Paspornya Akan Dibekukan, Rizieq Tegang, Pengacaranya Kejang-Kejang

Paspornya Akan Dibekukan, Rizieq Tegang, Pengacaranya Kejang-Kejang

98

Melihat nasib Rizieq sekarang yang berbeda 360 derajat dengan nasib nya yang dulu, membuat kita merasa prihatin, kasihan dan juga geregetan. Prihatin karena nasib keberuntungannya tidak bertahan lama, kasihan karena orang “sesuci” dia malah terjerat kasus chat yang kontennya berbau pornografi dan geregetan karena dia malah kabur ke luar negeri saat mau diperiksa oleh polisi.

Kita tentu masih ingat bagaimana nama Rizieq meroket setinggi langit saat menjadi panglima pada aksi 212 beberapa waktu yang lalu. Tapi sayangnya, Rizieq yang keasyikan terbang dilangit lupa melihat rumput dibumi. Hal inilah yang membuatnya menjadi “sombong” dan sekarang dia terpaksa menuai hasil dari kesombongannya tersebut.

Rizieq tersangkut kasus chat sex dengan Firza Husein. Kalau Rizieq memilih kabur ke luar negeri dengan alasan umroh (ada juga yang bilang diundang Raja Salman), Firza dengan gagah berani memenuhi panggilan polisi. Setelah foto seronoknya di konfirmasi keasliannya, status Firza meningkat jadi tersangka. Tapi walaupun jadi tersangka, saya melihat di sosial media apa yang dilakukan Firza ini lebih banyak mendapatkan simpati dari netizen dari pada apa yang dilakukan Rizieq. Rizieq malah semakin santar di hujat sana sini oleh peselancar dunia maya.

Baca Juga : Rizieq Akan Bernasib Sama Seperti Buni Yani? Tidak Ada 1 Orang Pun yang Peduli

Tapi nampaknya aksi kabur-kaburan Rizieq akan segera berakhir bilamana Dirjen Imigrasi membekukan paspornya. Dimanapun Rizieq sembunyi, dia akan di deportasi oleh negara tersebut karena dianggap Warga Negara Asing (WNA) illegal.

Kalau ini dilakukan, sudah tentu Rizieq akan semakin tegang. Malunya apalagi. Panglima 212, Pimpinan FPI dan Imam Besar di pulangkan polisi dengan paksa.

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Maryoto Sumadi mengungkapkan pihaknya sudah bertukar data dengan pihak kepolisian terkait posisi Rizieq di Arab Saudi. Saat ini beliau hanya menunggu  permintaan pembekuan paspor dari pihak kepolisian.

“Karena di luar negeri itu, ketika putusan koordinasi ditetapkan paspor dicabut. Bukan ekstadisi, deportasi melalui mekanisme ke imigrasi. Jadi deportasi dari negara tersebut,” jelasnya.

Pembekuan paspor ini bukan hanya membuat Rizieq semakin tegang tapi juga membuat pengacaranya, Sugito Atmo Prawiro kejang-kejang. Sebelumnya dia dengan percaya diri mengatakan bahwa Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia untuk penuhi panggilan polisi sampai Jokowi tidak lagi jadi presiden.

Menunggu Jokowi tidak lagi jadi presiden berarti dua tahun lagi yakni waktu menjelang pilpres 2019 nanti. Itupun dengan catatan Jokowi kalah di pertarungan merebut kursi presiden di tahun 2019. Kalau Jokowi menang, berarti Rizieq harus menunggu paling tidak 5 tahun lagi. Ditambah 2 tahun yang sekarang, lebih kurang 7 tahun lagi Rizieq baru akan pulang ke Indonesia. Rizieq bisa-bisa saja menunggu 7 tahun lagi untuk pulang selama dana untuk hidup di luar negeri masih ada. Tapi apa dia fikir polisi mau menunggu selama itu?

Memangnya Rizieq siapa? Dia tidak bisa mengatur-ngatur penegak hukum. Penegak hukum juga tidak mau diatur-atur sama dia. Sekali polisi suruh pulang, mau tidak mau Rizieq harus pulang. Mau dengan cara sukarela ataupun cara paksa.

Baca Juga : Rizieq : Dulu Sering Teriak Kafir, Kini Merengek-Rengek Minta Perlindungan Sama Orang-Orang Kafir

Saran saya, mending Rizieq pulang saja dengan kemauan sendiri. Daripada dipaksa pulang sama polisi. Mau letak dimana mukanya? Apa tidak malu sama alumni 212 yang sangat mengidolakannya?

Prinsipnya kalau Rizieq merasa tidak bersalah, kenapa mesti takut? Kalau Rizieq merasa kasus ini bermuatan politik, fitnah ataupun kriminalisasi terhadap ulama, nanti saja dijelaskan dipengadilan. Sederhanakan?

Share.

About Author

Anak petani biasa. Tinggal di desa!

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage