Peninggalan Tifatul Sembiring, Ratusan Mobil Internet Kecamatan Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak

Peninggalan Tifatul Sembiring, Ratusan Mobil Internet Kecamatan Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak

102

Inilah hasil kerja Menteri yang levelnya sekelas PKS. Onggokan mobil-mobil Internet Layanan Kecamatan tersebut kini jadi rumah yang nyaman bagi curut, kecoak, semut, termasuk namun tidak terbatas dihuni oleh Dedemit, Genderuwo, Kuntilanak, Jailangkung dan lain sebagainya.

Ratusan mobil tersebut dibiarkan begitu saja terbengkalai sampai karatan. Padahal mobil-mobil tersebut dari uang negara sekalipun milik swasta. Mending buat jualan tahu bulat saja di goreng dadakan 500 perak hangat enak.

Rezim Mangkrak

Tidak berlebihan jika saya sebut era SBY sebagai rezim mangkrak. Bayangkan saja selama 10 tahun SBY berkuasa telah meninggalkan begitu banyak prasasti berupa proyek-proyek mangkrak.

Mulai dari proyek Wisma Atlet Hambalang yang terbengkalai, proyek-proyek infrastruktur dan kelistrikan dengan nilai triyunan rupiah, sampai dengan peninggalan ratusan mobil layanan internet kecamatan yang berakhir tragis jadi onggokan di tengah sawah. Suasananya mirip kayak di film Transformer saja.

Proyek-proyek yang sedianya diperuntukkan bagi kepentingan rakyat banyak justru mangkrak dimana-mana. Kalau memutuskan sesuatu, mbok ya mestinya mikir jangka panjang. Jangan hanya lihai bikin proyeksi anggaran tapi pada akhirnya tidak mau bertanggung jawab.

Uang negara dihamburkan-hamburkan tanpa hasil. Rakyat dapat ampasnya doang. Jika ada yang tanya apakah anggaran-anggaran negara yang digelontorkan jor-joran di era rezim mangkrak dikorupsi berjamaah? Maka saya jawab, au ah gelap. Tanyakan saja pada pasir berbisik dan rumput yang bergoyang, barangkali disana ada jawabnya.

Kok Bisa Mangkrak?

Namanya juga rezim mangkrak, kalau tidak berakhir mangkrak, ya bukan rezim mangkrak namanya. Pada Tahun 2010 yang silam, Tifatul Sembiring meluncurkan Program top markotopnya yang bernama MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan). Tujuan dari program mobil layanan Internet Kecamatan ini sebenarnya bagus, yaitu untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum ada akses Internetnya.

Layanan Internet Kecamatan tersebut bersifat mobile untuk menyediakan akses internet secara keliling di daerah-daerah tertinggal, daerah-daerah perbatasan dan daerah-daerah lainnya yang terpencil.

Program ini kemudian dieksekusi operasionalnya pada tahun 2011 yang silam dengan sistem bisnis berupa beli jasa. Artinya Kominfo membayar jasa vendor berdasarkan kontrak beli jasa, sedangkan pengadaannya dilakukan oleh operator penyedia jasa.

Sebenarnya ini adalah program yang mulia dan bermanfaat bagi rakyat banyak karena memiliki tujuan yang bagus untuk mencerdaskan bangsa dengan memberikan layanan akses Internet di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas Internet. Namun karena Menterinya levelnya sekelas PKS, jadi bapak ibu harap maklum.

Setelah berjalan kurang lebih tiga tahun lamanya, program tersebut dievaluasi oleh Komisi I DPR RI. Dalam rapat evaluasi dengan Komisi I DPR RI, program asal jadi yang acak adut itu akhirnya diberhentikan pada tanggal 31 Desember 2014 karena meninggalkan masalah berupa utang piutang dan korupsi.

Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka korupsi dalam proyek pengadaan proyek Mobil Layanan Internet Kecamatan tersebut karena spesifikasi teknis dan operasional penyelenggaraannya tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Begitulah kura-kura kalau proyek abal-abal tanpa perencanaan yang matang sehingga menimbulkan kemubaziran dan hanya menghabiskan anggaran negara saja. Di era rezim mamgkrak, negara hutang terus, tapi korupsi juga jalan terus. Giliran rakyat yang megap-megap sesak napas lantaran dikejar-kejar Penguasa suruh taat bayar pajak, kayak Debt Collector saja.

Proyek Menkominfo Tifatul Sembiring tersebut nilai proyeknya cukup fantastis, yaitu senilai Rp 1,4 triliun, tapi hasilnya bisa kita lihat sendiri, berakhir tragis. Akibat pengelolaan yang amburadul dan acak adut, plus sang Menteri yang kualitasnya sekelas PKS, ya beginilah jadinya, jadi sarang tikus dan kecoak.

Ratusan mobil layanan Internet Kecamatan tersebut kini terbengkalai, karatan, dipenuhi sarang laba-laba, serangga dan tidak karuan rimbanya. Suasana dan kondisi mobil-mobil mangkrak tersebut mirip kayak di film Dead Man Walking. Serem.

Gusti ora sare. Itulah akibatnya kalau lebih mementingkan diri sendiri dan golongan dengan dalih penyerapan anggaran tanpa tahu bagaimana mengelolanya dengan baik sehingga bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.

Yang ada dalam benak mereka justru sebaliknya, yang penting ada anggaran keluar yang menghasilkan proyek, siapa tahu barangkali ada yang bisa diembat dan dipreteli buat modal kawin lagi, dapat bini muda, Poligami. Mantap, kan?

Kura-kura begitu.

https://www.kominfo.go.id/content/detail/7507/siaran-pers-no39pihkominfo052016-tentang-masalah-mobil-pusat-layanan-internet-kecamatan-mplik/0/siaran_pers

http://tekno.kompas.com/read/2016/05/23/08082247/puluhan.mobil.internet.kecamatan.terbengkalai

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage