Mengenal Lebih Jauh Tentang Yayasan IDC

Mengenal Lebih Jauh Tentang Yayasan IDC

130

Mungkin kita sebagai orang awam akan bertanya apa itu Yayasan IDC ???

Siapa ‘di belakang” Yayasan IDC ???

Mengapa Yayasan IDC begitu terkenal saat ini ???

Mari kita bahas lebih lanjut siapa dibalik Yayasan IDC ini lebih dalam…

Yayasan IDC (Infaq Dakwah Center) baru-baru ini menjadi buah bibir bagi rakyat Indonesia, khususnya dalam kasus donasi terhadap almarhum Zoya yang dituduh mencuri amplifier beberapa waktu yang lalu.

Yayasan IDC pernah membuka donasi khusus bagi keluarga korban di situs mereka beberapa waktu yang lalu seperti yang bisa dilihat di http://infaqdakwahcenter.com/read/idc/368/tragedi-ampli-berdarah-muhammad-alzahra-zoya-tewas-dibakar-massa-ayo-bantu-keluarga-yatimn

Dari hasil penggalangan dana tersebut, Yayasan IDC berhasil mengumpulkan uang donasi kepada istri almarhum sebanyak Rp 651.582.000. Jumlah uang yang tidak sedikit karena sudah di atas setengah miliar. Tetapi yang membuat miris adalah bahwa istri almarhum belum mendapatkan bantuan nyata, hanya bantuan “simbolis” untuk membeli rumah yang sampai detik ini belum jelas dimana rumah tersebut dan kapan rumah tersebut diserahkan kepada istri almarhum.

Yang lebih miris lagi adalah uang hasil donasi umat Islam tersebut sebanyak 400 juta lebih ‘katanya’ diserahkan kembali oleh istri almarhum kepada yayasan IDC.
Penulis bingung, apakah itu sudah ada kesepakatan sejak awal bahwa istri almarhum akan menyerahkan kembali uang donasi kepada Yayasan IDC sejak awal atau bagaimana ???

Lalu kenapa uang yang “katanya” disumbangkan oleh istri almarhum kepada Yayasan IDC “LEBIH BANYAK” daripada uang yang diterima oleh istri almarhum ??? (Sumber)

Istri almarhum “hanya” mendapatkan bantuan sebanyak Rp 251.582 juta sedangkan Yayasan IDC “mendapatkan” Rp 400 juta ???

Padahal uang tersebut sebelumnya adalah hasil donasi umat untuk istri almarhum, lalu pantaskah jika uang tersebut “diambil” oleh Yayasan IDC sebanyak Rp 400 juta ???

Siapakah “di belakang” Yayasan IDC

Mungkin banyak yang belum tahu siapa orang yang berada “di belakang” Yayasan IDC.

Dari foto berikut ini yang terdapat dalam situs Yayasan IDC :

http://infaqdakwahcenter.com/read/idc/369/tabligh-akbar-damailah-bekasi/

Kita ketahui bahwa Pembina Yayasan IDC adalah Ustadz Fariq Achmad Okbah MA.

Lalu siapakah Farid Ahmad Okbah tersebut ???

Apakah pembaca setia di Seword masih ingat siapa Farid Ahmad Okbah ???

Farid Ahmad Okbah adalah seorang pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan salah seorang Dewan Penasehat situs www.Voa-Islam.com yang pernah diblokir oleh Kominfo karena mempunyai indikasi konten negatif seperti fitnah, provokasi, SARA, penghinaan simbol negara seperti yang diberitakan dalam situs http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170103101914-185-183699/kominfo-blokir-voa-islam-dan-10-situs-sara-lainnya/

Farid Ahmad Okbah juga merupakan salah satu “penggerak” aksi 411 yang lalu. Bagi pembaca setia di Seword yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang sosok Farid Ahmad Okbah, silahkan klik tulisan penulis sebelumnya yang bisa di akses di https://seword.com/politik/benarkah-pendukung-teroris-berada-di-belakang-anies-bagian-3/

Sebuah situs Islam memaparkan tentang “penyimpangan” Farid Ahmad Okbah seperti yang dimuat dalam situs http://liputanislam.com/tabayun/mengenal-dan-mewaspadai-penyimpangan-ustadz-farid-ahmad-okbah/

Jadi Farid Ahmad Okbah adalah dewan Penasehat situs www.Voa-Islam.com yang pernah diblokir oleh Kominfo karena mengandung indikasi fitnah, provokasi dan SARA sekaligus Pembina Yayasan IDC !!!

Waduh, kok bisa ya dewan Penasehat situs SARA jadi pembina yayasan IDC ???

Mungkin ada pembaca setia di Seword yang penasaran ingin mengetahui lebih lanjut hubungan antara situs “radikal” www.Voa-Islam.com dengan yayasan IDC ???

Sebelum penulis membahas hubungan antara situs radikal Voa-Islam dengan yayasan IDC, penulis ingin menyampaikan sebuah informasi bahwa situs voa-Islam.com pernah mengganti domain dari www.voa-Islam.com menjadi www.voa-islam.id setelah diblokir oleh Kominfo sebelumnya seperti yang terlihat berikut ini :

https://m.kiblat.net/2015/11/23/tak-bisa-diakses-voa-islam-pindah-domain/

Tetapi jika saat ini kita membuka situs www.voa-Islam.id maka akan kembali menjadi www.voa-Islam.com. (Silahkan dicoba)

Apakah mereka “MALU” menggunakan .id atau apalah alasannya mereka tetapi yang jelas situs mereka sudah seperti yang dulu yang beralamat di www.voa-Islam.com

Hubungan Antara Yayasan IDC dengan Voa-Islam.com

Jika penulis sudah membahas sekilas tentang sosok Farid Ahmad Okbah yang merupakan dewan Penasehat situs voa-Islam sekaligus pembina yayasan IDC, lalu apakah ada hubungan lainnya antara situs Voa-Islam.com dengan Yayasan IDC ???

Mari kita lihat alamat redaksi situs www.voa-Islam.com tersebut.

Dari link redaksi situs Voa-Islam :

http://www.voa-islam.com/about#sthash.aa9PfiBf.dpbs

Kita dapat informasi bahwa alamatnya berada di Jalan Veteran 48A, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Lalu mari kita bandingkan dengan alamat yayasan IDC :

http://infaqdakwahcenter.com/

Dari link situs Yayasan IDC di atas, kita dapat informasi bahwa alamat kantor Yayasan IDC adalah di Jalan Veteran 48 (disamping mesjid Agung Al-Barkah, Bekasi).

Kenapa mirip ya alamat keduanya ???

Alamat redaksi situs www.Voa-Islam.com beralamat di jalan veteran No. 48 A, Bekasi

Alamat Yayasan IDC juga beralamat di jalan veteran No. 48, Bekasi

Tetapi ketika penulis cek alamat jalan veteran No. 48, Bekasi, yang ketemu malah alamat Yayasan An-Najahul Islami seperti yang terlihat berikut ini :

https://www.google.co.id/search?client=safari&hl=en-id&q=An-+Najahul+Islami+Kota+Bks,+Jawa+Barat+17141&ludocid=9518692637830720678&sa=X&ved=0ahUKEwiD99-Bm6HWAhXEto8KHaLzAdQQoAIIJDAA&biw=768&bih=928

Begitu juga ketika penulis cek alamat alamat jalan veteran No. 48 A, Bekasi, juga ketemu nama Yayasan An-Najahul Islami tetapi alamatnya adalah jalan veteran No. 48, Bekasi seperti yang terlihat berikut ini :

Dari hasil pelacakan alamat di atas, bahwa tidak ada alamat jalan veteran No. 48 A, Bekasi tetapi yang ada adalah jalan veteran No. 48, Bekasi dan alamat itu tercatat atas nama An-Najahul Islami !!!

Lalu kenapa situs www.voa-Islam.com menggunakan alamat “palsu” di jalan veteran No. 48 A, Bekasi ???

Apakah itu untuk “mengelabui” rakyat Indonesia karena takut ketahuan jika situs mereka pernah diblokir oleh Kominfo karena mengandung provokasi dan SARA ???

Lalu kenapa alamat yang berada di jalan veteran No. 48 Bekasi, yang muncul adalah nama Yayasan An-Najahul Islami bukan Yayasan IDC di Google ???

Akhirnya cuitan Voa-Islam ini membuktikan bahwa Tim Redaksi situs www.voa-Islam.com, Yayasan An-Najahul Islami dan Yayasan IDC adalah SAMA :

https://mobile.twitter.com/voaislam/status/775563985982676992

Jadi sudah kelihatan siapa “di belakang” Yayasan IDC 😉

Jika Dewan Penasehat situs “radikal” Voa-Islam yang pernah diblokir oleh Kominfo juga menjabat sebagai Pembina Yayasan IDC, apakah ada program dari Yayasan IDC yang “berbau” kekerasan ???

Penulis lalu mengecek beberapa jenis bantuan yang diberikan yayasan IDC. Dan penulis merasa terkejut ketika melihat ada salah satu bantuan dari Yayasan IDC yang bernama sumbangan untuk “Mujahid” seperti yang tertera pada link http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/260/mujahid-eksekutor-pendeta-penghujat-islam-sudah-dioperasi-donasi-disalurkan-tapi-diinfakkan-kembali/

Dari link di atas, yayasan IDC mengatakan bahwa “pembunuh” seorang pendeta Penghujat Islam malah dikatakan sebagai seorang “Mujahid” (pejuang yang membela agama) ???

Jika pendeta tersebut menghujat Islam, bukankah lebih baik dilaporkan ke pihak berwajib bukan malah “dieksekusi” karena itu melanggar hukum. Tetapi pelakunya malah diberikan “bantuan” oleh yayasan IDC ???

Wow, sungguh “mengerikan” jika yayasan IDC memberikan bantuan bagi “pembunuh” seorang pendeta seperti link di atas !!!
Apapun alasannya, menghakimi seseorang apalagi sampai mengeksekusi orang tersebut itu sudah melanggar aturan dan TIDAK PANTAS dikatakan sebagai “Mujahid” !!!

Berikut adalah screen shot postingan Yayasan IDC yang mengatakan “eksekutor” seorang pendeta yang katanya menghina agama Islam sebagai “Mujahid” :

http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/260/mujahid-eksekutor-pendeta-penghujat-islam-sudah-dioperasi-donasi-disalurkan-tapi-diinfakkan-kembali

Sebenarnya, yayasan IDC memberikan banyak bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi ketika penulis melihat bantuan kepada “pembunuh” di atas, penulis jadi berpikir ulang…

Bagaimana menurut para pembaca di Seword ???

Wassalam,

Nafys

Share.

About Author

Seorang Penulis biasa yang menyukai ilmu "forensic data"

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage