Mantap! Polisi Sudah Kantongi 14 Rekening Transaksi Saracen dari PPATK, Ungkap!

Mantap! Polisi Sudah Kantongi 14 Rekening Transaksi Saracen dari PPATK, Ungkap!

44

Babak pencidukan dan pencydukan, ketercidukan dan tercydukan  para sindikat Saracen sudah hampir selesai. Sekarang tiba saatnya kita menikmati babak pembongkaran dan penelanjangan aliran dana yang terkait dengan sindikat penyebar berita bohong najis tralala dan ujaran kebencian, salah satunya adalah Saracen. Saya cukup meyakini bahwa masih banyak sindikat-sindikat penyebar berita najis tralala dan olala ini.

Rasanya apa yang dilakukan polisi sudah sangat tepat, bidikannya jelas, dan siap menghunuskan anak panahnya kepada jantung Saracen. Mereka melakukan pencidukan big fish alias ikan besar bernama Saracen. Ikan besar yang sudah ditangkap, ternyata memberikan banyak sekali informasi-informasi penting, sepenting silet. Laporan hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK mencatat ada 14 rekening yang berkait erat, se-erat silet, dengan kelompok Saracen.

Bau kentut pun semakin tercium, dengan ditangkapnya seorang yang tidak kena asma, bernama Asma Dewi. Perempuan ini disangkakan dengan tuduhan melakukan transfer senilai 75 juta, yang menurut saya dengan pekerjaan saya saat ini, sangatlah besar. Mungkin 75 juta untuk mereka hanyalah sekecil silet dan seperti angin kentut yang lewat saja.

Namun bagi lebih banyak orang, nilai ini adalah nilai yang sangat fantastis. Kemerdekaan Indonesia saja baru 72 tahun, ini transfer sudah 75 juta, lantas apa hubungannya? Ya memang tidak ada sih. Haha.

Laporan PPATK kepada pihak kepolisian menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh penikmat berita tercyduknya Saracen dan Asma Dewi yang ternyata banyak berselfie dengan orang-orang Gerindra seperti Prabowo, Hashim, anaknya Hashim (hehehe, tahu kan kenapa saya ketawa?). Tidak lupa foto bersama Asma dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Anies Sandi.

Jika ada yang mengatakan “Ah ini hanya kebetulan! Jangan suudzon sama Gerindra”, ya silakan saja. Di sini semua bebas berpendapat. Namun jika ada yang mengatakan “Wah, ada benang merah semuanya nih,” ya silakan juga, Anda sepemikiran dengan saya. Namun ingat, jangan terlalu norak dan lebay, nanti kita yang tercyduck.

Kabag penerangan umum divisi humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa laporan tersebut akan diselidiki lebih dalam, dianalisis, dan dikomparasi dengan alat bukti yang ada.

“Hasilnya nanti dilihat apakah memang seperti dugaan selama ini, memunculkan ada orang yang menyerahkan dalam jumlah tertentu. Nanti bisa dibaca di situ, dilihat dari transaksi… Ini muncul laporan PPATK. Nanti kalau Jasriadi bilang apa, ternyata faktanya begini, lho, dia tidak bisa ngomong apa-apa… Data dari beberapa gigabita yang diperoleh akan dibuka satu-satu. Dikaitkan jadi fakta hukum. Penyidik bisa tentukan apakah ada tersangka lain atau tidak” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Rekam jejak memang sadis, sesadis silet dan memang pada akhirnya hasil forensik digital dan analisis komunikasi pengurus Saracen ini tidak dapat dibuang begitu saja. Dalam pemeriksaan, ketua kelompok Saracen Jasriadi selalu dianggap memberikan keterangan yang berbeda-beda kepada penyidik yang sama. Dengan demikian, kita tahu bahwa Jasriadi benar-benar bermasalah, karena tidak jujur dalam melakukan penjelasan. Tentu saja, ‘keberpihakan’ sudah membutakan Jasriadi. Mungkin orang ini perlu diberi silet? Hehe.

Asma Dewi ada kedekatan dengan Saracen, karena 75 juta itu. Ia diduga mentransfer nilai fantastis itu kepada kelompok Saracen, melalui NS (saya tidak tahu siapa dia), yang merupakan anggota Saracen. Dalam pengembangan perkara, uang tersebut bergulir ke bendahara Saracen bernama R (siapa lagi sih ni orang?) yang juga belum diketahui dan diciduk. Orang-orang ini saya yakin akan segera diciduk dan dihantam sekeras-kerasnya, sekeras silet.

Loh? Melulu Silet? Ini Seword atau acara gosip sih?

Melihat dari perkembangan penyelidikan kasus ini, saya sangat optimis bahwa polisi akan serius di dalam mengurus dan mengusut tuntas hal ini, setajam-tajamnya. Kita tunggu saja semua oknum yang terlibat benar-benar ditelanjangi dan menelanjangi diri sendiri. Kita harus dukung polisi dalam mengusut tuntas hal ini. Indonesia harus jauh dari bau kentut hoax dan isu SARA yang menyayat-nyayat, merongrong, dan merusak NKRI secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca Seword ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

http://nasional.kompas.com/read/2017/09/14/06525461/menanti-terungkapnya-pemesan-saracen-dari-laporan-ppatk

 

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage