Pedri, Perasaan Keimanan Yang Terganggu Dan Merasa Diancam

Pedri, Perasaan Keimanan Yang Terganggu Dan Merasa Diancam

117

KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN

Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, benar-benar sudah menurunkan kualitas nama Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam yang mengusung intelektualitas Islam sebagai ciri khasnya. Sekolah bahkan Universitas yang didirikan oleh Muhammadiyah termasuk unggulan di beberapa daerah dan bahkan nasional. Intelektualitas Islam inilah yang membuat Muhammadiyah memiliki kegerakan pendidikan yang sangat massif.

Sayang, Pedri yang mewakili organisasi otonom Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, malah seperti tidak sanggup mengusung intelektualitas Islam yang mumpuni. Malah yang terjadi mempertontonkan sebuah kebodohan dan penilaian yang diukur dengan perasaan. Hal yang sebenarnya sangat jauh dari kegerakan Muhammadiyah.

Dalam kesaksiannya sebagai saksi pelapor, Pedri, terima atau tidak, sudah menjadi lelucon dan tertawaan masyarakat pada saat ini. Ini adalah beberapa kelucuan dan perasaan Pedri yang terungkap dalam laporan media yang meliput sidang Ahok.

1. Pedri yang kebingungan tidak mendapat BAP.

Pedri yang sepertinya tidak paham mekanisme persidangan seperti orang bingung ketika tidak mendapatkan BAP. Seperti mendapatkan celah untuk menyerang, Pedri pun mempertanyakan masalah BAP tersebut kepada Hakim. Tetapi ketika melihat bahwa pertanyaannya malah menjadi celah kuasa hukum Ahok menyerang diapun tidak lagi memaksa untuk meminta BAP tersebut.

Pedri: Mohon dilanjutkan (bertanya).

Pengacara: Bukan, tadi kan saudara pertanyakan kok enggak dapat BAP, saya jelaskan.

Pedri: Tanyakan saja apa yang mau ditanyakan.

Kebodohan Pedri ini malah menjadi tertawaan oleh peserta sidang. Tetapi bagi saya, kebodohan ini jelas sekali menjadi sebuah pertanyaan kualitas Pemuda Muhammadiyah. Sangat tidak mewakili kualitas Muhammadiyah yang digembar-gemborkan selama ini. Sudah ngotot minta BAP, ketika dijelaskan malah tidak mau dilanjutkan. Bikin malu saja.

2. Merasa Diacam Oleh Kuasa Hukum Ahok.

Pedri yang kedapatan memberi laporan yang berbeda pada saat melapor dan BAP dicecar oleh kuasa hukum Ahok. Kuasa hukum Ahok pun mempertanyakan mengapa ada perbedaan. Dan mengancam akan melapor karena adanya perbedaan laporan tersebut. Pedri yang mendengar hal itu pun merasa diancam oleh kuasa hukum Ahok.

“Mohon izin yang mulia, saya merasa diancam,” kata Pedri.

Walah, Ped. Kamu itu baru diklarifikasi dan dikasih tahu bahwa hal itu bisa dilaporkan malah mewek. Kan tinggal katakan saja benar dan siap dengan konsekuensinya. Bukankah apa yang dilakukan Kuasa Hukum Ahok ini tindakan baik yang meminta klarifikasi dan penjelasan?? Tidak seperti anda yang belum klarifikasi dan tabayyun sudah melaporkan Ahok. Itu pun Ahok tidak takut dan mewek.

3. Perasaan Keimanan Yang Terganggu

Yang paling parah adalah ketika Pedri menyatakan bahwa pernyataan Ahok telah menyebabkan kerugian. Kerugian tersebut bukanlah kerugian yang bisa diukur, melainkan kerugian karena perasaan keimanannya terganggu. Kerugian yang sangat abstrak dan sangat sulit disimpulkan tingkat keparahannya.

“Kerugiannya saya merasa agama saya dihina, dinodai, saya tersinggung. Kerugian bukan hanya uang dan duit. Perasaan keimanan saya terganggu. Keimanan adalah hal paling mendasar saudara-saudara,” kata Pedri.

Istilah perasaan keimanan terganggu ini menjadi sebuah istilah baru yang perlu dipahami bersama. Bagaimana bisa perasaan keimanan terganggu padahal yang diucapkan Ahok tidak ada kaitannya dengan keimanan Pedri. Apakah Pedri sedang didebat keimanannya oleh Ahok?? Apakah Ahok menyinggung nabi Muhammad?? Lah si Desmon aja menyinggung Nabi Muhammad anda tidak terganggu perasaan keimanannya. Ada yang salah dengan perasaan keimanan anda sepertinya Ped.

Susah memang kalau sudah ngomongin perasaan. Sama seperti wanita yang perasaannya sangat tinggi. Kalau sudah tercolek sedikit saja sudah sulit untuk bisa diselesaikan. Entah kenapa Pedri ini malah pakai perasaan, bukan nalar dan logika yang jelas dengan melakukan tabayyun.

Pernyataan Pedri yang membawa-bawa perasaan keimanan pribadi yang terganggu, juga mengaburkan laporan yang dibuatnya. Pedri datang sebenarnya mewakili angkatan Muda Muhammadiyah yang menaungi tiga organisasi resmi Muhammadiyah.

“Mewakili Angkatan Muda Muhammadiyah, dalam hal ini ada Pemuda Muhammadiyah, Mahasiswa Muhammadiyah, dan ada Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Itu keputusan organisasi dan ada surat kuasa hukumnya dan saya serahkan kepada hakim,” imbuhnya.

Aneh bukan?? Mewakili organisasi tetapi mengedepankan perasaan keimanan pribadi yang terganggu. Seharusnya mengedepankan kerugian organisasi yang diwakilkan. Tetapi jangan bilang perasaan keimanan organisasi terganggu, bisa tambah gawat nanti. hehehe

Pedri datang seharusnya menunjukkan kualitas mumpuni Pemuda Muhammadiyah yang sangat diakui dalam level nasional. Ini malah sangat merendahkan kualitas Muhammadiyah. Pedri menurut saya harus ditegur oleh Muhammadiyah supaya lain kali kalau melakukan hal-hal yang mewakili Muhammadiyah tidak menunjukkan kebodohan dan kelucuan yang membuat dirinya dan organisasi yang diwakilinya menjadi tertawaan. Malulah kalau pada akhirnya Muhammadiyah harus menjadi tertawaan gara-gara seorang bernama Pedri ini.

Salam Perasaan Keimanan Terganggu.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage