Pak Ahok, Saya Itu Bingung tapi Salut dengan Bapak (Bagian 2)

Pak Ahok, Saya Itu Bingung tapi Salut dengan Bapak (Bagian 2)

13

Ahok

Pak Ahok, selamat Tahun Baru 2017, semoga di tahun 2017 ini Pak Ahok semakin memukau rakyat Indonesia dengan aksi dan kerja nyata Pak Ahok dalam membangun negeri ini.

Pak Ahok, masih ada beberapa hal yang saya bingungkan dari Pak Ahok, padahal sebelumnya saya sudah curhat beberapa kebingungan saya melalui artikel ini Pak Ahok, Saya Itu Bingung Tapi Salut Dengan Bapak, namun karena takut baper karena kebanyakan jadinya saya hentikan curhat yang sebelumnya, jadi kali ini saya akan lanjutkan lagi ya, jangan bosan ya dengan curhatan saya.

Pak Ahok, saya itu bingung dengan Pak Ahok, ngapain sih Pak Ahok sampai bawa-bawa ayat Agama orang lain sih pak, bapak jadi dituduh meninstakan Agama, gara-gara bapak orang luar Jakarta jadi repot, harus datang ke Jakarta untuk demoin bapak, belum lagi gara-gara Pak Ahok, Pakde Jokowi jadi repot lakukan safari politiknya, gara-gara pak Ahok, para lawan Pakde Jokowi jadi dapat momentum untuk menjatuhkannya, bapak itu benar-benar kurang kerjaan, gara-gara bapak, Ustadz yang sudah hampir dilupakan karena poligami jadi dapat momennya untuk terkenal kembali, serta Pak Ahok sampai diancam mau dipotong tangan kaki dan segalanya.

Selain itu semua, gara-gara bapak, jadi ada Ustadz yang menangis di sosmed -jangan ditiru ya nak, sebenar-benarnya ustadz itu, menangis, merekamnya sendiri trus disebarkan lewat sosial media bukan suatu yang bisa dibanggakan, jangan ditiru ya nak-, dan yang paling parah, bapak jadi harus ikut sidang, dan gara-gara itu Pak Ahok jadi dinon-aktifkan dari jabatan Gubernur, kan edan dan tidak waras pak.

Walaupun saya bingung, saya itu salut sama bapak, bapak itu berani membongkar ulah politikus busuk yang suka menggunakan ayat untuk menjegal calon pemimpin dari minoritas -menurut mereka-.

Bapak juga seperti memberitahukan kepada kami, kaum minoritas, bahwa Pak Ahok untuk bisa jadi Gubernur telah melewati perjalanan yang sulit dan penuh tantangan.

Bapak mengajarkan kepada kami bahwa selama niat baik untuk membangun bangsa -walau minirotas-, jangan menyerah dan ketika ada tantangan berat, itu adalah hal yang wajar dan lumrah.

Pak Ahok, saya itu bingung sama Bapak, ngapain sih bapak perlakukan pembantu bapak yang muslim dan berjilbab dengan sedemikian baik, ada ac dan tv dalam kamar seorang pembantu, bapak itu aneh-aneh aja, gara-gara bapak tu arsitek kalijodo jadi malu karena dia yang muslim tidak perlakukan pembantunya seperti itu, dia sampai menangis di Rumah Lembang tuh pak, ahh bapak ada-ada aja ah, kek kurang kerjaan aja, padahal pembantu itu di kasih kamar dengan kasur dan kipas aja dah bersyukur bangat tuh pak. Ngapain bapak sampai kasih ac dan tv, gede pula tvnya 32inch.

Pak Ahok, walaupun saya bingung, saya itu salut sama bapak, bapak menunjukkan kepada kami, bahwa walaupun pembantu, mereka tetap menusia yang layak dianggap selayaknya keluarga dan diperlakukan baik, bapak walaupun dianggap menistakan agama, bapak tetap tidak dendam kepada pembantu bapak yang muslim, bapak seolah-olah mengingatkan kepada saya, sebagai Kristen emang harus mengasihi sesama walaupun itu hanya pembantu, bapak telah mengajarkan kasih dan telah menjadi teladan buat saya dan saya yakin juga buat pembaca seword.com, bahkan hanya untuk hal sekecil soal pembantu rumah tangga.

Pak Ahok, saya itu bingung sama Bapak, ngapain sih bapak nangis-nangis dipersidangan, bapak kagetin orang aja, biasanya juga tegar dan gagah, ini malah nangis. Gara-gara bapak, buaya jadi kena getahnya karena air mata pak Ahok dianggap air mata buaya. Kan edan.

Pak Ahok, walaupun saya bingung, saya itu salut sama bapak, bapak menunjukkan kepada kami bahwa sekeras-kerasnya pak Ahok, pak Ahok tetap satu pribadi yang lunak saat mengingat keluarga -walaupun hanya keluarga angkat-, bapak menunjukkan kepada kami, walau berbeda agama, asal niat baik tetap bisa akrab sebagai hubungan keluarga, ini buat saya luar biasa pak, bagaimana dengan agama yang berbeda bisa sedemikian saling mendukung, dan saya yakin sangat tidak mudah untuk membangun hubungan yang sedemikian dekat tanpa niat yang baik, itu sebabnya saya salut, lagipula hanya orang tidak waras yang menganggap air mata seorang yang mengingat hubungan keluarga dekat sebagai air mata buaya, udah pasti ada urat syarafnya yang terputus sehingga sudah tidak bisa mengeluarkan air mata lagi walau untuk keluarga dekat.

Pak Ahok, saya itu bingung sama Bapak, ngapain sih bapak perlu ajuin Yudicial Review UU pilkada di MK tentang cuti kampanye? walaupun itu tidak ada salahnya, tapi karena yang melakukannya bapak, semua jadi negatif sama bapak terutama dari kalangan Tim Pencari Kesalahan yang makanan sehari-harinya hoax dan fitnah, bapak sampai dicurigai bahwa bapak takut cuti karena takut ketahuan kong kali kong proyek atau anggaran, bapak juga dianggap takut cuti karena mau manfaatkan jabatan saat kampanye, belum lagi bapak jadi harus sibuk ikut sidang, kan melelahkan sekali pak, ngapain sih pak? Kan bapak tanggal cuti aja 4 bulan, lumayan tuh 4 bulan, bisa ngapain aja.

Pak Ahok, walaupun saya binggung saya itu tetap salut sama bapak, sekarang ini kami jadi ngerti kenapa bapak harus capek-capek ajukan Yudicial Review, kekhawatiran bapak tentang pengesahan anggaran terbukti, sejak bapak cuti, anggaran jadi diotak-atik sama Plt Gubernur, bayangin saja tuh pak masa proyek anggaran yang direncanakan sejak dini untuk kepentingan rakyat seperti pembangunan rumah sakit, rusun dan RPTRA, harus ditunda demi menjaga hubungan yang baik dengan DPRD. Tidak hanya itu, DPRD malah dimanjakan dan direncanakan anggaran untuk supir, asuransi, dan lain-lain, kan Edan.

Yang saya bingung dari PLT ini pak, kenapa tidak sekalian anggarkan untuk pembantu rumah tangga atau baby sister -kalau ada-, biar manjain DPRDnya lebih full tidak setengah-setengah.

Dengan cutinya bapak justru membuka mata kami yang waras bahwa Jakarta memang membutuhkan Gubernur seperti bapak untuk menjaga anggaran supaya tepat sasaran untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan menjaga hubungan baik dengan DPRD, saya jadi yakin bahwa pengajuan Yudicial Review UU pilkada adalah hal yang sudah tepat dan benar walaupun sampai sekarang belum ada hasilnya.

Pak Ahok, saya itu bingung sama Bapak, ngapain ya bapak tutup lokalisasi kalijodo dan menggantinya dengan Taman Kalijodo, tempat yang awalnya angker, prostitusi, tempat perjudian dan penuh preman.

Gara-gara itu, Pak Ahok sampai ditakut-takuti oleh PSK, belum lagi Pak Ahok harus dianggap melanggar HAM, bapak tu benar-benar kurang kerjaan, gara-gara Pak Ahok para pria hidung belang jadi kekurangan tempat nongkrong, tempat judi jadi berkurang, dan premannya pun jadi kekurangan lahan untuk malak.

Selain itu, gara-gara Pak Ahok ratakan kalijodo, Pak Ahok jadi dikira kong kali kong dengan pengembang dan dikira mau jualin buat bangun apartemen, kan edan pak.

Tapi Pak Ahok, walaupun saya bingung, saya itu salut sama bapak, gara-gara ketegasan dan ngototnya Pak Ahok serta tidak takut preman, Jakarta sekarang punya Skatepark yang besar, anak-anak pengemar skatepark jadi ada tempat bermain tanpa harus jauh-jauh, belum lagi kalijodo sudah tidak seseram dulu lagi, dan kelak kalau orang ke kalijodo sudah bukan hal yang tabu, tapi menjadi hal yang positif untuk diceritakan kepada orang-orang, anak-anak bisa bermain di RPTRA dan para warga bisa kongkow-kongkow di sana, luar biasakan pak perubahaannya?

Pak Ahok, lewat pengusuran kalijodo, bapak bahkan telah mengajarkan kepada kami yang waras bahwa perubahan itu memang sulit dan penuh resiko, tapi asal ada ketegasan dan tidak menyerah pasti akan ada hasil yang positif. Kelak orang akan mengingat satu nama yang telah mengubah wajah Kalijodo yang angker dan penuh ancaman menjadi kalijodo yang positif dan bermanfaat yang bahkan tidak bisa dilakukan 16 Gubernur sebelumnya, yaitu Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama.

Ou ya Pak Ahok, saya ada tulis artikel khusus kalijodo, mungkin bapak tertarik untuk membacanya di sini ya : Berkat Ahok, Kalijodo yang Dulu Negatif Kini Berubah Positif, dan saya juga sengaja ke kalijodo untuk merekam loh pak, pak Ahok bisa nonton video di sini :

Ya sudah lah pak, kali ini jangan banyak-banyak, nanti bapak atau pembaca seword.com jadi bosan bacanya, lagipula tidak ada lagi yang bisa dibingungkan lagi, nanti kalau ada lagi baru saya buat yang bagian 3 ya pak. Hehehe

 

Sebagai kesimpulan dari artikel ini
Saya itu bingung benaran dan salut benaran
Hahaha.. Peace..

Sekian
Syalom dan Salam Persatuan

Baca Artikel Saya Yang Lain Di Seword.com:

Loe Belum Gaul Kalau Belum ke Fitsa Hats Afung (Apung)

Tim Ahok Harus Mewaspadai Lawannya yang Main Kasar (Takut Jagoannya Kalah)

Tarif Administrasi Kendaraan Naik, Kok Tanggung Cuma Segitu Naiknya?

Agus Kepilih, Agus Bisa Jaga Keamanan Jakarta, Agus Mau Jadi Hansip atau Gubernur Sih?

DNA yang Kemungkinan Akan Diturunkan Pak SBY Ke Agus

More……

Share.

About Author

Simple saja, Pribadi yang berharap Indonesia semakin kreatif, berbudaya, dan bersatu dalam perbedaan. Follow : Twitter : @HangatTeh , Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100011025433317

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage