Masih SMP Said Didu Sudah Bangga Bakar Sekolah, Ente Lahir Bidannya Siapa?

Masih SMP Said Didu Sudah Bangga Bakar Sekolah, Ente Lahir Bidannya Siapa?

98

Bangsa Indonesia saat ini ada dua golongan, yang satu sibuk membangun bangsa, yang satunya lagi sibuk menghancurkan bangsa dengan bakar sekolah-sekolah tempat anak bangsa menimba ilmu.

Menurut saya Said Didu ini termasuk golongan yang pertama. Sok-sokkan mau keren-kerenan dan makan puji tapi dia tidak pikir efek dari statementnya. Tweetnya hanya tambah bikin memperkeruh suasana saja. Ya beginilah kalau jarak antara otak dan dengkul tidak terpaut terlalu jauh, hasilnya seperti ini. Maaf.

Entah apa yang ada dipikiran orang-orang jenis ini apakah hilang akal atau sakit hati, tapi yang jelas akibat ulah mereka hanya bikin susah banyak orang dan para anak didik. Kasihan mereka, ingin menuntut ilmu tapi sekolah tempat menimba ilmu justru gosong jadi abu.

Saya sih sudah tidak heran lagi dengan kelakuan dan pola berpikir para kaum bumi peang bani Saracen itu. Memang Prabowo Subianto tidak menyuruh membakar ketujuh Sekolah Dasar yang nahas itu, tapi kadernya yang telah terkontaminasi pemikiran radikal di ruang lingkup partai Gerindra membuatnya membakar sekolah dengan tanpa rasa bersalah dan tidak peduli dengan anak sekolah yang butuh tempat yang layak untuk menimba ilmu.

Tipikal orang pecicilan ya begini ini modelnya. Bakar sekolah hanya sebagai sebuah kesenangan belaka dan hal yang biasa-biasa saja. Sebengal-bengalnya anak sekolah, tidak kepikiran bakar sekolahnya sendiri. Mengatakan bakar sekolah adalah hal yang biasa sama saja mengajarkan prilaku radikal terhadap anak sekolah penerus generasi bangsa. Mikir, dong.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kelompok tetangga sebelah itu terdiri dari para psikopat akut dimana alam bawah sadar mereka telah terkontaminasi racun kengawuran untuk berbuat sesuatu yang menyimpang namun dianggap sebagai suatu pembenaran dan hal yang biasa-biasa saja.

Gerombolan Saracen memang hobinya bakar-bakar. Orang lagi sholat dituduh maling amplifier lalu mereka bakar. Itu mereka anggap hal yang biasa. Makanya, hanya orang-orang edan saja yang bisa melakukan itu. Sekolah adalah tempat para tulang punggung bangsa menimba ilmu, bukan kandang wedhus.

Entah disadari atau tidak oleh Said Didu, pernyataannya itu sangat berbahaya dan berpotensi merusak akhlak generasi muda bahwa bakar sekolah adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja.

Pernyataannya Said Didu itu terkesan membela Gerindra dan Prabowo Subianto yang saat ini tersudut sedemikian rupa akibat pembakaran tujuh sekolah dasar di Kalimantan tengah yang dilakukan oleh kader Gerindra. Semua orang juga tahu apa makna dibalik sentilan provokatifnya Said Didu itu. Coba bakar saja kantor Gerindra sekalian, situ berani?

Berpolitiklah dengan sehat demi bangsa dan negara ini. Jangan mengiginkan ketenaran dengan cara jadi penjilat dan ingin dipuji. Jangan ngasal dan asbun kayak orang tak beretika yang kentut tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya. Baunya bikin orang yang tercium mabok dan muntah-muntah, bahkan bisa semaput seketika saking baunya yang menusuk hidung.

Orang waras dan jantan itu bakar barang milik sendiri, jangan bakar milik orang lain, apalagi milik pemerintah. Itu namanya tidak punya empati, merugikan anak bangsa, merugikan negara, merugikan rakyat Indonesia. Coba bakar dulu rumahmu sendiri bagaimana rasanya, masih bisa bilang biasa-biasa saja?

Perbuatan bakar sekolah adalah tindak pidana kriminal,  perbuatan laknat yang tak bisa dimaafkan begitu saja. Pemerintah setengah mati bangun sekolah kok main asal bakar saja dan bilang itu hal yang biasa-biasa saja. Itu sekolahan, bukan kandang ayam.

IQnya Said Didu ini sudah diatas 200 makanya saking pintarnya sampai asal-asalan kalau ngetweet, tidak memikirkan dampaknya nanti seperti apa. Tipikal orang yang tidak bisa dijadikan contoh yang baik bagi generasi muda.

Kalau saya tidak salah, Said Didu ini mantan staf kementerian ESDM, anak buahnya Sudirman Said. Saya ingat dulu si beliau ini konsisten menghembuskan info adanya tenaga kerja illegal saat momen hoax 10 juta TKA China masuk Indonesia. Orang seperti ini, tidak pantas dan tidak layak jadi pejabat.

Masih SMP saja sudah bakar sekolah, ente bidannya siapa? Bagaimana kalau jadi penguasa di negeri ini suatu saat nanti? Bisa-bisa negara ini dibumi hanguskan sama badut yang tak lucu ini.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage