Pengeroyokan Barbar Oleh Pendukung Agus-Sylvi

Pengeroyokan Barbar Oleh Pendukung Agus-Sylvi

23

Barbar.

Itulah kata yang terlintas saat membaca beritanya.

Telah terjadi pengeroyokan oleh 10 orang yang menurut pengakuan korban seorang wakil ketua ranting PDIP Jelambar, mereka adalah pendukung paslon no urut 1.

Kejadian bermula dari ejekan “haram” yang dilontarkan oleh salah seorang pelaku saat cawagub Djarot blusukan di daerah Jelambar Jumat siang kemarin.

Ejekan “haram” itu lalu dibalas oleh Widodo “tidak ada yang haram”.

Tak terima, pelaku menunjuk Widodo sambil teriak “awas lu ya!”.

Tak dinyana malam harinya saat Widodo sedang diwarung, dia didatangi pelaku dan dikeroyok rame-rame. Hebatnya warga sekitar tidak ada yang melerai, malah memprovokasi “habisin saja sekalian”.

Nasib baik Widodo masih bisa diselamatkan walaupun babak belur, dahinya retak dan sempat pingsan.

Salah satu pengeroyok itu bahkan tetangganya sendiri yang kini sedang dicari pihak Kepolisian.

Begitulah kalau otak sudah sering didoktrin dan nafsu besar. Hanya karna beda pandangan politik membuat mereka kehilangan akal sehat dan menjadi barbar. Primitif.

Lalu mengapa Agus Sylvi lagi?

Ada apa dengan mental pasangan Agus Sylvi? Kok tidak kapok-kapok melakukan hal tidak terpuji?

Setelah kepergok mendata warga di Balekambang, lalu memblokir akun facebook saksi mata, sekarang sudah main fisik, mengeroyok pendukung calon lain.

Memalukan sekali mantan perwira kok mainnya jorok? Inikah yang diajarkan mantan Kesatuanmu? Menganiaya siapapun yang tidak sejalan? Atau ini ajaran Pepo mu??

Kalau ditanyakan pada Pepo mu pasti dia bilang “Saya prihatin, tidak ada DNA keluarga Yudhoyono melakukan hal tidak baik seperti itu” Preettt!!.

Begini nih kalau nafsu berkuasa sudah diubun-ubun. Padahal kalau niatnya beneran cuma mau mengabdi, menjadi seorang prajurit itu sebuah pengabdian yang luar biasa, jujur saja saya menaruh hormat yang sangat besar kepada prajurit bangsa, tanpa mereka Indonesia seperti ayam yang gak dikandangin, bisa dicuri ataupun disingkirkan kapan saja.

Saya juga sempat menaruh bangga pada Agus, karna meski waktu itu dia seorang Putra Mahkota, dengan gagah dia ikut misi perdamaian di Lebanon. Macem Pangeran William yang waktu itu dikirim buat misi perdamaian juga.

Sayangnya sejak dia dipastikan maju nyalon gubernur dan milih keluar dari Kesatuannya, saya agak kecewa.

Lalu karakternya yang emosian yang terlihat jelas saat diwawancara Najwa dalam acara Mata Najwa, saya jadi makin kurang respect sm dia.

Kemarin ada kejadian heboh, Agus mendata warga menggunakan petugas honorer yang digaji Pemprov DKI beritanya ada disini dan terblokirnya akun seorang saksi mata dan pelapor kecurangan itu, beritanya ada disini, membuat saya makin muak dan tidak memiliki respect sedikitpun lagi kepada Agus.

Apalagi Peponya yang gak ada manfaatnya selama 10 tahun jadi presiden juga Memonya yang galak itu. Jauh-jauh cyinnnnt!

Ehh sekali lagi kelakuan busuk pendukung Agus Sylvi, ngeroyok orang. Emang situ preman apa gimana yak?

Situ pendukung Agus? Gak senang Djarot kampanye? Gampang! Ntar tanggal 15 situ dateng ke TPS, kalo situ gak senang Djarot, coblos saja foto si Ahok! Wkwkwk..

Jangan main pukul dong.. semua pasangan sudah berjanji akan menjalankan demokrasi damai, lah kalo keroyokan begini mah namanya demokrasi anarkis..

Lagipula ya coba di cek si pengroyok itu anak-anaknya pada make KJP dan KJS gak? Sekeluarga pada make BPJS gak? Trus Jelambar sekarang udah gak banjir lagi kan ya? Beda sama dulu yang kalo uajn bentar langsung ngambang?

Harusnya terimakasih sama Ahok Djarot, kok malah musuhin? Kalo gentle mah balikin deh tuh fasilitas yang udah diterima, emang gak malu musuhin orangnya tapi mauin fasilitasnya?

Ini macem gak tahan lagi pacaran dan pengen cepet-cepet jadi mantan, tapi tetep mau barang-barang dari si dia, saya sih ogah, pasti saya balikin tuh barang-barangnya.

Gentle kaleee jadi orang.. apalagi situ cowok! Ehh.. situ cowok ato banci? Kok beraninya keroyokan?

Psstt… tapi kalau versi si Novel Bamukmin (lagi, walaupun orang yang satu ini nama di KTP nya memang Habib yang bukan gelar, tapi saya gak tega banget nulisin kata Habib didepan namanya) mah Widodo bukan dikeroyok, tapi duel satu lawan satu ngelawan tetangganya itu, lantaran si korban nantangin ngajak berantem..

Lah kalo si korban yang ngajakin duel duluan mah ngapain pelakunya nyamperin ke warung trus kabur sampe jadi DPO?

Lagian ada apa sih FPI kok getol banget ngebelain paslon no urut 1? Hopeng banget yak kalian?? Haha

 

 

Rame-Rame Antre Sebelum Pajak Kendaraan Naik!

Kasus Ahok dan Rizieq Shihab Si Pencemar Gelar Habib

Ketidak Kompakkan Petinggi Negri Dalam Menyikapi Pelecehan Pancasila Oleh Tentara Australia

Sudahkah Anda Nge Share HOAX Hari Ini?

Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan Baperan yang Birahinya Masih Tinggi

Tentara Australia Melecehkan TNI dan Pancasila Kita. Pancasila di Plesetkan Menjadi PancaGILA

Fitnahan Baru; GNPF MUI Sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah, Ahok Memang Korban Fitnah yang Keji! Di Kriminalisasi Oleh Fitsa Hets!

Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot Atas Postingan Pataresia Tetty

Ucapan Terimakasih Warga Kepada Pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

 

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage