KPK Tak Perlu Minta Maaf ke Amien Rais Soal Aliran Dana

KPK Tak Perlu Minta Maaf ke Amien Rais Soal Aliran Dana

38

Alkisah majelis hakim Pengadilan Tipikor menilai bahwa fakta persidangan soal aliran dana ke Amien Rais tidak relevan dengan perkara dugaan korupsi Siti Fadilah Supari. Akibatnya sekarang Partai Amanat Nasional meminta KPK bertanggung jawab karena dianggap mencemarkan nama Amien.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut langkah partainya yang terus membela Amien Rais sudah tepat karena yakin mantan ketua MPR itu bebas korupsi. Yandri pun menyebut jaksa KPK telah bertindak kurang ajar dan menyebabkan masyarakat jadi terpecah belah menilai Amien Rais sehingga KPK harus minta maaf ke publik dan khususnya Amien.

“Apa yang disampaikan jaksa KPK itu fitnah keji ke tokoh reformasi!”

“Kami minta KPK klarifikasi gentlemen dan menyampaikan ke publik, terbuka melalui media cetak, elektronik, online dengan terang benderang tak perlu lagi kata bersayap,”

“Kami minta KPK gentle minta maaf langsung ke Amien Rais, keluarga besar PAN dan seluruh rakyat Indonesia. Kalau tak dilakukan, kami kembali bertanya ada apa dengan KPK,”

“Jaksanya harus bertanggung jawab dunia akherat!”

Sumber: https://news.detik.com/berita/3535408/pan-desak-kpk-minta-maaf-ke-amien-rais?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_campaign=cmssocmed

Sejak awal saya punya sikap bahwa Amien Rais cenderung bersih dari skandal korupsi alat kesehatan dengan tersangka mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari. Tetapi bisa jadi Amien Rais tersangkut sebagai orang yang turut menikmati hasil korupsi atau pencucian uang hasil korupsi. Namun ini pun harus dibuktikan dulu.

Sekarang begini, KPK itu hanya mengembangkan investigasi mereka. Ada penyelidikan follow the money untuk mengetahui kira-kira ke mana saja uang hasil korupsi itu mengalir. Tentu mereka melihat transaksi-transaksi keuangan yang dianggap mencurigakan. Aliran uang lewat bank memang sangat mudah dilacak, makanya banyak penjahat dan koruptor yang memilih bertransaksi tunai tidak lewat bank atau lembaga keuangan.

Nah dalam proses follow the money ini KPK menemukan aliran transaksi yang dianggap janggal mengalir ke rekening Amien Rais. Mereka tidak menuding Amien Rais korupsi, itu kesimpulan sebagian masyarakat sendiri. Opini publik yang tidak bisa dicegah. Dan jaksa itu juga tidak ngawur dan tidak bisa disalahkan. Dia menyampaikan temuannya. Dan Amien Rais juga mengakui bahwa ada uang 6 kali masuk ke rekeningnya yang dikirim oleh Sutrisno Bachir. Artinya jaksa tidak berdusta. Terus kenapa harus dipaksa minta maaf?

Wajar kalau kemudian siapa saja yang bertransaksi keuangan dengan Sutrisno Bachir kemudian ditelisik oleh KPK. Ini ibarat kalau ada pejabat yang korupsi kemudian ketahuan ada aliran ke rekening anak, istri, rekanan, teman, dll semua akan diungkap di pengadilan sebagai fakta persidangan. Untungnya penegakan kasus korupsi di Indonesia belum sampai menjamah ke arah sana. Masih fokus pada orang per orang yang melakukan. Di Korea Selatan, anak koruptor bisa ikut terjerat kasus hukum kalau Ia terbukti ikut menikmati.

Nah sekarang justru PAN (dan Amien Rais juga) harus bisa menjelaskan kenapa mereka langsung heboh kalau mereka sendiri merasa tidak ada yang salah atau tidak mengetahui asal-usul uang dari Sutrisno Bachir. Ini yang aneh. Mulai wacana mau bertemu pimpinan KPK sampai akan menghadap ke DPR. Belum lagi tiba-tiba anaknya masuk anggota tim angket DPR tentang KPK.

Dan ini bukan kali pertama nama Amien Rais disebut ikut menerima aliran uang korupsi. Harusnya Amien belajar dari hal itu. Bisa juga ini yang akhirnya memperuncing opini publik tentang berita aliran uang alkes ke Amien. Nama Amien Rais sebelumnya pernah disebut menerima dana non-bujeter DKP Rp 400 juta dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Uang tersebut akhirnya dikembalikan dengan iuran anggota PAN. Lah kalau bersih kenapa takut sampai harus mengembalikan uang segala?

Baca Juga :

#ArtiRamadhan :

 “satu-satunya syarat untuk kejahatan menang adalah orang baik tidak melakukan apa-apa” (Edmund Burke).

Share.

About Author

Berbagi pikiran lewat tulisan.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage