sangat sulit untuk dbuka. Dikerjakan bersama-sama antara TNI, Kementerian PU dan Pemerintah Daerah terobosan-terobosan yang luar biasa mereka lakukan. Jokowi menguak pengunungan dengan membuka jalan sepanjang 280 kilometer yang dibangun diatas pegunungan.

Ini proyek gila tapi nyata! Rakyat Papua sangat berterima kasih yang sedalam-dalamnya walaupun proyek belum selesai seluruhnya. Buat mereka, dibukannya jalan-jalan dipegunungan memudahkan dan memedekan waktu untuk berjalan dari gunung menuju pantai.

Gebrakan kedua Jokowi untuk Papua adalah kebijakan satu BBM harga!

Pertamina mengatakan, jika Jokowi bersikukuh menetapkan kebijakan ini, Pertamina akan mengalami kerugian sebesar Rp 800 miliar pertahun, namun Jokowi tidak peduli. Menurutnya ini bukan masalah untung dan rugi tapi ini masalah keadilan sosial bagu seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi berharap, selain alasan keadilan sosial, penurunan harga BBM ini akan memacu pertumbuhan ekonomi disemua wilayah di Papua.

 

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menilai kebijakan satu harga BBM yang dicanangkan Jokowi sebagai langkah yang luar biasa. Dirinya sangat mendukung upaya luar biasa dari Presiden karena itu bisa mengurangi ketimpangan, mendorong kemakmuran di Papua.

Sementara Dwi Soetjipto selaku Dirut Pertamina mengatakan, “Kami sudah menyiapkan program Papua satu harga. Kalau semua sudah satu harga, ini akan merangsang investor untuk masuk ke Indonesia”

Dengan dua gebrakan gila ini, Jokowi masih tetap minta maaf pada rakyat Papua karena sampai hari ini, beliau masih belum berhasil menurunkan harga semen. “Yang ini belum berhasil karena jurusnya belum ketemu. Tapi saya meyakini, insya Allah itu juga akan sama harganya”.

Untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, tahun 2017 ini Jokowi akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan sosial yang pada tahapan awal akan difokuskan pada 3 sektor penting:

  1. Reforma agragria dan re-distribusi asset
  2. dibidang akses keuangan, akses permodalan
  3. peningkatan pembangunan sumber daya manusia

Mengikuti pidatonya Jokowi mengenai ketiga hal diatas, benar-benar membuat kepala saya hampir pecah karena ide-ide gilanya dia. Saya share disini link youtubenya, silahkan menonton dan mendengarkan sendiri, ini benar-benar sesuatu yang cukup mencengangkan dan saya tidak yakin hal seperti ini bisa terpikir dan dilakukan oleh Presiden sebelum dan setelahnya.

Video terakhir yang saya lihat berjudul “Setelah 60 tahun, rakyat Halmahera Tengah akhirnya bertemu Presiden Indonesia”. Ada percakapan menarik antara Presiden dan penduduk mengenai perlunya dibangun sebuah Bandara di Halmahera dan di penduduk dengan polosnya mengatakan, “Pada tahun 2005 sudah direncanakan, sudah digusur tapi kemudian dibiarkan, akhirnya kembali menjadi hutan”. Jokowi tersenyum dan menjawab  singkat, “Bagus dong kalian jadi punya hutan lagi”. Sebuah sindiran yang mengena untuk seseorang.

Share.

About Author

Pendukung Pemerintahan yang SAH! Muslim yang mendukung Ahok dan Jokowi. Warga Negara yang mencintai Negerinya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage