Menguak Asma Dewi Pengurus Aksira Bentukan Gerindra, Masih Bantah Main SARA?

Menguak Asma Dewi Pengurus Aksira Bentukan Gerindra, Masih Bantah Main SARA?

534

Seperti biasa dan seperti yang sudah-sudah, Partai Gerindra membantah mengenal foto-foto Asma Dewi yang beredar dan dikait-kaitkan dengan Prabowo Subianto dan juga pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Menurut pengakuan Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid, Asma Dewi tidak ada kaitannya dengan Gerindra.

Sodik Mudjahid mengaku tidak mengenal Asma Dewi, perempuan yang ditangkap karena diduga terkait sindikat penyebar ujaran kebencian, Saracen.Sodik yang adalah Ketua DPP, yang juga adalah anggota Fraksi Gerindra dan juga sebagai anggota Rumah Djoeang relawan Anies-Sandi untuk DKI mengaku tidak kenal dengan Asma Dewi.

Sodik membantah bahwa Gerindra tidaklah mungkin terlibat dalam aksi penyebaran kebencian terkait SARA seperti yang dilakukan Saracen karena Gerindra sangat menjunjung tinggi keberagaman. Hal ini bisa terlihat latar belakang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berasal dari beragam etnis, sehingga tidak akan mungkin berpikir soal Saracen ini.

Gerindra tentu saja berhak menyatakan bantahannya, bahkan berhak juga menyatakan bagaimana perjuangannya sebagai partai yang tidak akan mencederai keberagaman. Tetapi fakta-fakta lapangan menyatakan hal yang sebaliknya. Saracen sangat jelas memiliki penasehat yang sama dengan penasehat SMP relawan pendukung Prabowo di Pilpres 2014.

Lalu kini muncul juga nama Asma Dewi yang adalah alumni 212 yang merupakan bendahara gerakan Tamasya Al Maidah. Asma Dewi, yang menurut pernyataan polisi, melakukan transfer Rp 75 juta kepada pengurus Saracen. Tetapi semuanya itu juga dibantah oleh Gerindra.

Gerindra menunjukkan dirinya adalah sebuah partai yang culas dan tidak bertanggung jawab. Hanya mau terima hasil, begitu ketahuan dan kena cyduk langsung ambil aksi cuci tangan dan lepas tangan. Padahal fakta Asma Dewi dekat dengan orang-orang Gerindra tidak mungkin bisa dibantah.

Apalagi foto berikut ini sangatlah tidak mungkin dibantah oleh Gerindra. Mengaku tidak kenal Asma Dewi merupakan kebohongan paling bodoh bin paling munafik. Berikut adalah fotonya..

https://twitter.com/digembok/status/907757824750399488

Kalau kita melihat spanduknya ini jelas adalah rapat konsolidasi DPP Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya (Aksira). Aksira lahir sebagai bentuk perhatian Gerindra, melihat fenomena yang terjadi di Indonesia. Mulai dari menurunnya nilai nilai kebangsaan dan yang lainnya. Untuk lebih jelas lihat saja langsung kesini.

Lalu dalam rakernasnya hadir juga beberapa pengurus Gerindra dan tentu saja adik tersayang Prabowo, Pak Hasyim. Ini bukti fotonya..

Bukti-bukti ini jelas sekali menunjukkan kaitan-kaitan tidak terbantahkan siapakah Asma Dewi. Gerindra bisa membantah tetapi tidak akan bisa memngelak dari bukti forensik ini (cieee). Masih mau bikti lagi?? Saya kasih deh kliping beritanya bahwa Aksira ini adalah benar-benar Gerindra sejati.

Jadi, kalau Gerindra membantah bahwa Asma Dewi bukan orangnya dan bahkan pimpinan Gerindra membantah mengenal Asma Dewi, maka mereka harus bisa buktikan bahwa Aksira ini bukanlah sayap partai Gerindra. Dan harus buktikan bahwa yang hadir dalam Rakernas Aksira bukanlah Hasyim adek Gerindra seperti pada foto di atas.

Harus bisa juga buktikan bahwa mereka ini bukanlah pendukung utama Prabowo di Pilpres 2019. Padahal sudah jelas-jelas beritanya ada di media maistream. Gerindra harusnya sadar bahwa mereka tidak lagi bisa mengelak dan membela diri telah melakukan politik SARA di Pilkada Jakarta.

Fakta ini jelas tidak akan bisa dibantah dengan teknologi dan ayat sehebat apapun. Jelas bahwa Asma Dewi adalah die hardnya Gerindra. Jadi kalau ada yang mengaitkan Gerindra dengan gerakan Tamasya Al Maidah dan Saracen dengan fakta berikut ini, maka itu bukanlah sebuah fitnah.

Saya pikir hal ini terus harus kita ungkap dan kita sebarkan. Jangan sampai mereka yang culas dan licik serta menghalalkan segala cara ini merusak dan mengobrk abrik Indonesia. Cukup pengalaman di Jakarta dan jangan sampai terulang di daerah lain dan juga di level Pileg dan Pillpres.

Karena itu saya mengajak kita semua untuk terus menyungsepkan partai ini sampai ke titik paling nadir. Supaya jangan ada lagi partai model begini punya suara dan kursi banyak di parlemen. Hukuman para pelaku politik SARA yang paling menghancurkan adalah kekalahan telak di Pileg dan Pilpres.

Ayo maju dan terus bergerak.

Salam Gerindrong.

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage