Minta Kang Emil Taubatan Nasuha, Emangnya PKS Layak Disembah Seperti Tuhan?

Minta Kang Emil Taubatan Nasuha, Emangnya PKS Layak Disembah Seperti Tuhan?

82

“Emil yang dulu terlalu dekat dengan PKS tapi ternyata demikian. Kami tidak meminta Emil insyaf, tapi taubat saja. Soalnya dulu tiba-tiba tidak ada kabar atau apa. Kalau taubat kan barang kali kami bisa terima juga. Taubatan nasuha tapinya,” kata Ketua Departemen Pembinaan Balegda DPP PKS sekaligus Tim Pemenangan Pilkada Wilayah DPW PKS Jawa Barat, Haris Yuliana.

Dari pernyataan tersebut, ada satu istilah yang sangat menyinggung dan melecehkan dari pernyataan orang PKS ini. Yakni Taubatan nasuha.

Dalam Islam, dari sekian banyak shalat sunnah, dua diantaranya adalah shalat taubat dan shalat taubatan nasuha. Shalat sunnah ini sama dengan shalat pada umumnya, niat shalat taubat, bacaan alfatihah dan surat pendek. Dilaksanakan 2 rakaat atau maksimal 6 rakaat. Bebas dilaksanakan kapan saja, selain waktu yang diharamkan untuk shalat sunnah.

Perbedaan antara shalat taubat dan taubatan nasuha hanya ada di niat. Bagi umat Islam, mereka yang berani berniat taubatan nasuha berarti sudah benar-benar merasa siap, 100 persen tidak akan mengulangi dosa-dosa lamanya. Level taubatan nasuha tentu saja di atas taubat biasa.

Di dalam Alquran, surat At Tahrim ayat 8 disebutkan, ya ayyuhal ladzina aamanu, tuubu ilallahi taubatan nasuhaa. Yang artinya, hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).

Dalam tafsir jalalain, taubat nasuha berarti taubat yang jujur, yaitu tidak kembali melakukan dosa dan tidak bermaksud mengulanginya.

Berat memang. Bukan hanya berjanji tidak akan melakukan dosa yang sama di masa lalu, tapi bahkan tidak bermaksud mengulanginya. Inilah kenapa dalam Islam ada dua jenis taubat, dan taubatan nasuha adalah taubat yang paling akhir, wujud komitmen dan keseriusan paling puncak dari seorang hamba kepada Tuhannya. Dan ini bukan hal yang main-main.

Ketika PKS meminta Emil taubatan nasuha

Sampai di sini, pembaca Seword pasti tau tentang sakral dan seriusnya taubatan nasuha dalam ajaran agama Islam.

Pertanyaannya kemudian, kalau Haris Yuliana PKS meminta Emil melakukan taubatan nasuha, bukan taubat biasa, sebenarnya apa kesalahan Kang Emil? Apakah dengan menerima pinangan Partai Nasdem adalah sebuah dosa besar?

Menerima dukungan dari partai politik adalah hal yang dibolehkan oleh undang-undang. Dalam ajaran agama Islam, menerima dukungan baik dari orang lain juga tidak dilarang. Lalu mengapa PKS meminta Kang Emil taubatan nasuha?

Lebih dari itu, istilah taubatan nasuha hanya ada dalam ajaran Islam. Dan itu jelas tertulis di dalam Alquran. Di mana istilah taubatan nasuha hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wataala. Taubatan nasuha tidak bisa dipersembahkan kepada sesama manusia, sebesar apapun kesalahan kita kepadanya. Taubatan nasuha adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan oleh seorang hamba hanya kepada Allah. Sekali lagi hanya kepada Allah. Kita mungkin masih bisa menerima jika ada orang menggunakan istilah taubat dalam arti kata yang universal, tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Tapi menggunakan istilah taubatan nasuha, ini sudah di luar batas.

Kalau kemudian PKS meminta Kang Emil untuk taubatan nasuha, menurut saya ini merupakan pelecehan terhadap agama Islam yang sangat luar biasa menghina.

Memangnya PKS itu apa? mereka hanya partai politik gurem di Indonesia. Apa hak mereka yang kemudian meminta sesama manusia untuk melakukan taubatan nasuha? Menyembahnya 2 rakaat dan istighfar? Memangnya PKS itu setara dengan Allah yang kalau ada orang salah, mereka harus shalat taubatan nasuha?

Saya pikir MUI harus segera mengeluarkan fatwa larangan penggunaan istilah-istilah sakral dalam agama Islam, terutama yang memiliki arti khusus sebagai ibadah antara hamba dan Tuhannya. Sebab tindakan-tindakan seperti itu sangat melecehkan agama Islam, atau merasa diri mereka mensejajarkan diri dengan Tuhan yang pantas disembah dan pantas mendapat taubatan nasuha dari orang lain.

Sangat tidak etis ketika urusan politik, kemudian dikaitkan dengan agama, sehingga yang tidak setuju dengan partai politik seolah tidak setuju dengan Tuhan dan agama Islam. Seperti kasus Kang Emil ini, dia hanya menerima dukungan partai Nasdem, dan itu wajar dalam alam demokrasi, tapi kemudian PKS memintanya taubat, bukan taubat biasanya, tapi taubatan nasuha. Ini apa-apaan?

Terakhir, atas nama pribadi, saya barharap Haris Yuliana segera dipecat dari PKS sebab tidak sesuai dengan partai dengan citra islami. Partai islam kok melecehkan Islam? lebih dari itu, saya harap Haris Yuliana meminta maaf secara terbuka kepada umat muslim di dunia, karena telah menggunakan istilah yang tidak sesuai hanya untuk kepentingan politik….Begitulah kura-kura.

Share.

About Author

Analyst, Pemikir, Pakar Mantan dan Spesialis Titik-titik WA: +15068028643 BBM: 74B86AE4

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage