Pengaruh Gaya Gravitasi Bumi Terhadap Bibir Fadli

Pengaruh Gaya Gravitasi Bumi Terhadap Bibir Fadli

19

Entah mengapa, tiap kali lihat Fadli Zon nongol di tivi daya tahan saya untuk terus memandangi layar jadi turun drastis. Dampak yang sama juga saya rasakan ketika Fahri Hamzah mendapat giliran omong. Ada apa ini? Apa tivi saya yang tiba-tiba membuat kesalahan hingga Fadli atau Fahri nongol di tivi? Benar-benar membuat saya tak habis pikir.

Dan, berkat berpikir keras, akhirnya ditemukanlah penyebabnya. Saya tidak tahan lihat dan dengar Fadli dan Fahri ngomong di tivi ternyata karena gaya gravitasi bumi yang mengenai bibir Fadli dan Fahri. Secara khusus tulisan ini hendak menyoroti betapa berbahayanya gaya gravitasi bumi ketika mengenai bibir Fadli.

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. … Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi.

Untuk kasus bibir Fadli rupanya mendapat keistimewaan, hingga ada tarik menarik bibirnya yang membuat dampak sedemikian rupa. Dampak yang paling menonjol adalah ketika membuat saya tidak betah melihat lama-lama gerak bibirnya gara-gara ada gravitasi bumi.

Pembaca boleh tidak setuju dengan teori gravitasi yang membahayakan bibir Fadli secara visual. Boleh juga ragu. Apa benar ada gaya gravitasi khusus yang mempengaruhi bibir Fadli. Silahkan diuji dengan pernyataan-pernyataan Fadli berikut ini.

Diawali ketika Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon ketika menilai pernyataan-pernyataan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Bibirnya mengatakan kalau Jubir KPK terlalu menyerang pansus. Kata-kata ini bagi saya menandakan adanya gaya gravitasi di bibir Fadli.

Bibir Zonk bisa terkena gravitasi diawali dari keterangan Febri soal keabsahan pembentukan hak angket KPK. Hal mana menurut Febri, anggaran pansus angket yang digagas DPR itu berpotensi merugikan keuangan negara. Benar-benar tidak bisa dibiarkan Pansus kampret DPR itu.

Penjelasan Febri yang terang benderang itu membuat gravitasi bumi yang mengenai bibir Fadli pun makin menjadi-jadi. Tak heran bila bibir Fadli makin tak terkendali.

Bagaimana pembaca, bibir Fadli, makin tak sinkron saja, bukan? Kapan coba Fadli menghargai dan menghormati orang lain. Kok bisa-bisanya meminta KPK menghormati proses politik DPR. Sebagai rakyat, saya tak sudi hormati proses politik DPR yang berbau kentut Fahri Hamzah dan Amien Rais itu. Terlalu menjijikkan.

Oleh karena itu tidak perlulah mengikuti irama bibir Fadli yang kena gravitasi bumi. Apalagi gravitasi dari bumi datar. Mengapa juga si Fadli sok melarang Pak Febri ketika sedang mengamati perilaku hewani anggota dewan. Mengapa sok memberi aturan juru bicara KPK tidak boleh ini dan tidak boleh itu?

Juru bicara KPK punya tugas mulia memberikan informasi yang benar supaya tidak dibohongi mulut-mulut bergravitasi bumi datar macam mulut Fadli dan Fahri. Negara ini sudah terlalu banyak polusi omongan gara-gara dua cocot yang memuakkan itu.

Telinga dan penglihatan rakyat Indonesia harus disehatkan melalui KPK dan juru bicaranya. Apalagi KPK punya tugas menyelamatkan uang rakyat dari garong-garong keparat yang sembunyi di rumah parlemen. Sebagai rakyat, jelas KPK saya dukung. Hanya rakyat yang sejidat dan sedengkul dengan Amien Rais yang sepertinya mendukung pansus hak angket KPK.

Maklum, Amien Rais juga sudah tidak sinkron antara mulut dan dengkulnya. Saya ikhlaskan kalau mau pasang dengkul untuk mendukung Fadli Zonk dan Fahri Hamzah.

Ayo Pak Febri amati terus ulah garong-garong keparat itu. Jangan sampai takut dengan politisi renta macam Amien Rais yang belum bayar nazar. Jangan ragu untuk menangkal mulut Fadli dan Fahri yang kena gravitasi.

Keluarkan jurus-jurus penyerangan dan penyergapan melalui pernyataan-pernyataan yang menyerang posisi panitia angket. Panitia cacat hukum dari cocot kena gravitisi bumi secara berlebihan kok dipertahankan. Pansus yang berpotensi merugikan uang negara kok dipelihara. Pansus tak bermutu itu lebih pantas segera ambyar, buyar, bubar dan modiyar.

Share.

About Author

sang pecinta motor berhijab yang berasap

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage