Minoritas Kecewa Pada Jokowi; Please, Pahamilah Kebijakan Jokowi Kali Ini

Minoritas Kecewa Pada Jokowi; Please, Pahamilah Kebijakan Jokowi Kali Ini

104

Habis di-chat via WA oleh pembaca yang sudah 7 tahun tinggal di Brunei. Saya langsung mewek 😭😭 

Dia cerita bahwa saat duduk-duduk sebelum sholat Jumat, orang-orang sana banyak yang membicarakan masalah pilkada kemarin. Mereka bilang, “Sayang ya Ahok kalah padahal bagus tuh kerjanya. Kawannya nambahi, kalah karena kasus agama. Terus mereka bilang kalau Ahok dan Jokowi terus pimpin Indonesia, bisa kalah tuh Malaysia.”Lalu dia melanjutkan lagi mengenai dirinya, “Dari situ ada kebanggaan dari diri saya setelah sekian lama. Tapi juga terbersit kegetiran dan kepahitan bahwa orang-orang hebat seperti mereka malah dicaci di negeri sendiri. Padahal Brunei yang 100% menggunakan hukum Islam pun mengakui kinerja Ahok.

Mereka bahkan juga tahu kinerja hebat Sri Mulyani 😆. Mungkin tulisan saya ini gak penting banget, aku cuma mau berbagi bahwa orang-orang hebat di negara kita jadi perbincangan positif di negara lain. Sedikit kebanggan untuk kami para TKI 😊

Terima kasih JP, karena sudah berbagi. Semoga ini bisa menyadarkan orang-orang dodol di negeri ini. Tapi lebih dari itu. Saya bangga dengan orang-orang Islam Indonesia yang waras. Jumlah kalian mungkin tidak terlalu banyak. Tapi kalian sangat berharga dan merupakan aset bangsa dan negara. *Hapus air mata

Percayalah, untuk saya pribadi, saya tidak akan pernah berhenti memperjuangkan orang-orang terbaik di negeri ini meski hanya lewat tulisan 😊

Seharian ini saya membaca ada begitu banyak kekecewaan minoritas kepada kebijakan Jokowi terkait Ahok dan tindakan radikalisme di Indonesia. Ahok dihukum tapi yang lainnya dibiarkan bebas meski pelanggarannya bergunung-gunung.

Tahukah kalian apa dampak yang bisa ditimbulkan dengan meladeni orang-orang caper yang hobi bawa-bawa agama di negeri ini? Selain pemerintahan tidak berjalan, keuangan negara juga bisa hanya terbuang si-sia untuk mengurusi mereka yang dibayar oleh tuan-tuannya untuk merecoki pemerintah. Jika Jokowi tidak fokus, banyak janjinya yang tidak akan terpenuhi. Maka tingkat kepercayaan masyarakat padanya bisa menurun. Itulah tujuan utama mereka.

Ingatlah, apa yang dilakukan Jokowi sekarang ini dengan fokus bekerja demi kita semua. Bagi Jokowi, itulah keadilan yang sebenarnya ketika beliau lebih memilih mengurus kepentingan rakyat daripada meladeni orang caper yang mencoba memecah konsentrasinya. Bukankah kita juga berlaku sama jika misalnya memilki haters tapi kita lebih fokus membahagiakan orang-orang yang kita cintai? Itulah Jokowi saat ini.

Bukan karena saya tidak bersimpati kepada minoritas. Karena saya pun minoritas. Tapi karena saya tahu kali ini pakde Jokowi sudah tepat. Menyelamatkan Ahok merupakan pembelaannya kepada minoritas. Karena Ahok bukan sekedar Ahok. Tapi Ahok itu harapan kebhinekaan, bukan hanya harapan minoritas. Ahok ini adalah aset bangsa yang perlu diselamatkan dan dilindungi.

Dengan melihat cerita TKI di Brunei sana, jelas sudah tak penting lagi berbicara mengenai minoritas dan mayoritas di sini. Karena harapan bersama yaitu Indonesia menjadi lebih baik. Itu saja, sudah sangat lebih dari cukup.

Perlu dipahami, pengambilan keputusan itu tidak semudah hanya masalah hitam dan putih saja. Apalagi jika menyangkut kebijakan berbangsa dan bernegara dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan permasalahan yang cukup kompleks. Jadi please, untuk tidak melibatkan sisi emosional di sini.

Saya bisa maklum dengan kebijakan Jokowi. Kenapa? Kira-kira begini penjelasannya:

Jika misalnya solusi A manfaatnya ada 2 tapi kerugiannya ada 5. Sementara solusi B manfaatnya ada 3 dan kerugiannya ada 3. Solusi C manfaatnya ada 5 tapi kerugiannya ada 2. Tentu manfaat di sini menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukan hanya masalah kelompok saja.

Saya yakin pakde Jokowi akan pilih solusi C meski harus mengorbankan kepentingan yang lain atau harus menanggung 2 konsekuensi. Saya tidak bisa blak-blakan mengatakan apa pertimbangan Jokowi dalam hal ini. Karena lebih baik itu menjadi rahasianya. Karena Jokowi bisa jatuh ketika strateginya dibongkar ke publik sementara itulah kekuatannya.

Ingatlah, negara Indonesia bisa tahan sejauh ini karena ada peran kaum minoritas yang cukup tegar. Tapi perlu digarisbawahi, minoritas sekarang bukanlah lagi masalah kelompok dengan identitas suku dan agama tapi mengenai orang-orang yang masuk dalam kelompok yang ingin memperjuangkan Indonesia apapun latar belakang agamanya.

Apakah kita juga tidak kasihan melihat teman-teman kita yang Muslim yang berada di garis depan memperjuangkan keadilan dan kebenaran? Mereka itu saudara-saudara kita. Yang perlu kita dukung agar kita makin kuat di tengah gempuran pihak asing yang ingin menghancurkan Indonesia dengan memperalat orang-orang serakah dalam negeri ini.

Jadi mulai saat ini tanggalkan identitas minoritas. Karena kata minoritas itu tidak memberdayakan. Bikin baper, iya. Kita adalah Indonesia dan bangsa besar dengan cita-cita mulianya. Bukan karena identitas kelompoknya. NKRI harga mati.

Sumber gambar: cahaya-artikel.com

Share.

About Author

> Pembelajar Kehidupan > Pakar Do'i > Kekacauan Yang Indah > FB: Meyliska Padondan

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage