Salam Restorasi untuk Ridwan Kamil

Salam Restorasi untuk Ridwan Kamil

5

Silih berganti partai-partai politik melakukan manuver. Masih hangat, parpol besutan Hary Tanoe, Perindo, menyampaikan dukungan politiknya kepada salah satu pasangan calon pemimpin DKI Jakarta. Ya, dalam kontestasi pilgub di ibukota, Perindo merapatkan diri kepada pasangan Anies Baswedan-Sandi Uno. Baiklah. Biarkan itu menjadi urusan Hary Tanoe dan Perindo. Karena pilihan politik memang tidak bisa dipaksakan. Namun yang terbaru, Nasional Demokrat (Nasdem), tak mau kalah dalam bermanuver. Untuk kontestasi pilgub Jawa Barat pada 2018 nanti, Nasdem telah me-launching calon yang hendak diusungnya. Dialah Ridwan Kamil.

Kabar yang sebelumnya sempat beredar, akhirnya hari ini terbukti secara gamblang. Dengan terpampang nyata, Nasdem telah menjatuhkan pilihan politiknya dalam menyambut gelaran pemilihan gubernur di Jawa Barat (Jabar), tahun depan. Dan Nasdem bagiku nyata-nyata telah memberi sebuah kejutan. Surprise…! Seolah tidak ada angin, tidak ada hujan. Yang ada cuma equinox. Tiba-tiba Nasdem “meminang” seorang Ridwan Kamil, menjadi bakal calon gubernur Jabar!

Bakal calon gubernur Jabar yang diusung Nasdem: Ridwan Kamil. Source: pikiran-rakyat.com

Aku pribadi cukup heran. Nggumun, bahasa Jawa-nya. Semua orang sudah paham. Ridwan Kamil (RK) yang saat ini menjabat sebagai walikota Bandung, bukanlah kader dari partai Nasdem. Pada 2013, ketika maju dalam pilwali Bandung, RK diajukan oleh duet abadi Gerindra dan PKS. RK pun menang. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa mesin politik Gerindra dan PKS, apalagi ketika berduet, memang tidak bisa diremehkan.

Walaupun pilkada Jabar masih setahun lagi, bursa bakal calon gubernurnya telah ramai dibicarakan. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah, letak Jabar yang dekat dengan Jakarta. Sebagai provinsi utama yang menyangga DKI. Sehingga apapun yang terjadi di Jabar, akan dengan mudah ditangkap oleh segenap awak media nasional. Dan kemudian dikabarkan ke seluruh penjuru negeri.

Maka dari itu tidaklah heran. Barangkali orang di daerah, akan lebih  mengenal sosok-sosok seperti Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, atau Dedi Mulyadi. Ketimbang tokoh atau bahkan bupati daerahnya sendiri. Mengingat begitu dahsyatnya exposure yang dilakukan oleh media nasional kepada tokoh-tokoh dari Jabar tersebut. Berita-berita di televisi atau koran, nyaris tak pernah absen untuk mengabarkan peristiwa terbaru yang berkaitan dengan figur-figur itu.

Berbondong-bondong, orang mulai membicarakan, siapakah yang akan bertarung dalam gelaran pilgub Jabar mendatang. Satu demi satu nama tokoh dimunculkan. Mulai dari Dedi Mulyadi, yang saat ini menjadi bupati di Purwakarta. Ada juga wakil gubernur Jabar sekarang, sang aktor Nagabonar, Deddy Mizwar. Tak ketinggalan, satu yang paling menyita perhatian. Dialah Ridwan Kamil. Petahana di kota Bandung.

Banyak kalangan yang yakin, bahwa RK akan turut meramaikan pilgub Jabar pada 2018 nanti. Segenap prestasinya dalam mengelola Bandung, dijadikan “senjata ampuh” untuk menaikkan popularitas dan menjaring simpati dari masyarakat. Dan RK akan maju dalam pilgub, melalui dua parpol yang kompak mengusungnya pada pilwali Bandung 2013 lalu. Gerindra dan PKS.

Namun, keyakinan itu harus dimentahkan lagi. Hari ini, Minggu, 19 Maret 2017, bertempat di Monumen Bandung Lautan Api, Tegalega, partai Nasdem mendeklarasikan dukungan kepada RK. Meskipun hal ini bukanlah sesuatu yang luar biasa, tetapi keputusan yang diambil Nasdem ini bagiku cukup mencengangkan. Pasti ada sesuatu, yang membuat RK bersedia melabuhkan diri sekaligus reputasinya, untuk “bergabung” bersama Nasdem.

Dunia politik memang dunia yang hanya mengenal kata dinamis. Tidak ada yang abadi. Semua-muanya selalu berubah. Mengikuti zaman dan perputaran waktu. Mengikuti kepentingan yang pasti berubah-ubah. Tergantung situasi dan kondisi yang ada. Segala kemungkinan di dunia politik bisa terjadi. Termasuk Nasdem yang akhirnya memberikan dukungan kepada RK, untuk maju dalam pilgub Jabar selanjutnya.

Manuver Nasdem yang mengusung seorang RK, terasa begitu cepat. Bak kereta shinkanzen. Nasdem seolah tidak mau didahului oleh parpol-parpol lainnya, dalam upaya untuk menggaet RK. Bahkan Nasdem sepertinya telah berhasil “melangkahi” Gerindra dan PKS. Dua parpol yang sejak lama seakan-akan “memiliki” RK. Mengingat RK yang menjadi walikota Bandung, lantaran dukungan dari keduanya.

Dari pandangan politik yang disampaikan oleh Nasdem pada saat launching tadi siang, ada dua poin yang cukup menarik bagiku. Pertama adalah tidak adanya mahar politik, dalam proses pencalonan RK untuk menyambut gelaran pilgub Jabar. Kedua, walaupun diusung oleh Nasdem, tetapi parpol ini tidak memaksa tokoh yang diusung tersebut untuk menjadi anggota resminya.

Terkait dengan pernyataan Surya Paloh, bahwa Nasdem tidak “menginginkan” adanya mahar politik, semoga itu bukanlah sekadar jargon dan lip service belaka. Kita sebagai konstituen, cuma bisa berbaik sangka. Sikap politik yang coba ditawarkan oleh Nasdem ini, perlu dihargai. Pun dibuktikan kebenarannya, kala seorang kader atau tokoh yang diusung Nasdem menjadi pemenang dalam sebuah pilkada.

Barangkali dua poin inilah, yang memantapkan hati RK, untuk bersedia gambling bersama Nasdem. Nasdem serasa memberikan suatu kelonggaran, bagi tokoh diluar kader partainya, untuk bekerjasama dalam sebuah kontestasi pilkada. Kelonggaran yang mungkin tidak bisa disediakan oleh parpol-parpol lainnya.

Sebagai partai politik, sudah pasti Nasdem ingin berbuat lebih baik bagi negeri ini. Salah satu cara untuk mencapainya, tentu saja dengan menempatkan sebanyak-banyaknya kader, di berbagai lini. Baik itu di badan legislatif (DPR dan DPRD), maupun di level eksekutif. Di pemerintahan pusat dan di daerah.

Terkait pemberian dukungan kepada sosok RK, Nasdem pasti mempunyai sejumlah pertimbangan. Dan Nasdem tentu berharap, hubungan yang sudah dimulai dengan RK ini, bakal memberikan impact yang maksimal. Baik itu di level Jabar, juga di level nasional. Tidak dapat dipungkiri. RK adalah salah satu kepala daerah yang lumayan populer.

Deklarasi dukungan Nasdem kepada RK, diramaikan oleh tokoh-tokoh utama di partai tersebut. Ketua umum Surya Paloh, tentu tidak ketinggalan turut menyampaikan pidato politik. Ada juga Enggartiasto Lukita, kader Nasdem yang sekarang menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Satu lagi tokoh yang menarik. Dialah Saan Mustofa. Sebelumnya, Saan dikenal sebagai kader partai Demokrat. Bahkan ia sempat menjadi wakil sekjen. Kalau sekjennya…? Yah, tak usah ditanyakan, deh. Semua sudah hapal kalau sekjen Demokrat adalah tuanku yang terhormat Ibas Yudhoyono. Hhmm…

Saan Mustofa menyeberang ke Nasdem, selepas kalah dalam pilkada Karawang pada 2015. Ia kemudian keluar dari Demokrat, dan berlabuh ke Nasdem. Saan diamanahi sebagai ketua DPW Jabar, yang membuatnya ketiban sampur dalam acara deklarasi dukungan terhadap RK. Sebuah lompatan politik yang cukup memukau.

Kalau Nasdem telah menentukan sikap untuk pilgub Jabar, bagaimana untuk pilgub Jawa Timur…? Aku sebagai warga Jatim mulai antusias. Akankah Nasdem kembali mencuri start untuk menyambut pilgub Jatim? Siapa tokoh yang akan dipinang oleh Pak Surya Paloh…?

Kalau mau berhasil dengan gemilang, sebuah partai politik memang harus segera mengambil sikap dan keputusan. Karena seusai pilkada serentak pada 2018, sudah menunggu pemilu legislatif dan pemilu presiden di 2019. Kontestasi yang paling ditunggu-tunggu oleh rakyat se-Indonesia.

Salam restorasi…!

*ehh… aku bukan kader Nasdem ya 🙂

 

Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage