Paspor Rizieq Akan Dibekukan, Pengacaranya Kejang-kejang

Paspor Rizieq Akan Dibekukan, Pengacaranya Kejang-kejang

101

Ngenes nian nasib Rizieq Shihab, sang Imam besar FPI ini. Diburu aparat keamanan, melarikan diri ke negara-negara orang demi menghindari sergapan aparat Kepolisian.

Demi menghindari aparat, banyak alasan yang dia.lontarkan. Pertama bilang ditembak Sniper, lalu bilang umroh, kemudian bilang diundang Raja Salman, lalu bilang sedang ngejar gelar Doktor, dan yang terkini bilang dikriminalisasi rezim pemerintahan Jokowi.

Namun apapun alasannya, kali ini Rizieq Shihab dipastikan tidak akan berkutik lagi karena Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan solusi untuk memulangkan Rizieq Shihab ke tanah air dengan cara membekukan paspornya sehingga negara dimana Rizieq Sihab tempati akan mendeportasinya karena dianggap WNA ilegal.

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Maryoto Sumadi sudah melempar solusi ini ke publik, saat ini menunggu permintaan pembekuan paspor dari pihak Kepolisian. Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Maryoto Sumadi mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah bertukar data dengan pihak Kepolisian mengenai dimana posisi Rizieq Rizieq Shihab saat ini.

“Karena di luar negeri itu, ketika putusan koordinasi ditetapkan paspor dicabut. Bukan ekstadisi, deportasi melalui mekanisme ke imigrasi. Jadi deportasi dari negara tersebut,” jelasnya.

Kini gantian Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, yang merana. Ia memohon dengan sangat agar paspor kliennya, Rizkeq Shihab, tidak dibekukan. Padahal sebelumnya dengan angkuhnya dia bilang bahwa Rizieq Shihab tidak akan pulang ke Indonesia untuk penuhi panggilan Polisi sampai Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Dalam upayanya membela Rizieq Shihab, Pengacara ini lalu hubung-hubungkan kasus Rizieq Shihab dengan Ahok. Dia menuding kasus Rizieq Shihab ini sengaja dibesar-besarkan dan digarap Polisi karena Presiden Jokowi, PDIP, dan Megawati kecewa Ahok dipenjara.

Bukan hanya itu saja, dia bahkan bilang ada pihak yang takut dengan Rizieq Shihab yang mampu mengumpulkan massa seperti saat aksi 411 dan 212 beberapa waktu yang lalu. Namun dia sendiri tidak bisa mengungkapkan siapa pihak yang dimaksud.

“Saya duga ini bahaya kalau 2019, Habib (Rizieq) tidak masuk (penjara), Habib masih punya kekuasaan untuk melakukan mobilisasi (massa),” kata dia dengan penuh percaya diri.

Seperti biasa alasan Ahok adalah senjata yang paling ampuh sebagai dalih bahwa upaya penegakan hukum pihak Kepolisian dalam kasus Rizieq Shihab yang sudah sesuai koridor hukum yang berlaku di negara ini adalah bentuk intervensi pemerintah dan bentuk kriminalisasi terhadap ulama. Padahal tidak demikian adanya. Setiap orang perlakuannya sama didepan hukum.

Sebenarnya, kalau mau jujur, Rizieq Shihab ini hanyalah korban, yaitu korban dari kebodohannya sendiri yang mau saja dimanfaatkan oleh para oknum elite politik dan partai oposisi untuk melawan pemerintahan Jokowi yang sah dan konstitusional.

Berbagai aksi-aksi pemaksaan kehendak dilakukannya, mulai dari memaki Presiden Jokowi impoten, menghina Kapolda Metro Jaya pangkat Jenderal otak Hansip, sampai pegeerahan massa umat Islam demi kepentingannya. Rizieq Shihab menampilkan dirinya sebagai jagoan yang akan melibas siapa saja yang tidak mau tunduk pada kehendaknya.

Dampaknya, timbul berbagai kegaduhan sebagai dampak parade pembenaran dirinya menurut asumsinya sendiri yang dilakukannya secara kolosal dengan pengerahan umat Islam, termasuk dalam koridor ranah hukum kasus yang menjeratnya saat ini.

Padahal dalam al-Qur’an tidak diajarkan melakukan pemaksaan kehendak. Surat al-Baqarah ayat 256 menjelaskannya dengan sangat jelas dan gamblang, “tidak ada paksaan dalam agama”. Namun bagi Rizieq Shihab, pedoman al-Qur’an jangan memaksakan kehendak adalah keniscayaan demi terpenuhinya keinginan-keinginannya.

Kegaduhan demi kegaduhan yang dia tampilkan dengan gagah perkasa dalam upaya pemaksaan kehendaknya hanya memicu timbulnya kerentanan sosial yang merembes pada sendi-sendi tatanan kebangsaan di negeri yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama ini.

Tujuan utama aksi-aksi unjuk rasa berjilid-jilid yang digerakkannya hanya demi kepentingannya sendiri dan kepentingan segelintir oknum elite politik, pengusaha hitam dan partai oposisi,. Namun disaat terjerat kasus hukum, apa yang dilakukan oleh para oknum elite politik, pengusaha hitam dan partai oposisi untuk membantunya? Nihil.

Saran saya, sebaiknya Rizieq Shihab pulang dan hadapi Penyidik Kepolisian, kan belum tentu jadi tersangka. Daripada dideportasi secara paksa dari negara orang karena dianggap WNA liar, justru lebih memalukan lagi. Apalagi kalau disiarkan Al Jazeera TV dengan running text, “Imam Besar golongan Islam Radikal di Indonesia dideportasi karena tersangkut masalah pornografi”. Terbayang betapa malunya.

Intinya, pelarian Rizieq adalah jawaban dari Yang Maha Kuasa atas doa banyak orang selama ini. Hukum karma tak pernah ingkar janji. Ini realita. Jikalau menanam keburukan, maka hasilnya juga pasti akan selalu buruk. Barang siapa menabur angin, maka ia akan menuai badai.

Buat Pengacaranya Rizieq Shihab, selamat kejang-kejang.

Kura-kura begitu.

***

Sumber tautan berita:

http://m.liputan6.com/news/read/2955678/ditjen-imigrasi-pertimbangkan-bekukan-paspor-rizieq-shihab

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage