Ketika Ahok Bantah Irene, Saudara Memfitnah!!

Ketika Ahok Bantah Irene, Saudara Memfitnah!!

85

Tribunnews.com/Wahyu Aji Irene Handono.

Siapa sih yang tidak marah dan kesal ketika dilaporkan oleh seseorang dengan sebuh fitnah yang tidak benar. Bahkan meski sudah disumpah dengan Kitab Suci, fitnah pun tetap saja terjadi. Ahok pun tidak tahan lagi dan membantah kesaksian Irene Handono, saksi pelapor yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan nada tinggi.

“Saudara saksi memfitnah,” ujar Ahok.

Pernyataan Ahok ini disampaikannya ketika Irene menyebutkan hal-hal yang tidak benar. Mulai dari Ahok dituduh akan merobohkan Mesjid, Tidak boleh menggunakan monas untuk acara keagamaan umat muslim padahal Paskah boleh, sampai yang paling parah adalah menuduh yang hadir di Pulau Pramuka pada saat Ahok menyebut Al Maidah 51 adalah anak buah Ahok.

“Ada tokoh masyarakat, anggota DPR, anggota DPRD, tokoh masyarakat. Saya tidak terima,” ujar Ahok.

Fitnahan hebat yang dilakukan Irene ini parahnya dilakukan dalam persidangan yang telah diikat dengan aturan hukum dan bahkan disumpah dalam agama. Dua hukum sekaligus dilanggar Irene. Entah bagaimana dengan fitnah yang disampaikan meski sudah disumpah dengan Kitab Suci, tetapi fitnah yang sudah diikat dengan ketentuan hukum akan segera dilaporkan oleh Kuasa Hukum ahok.

Hal-hal tidak benar terus saja disampaikan oleh saksi-saksi pelapor kasus Ahok. Disumpah dengan Kitab Suci tidak juga meluruskan dan membenarkan sikap dan ucapan mereka. hal seperti ini harusnya menggerakkan FPI sebagai sang pembela Islam dan Al Quran. bayangkan saja mereka bisa memkfitnah meski sudah disumpah, perbuatan yang sangat menistakan Kitab Suci.

Kembali ke pokok permasalahannya, Sidang Ahok kali ini, fitnah dan kebohongan memang bertebaran, bukan saja dari Irene, melainkan juga dari saksi-saksi lain. Ada yang melakukan diskusi di WA serta berbeda keterangan di laporan dan BAP (Pedri), ada juga salah tanggal kejadian pidato Ahok (Rasyid Dani). hal ini semakin memperlihatkan tidak jelasnya kasus ini untuk disidangkan.

Jikalau sidang ini diteruskan. maka saya takutnya semakin banyak kebohongan dan fitnah diucapkan. Sesuatu yang bukan saja memperlihatkan buruknya persidangan di negeri ini, melainkan juga tingkah dan perilaku orang-orang yang melabeli diri sebagai orang yang beragama.

Semakin jelaslah mengapa alasan Ahok bahwa agama jangan dibawa-bawa dalam politik. Semuanya menjadi tidak benar dan kemuliaan agama menjadi rusak. Agaman yang seharusnyaa bernafaskna kebenaran dan kejujuran, kini malah dipakai sebagai stempel kebohongan dan fitnah.

Semoga melalui persidangan kemarin dan juga persidangan-persidangan ke depan, rakyat bisa melihat dengan jelas bahwa semua ini hanyalah kepentingan politik penuh fitnah dan kebohongan. Hal yang sangat mencederai Aksi Bela Islam yang selama ini digaungkan. Sadarlah saudaraku jangan sampai terikut terus dalam praktek fitnah dan bohong yang diinisiasi oleh aktor-aktor politik ini.

Salam Fitnah.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage