Sebut Rezim Jokowi Mirip Orde Baru, Kontras Rendahkan Kebejatan Orba

Sebut Rezim Jokowi Mirip Orde Baru, Kontras Rendahkan Kebejatan Orba

321

Jujur saja, saya bukanlah orang yang terlalu suka dengan orang dan bahkan LSM dan NGO apapun yang melakukan kritik tidak dengan dasar dan penilaian yang benar. Apalagi kalau sampai membuat perbandingan yang sangat jauh dengan fakta sebenarnya. Itu jelas sudah melakukan pembodohan dan pengaburan fakta.

Saya adalah orang yang sangat peduli dengan kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di bumi pertiwi. Saya bahkan ikut berjuang dan membangun gerakan Aksi Kamisan di Pekanbaru, Riau. Tetapi saya sebisa mungkin berusaha supaya dalam perjuangan tetap menggunakan NalaR. Jangan kebablasan dan malah jadi Tidak masuk akal perjuangannya.

Itulah yang saya lihat sedang terjadi belakangan ini. Bagaimana bisa kita dengan mudah menilai sebuah pemerintahan dengan sebuah rezim kejam di masa lalu hanya dengan beberapa kasus yang terjadi sedangkan secara umum dan dominan sudah sangat lebih baik. Kalau dibuat dalam presentase, adalah keanehan kalau 90 persen beda tetap dikatakan mirip.

Kalau yang mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi mirip penjajahan Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru, adalah seorang pakar abal-abal seperti Yusril Ihza Mahendra, saya bisa terima. Tetapi kalau ini yang berbicara adalah seorang penggiat HAM yang bernaung di bawah KontraS, maka saya terpaksa mengkritisinya. Mengkritisi karena sosok Munir.

Perjuangan Munir pendiri KontraS bukanlah perjuangan nyinyir tidak jelas. Perjuangan Munir adalah perjuangan advokasi dan hukum yang sangat hebat dan kuat. Implikasinya dia mengalami pembunuhan terstruktur dan terencana rapi. Tetapi perjuangan KontraS sekarang malah mematikan logika dan nalar publik.

Hal ini terjadi saat seorang penggiat KontraS, Feri Kusuma, mengatakan banyak masyarakat menilai rezim hari ini hampir mirip orde baru. Kesimpulannya diambil dari kritik yang dikriminalisasi, diskusi yang dibubarkan, dan lahirnya kebijakan berujung pada represif. Benarkah penilaian seperti ini bisa dijadikan dasar menghampir miripkan pemerintahan Jokowi dengan Rezim Orba??

Saya pun akhirnya menilai bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi hampir mirip dengan orde baru perlu belajar lagi tentang sejarah. Perlu bertanya lagi kepada korban-korban kekerasan dan orang-orang yang terintimidasi pada rezim Soeharto. Karena kalau mau membandingkan sesuatu, maka perbandingannya harus jelas dan apple to apple.

Apalagi ini yang berbicara seorang intelek yang harusnya tidak membandingkan dengan asumsi dan pandangan picik. Seolah-olah, bangsa ini hampir mirip orde baru hanya karena adanya beberapa kasus yang masih terjadi. Sangat salah kalau mengaitkan dan menghampir samakan pemerintahan Jokowi dengan orde baru.

Parahnya, pemahaman ini bukannya dipahami dengan benar tetapi malah ada yang dengan nyinyirnya menyebut bahwa pemerintahan Jokowi malah bisa disamakan dengan rezim Soekarno yang dinilai sebagai rezim diktator komunis. Semua nyinyir, padahal mereka tidak paham bagaimana fakta sejarahnya.

Saya malah jadi menilai, apa yang sedang dilakukan oleh KontraS yang menghampir miripkan pemerintahan Jokowi dengan Rezim Orba adalah sebuah tindakan tanpa sengaja merendahkan atau mereduksi kekejaman dan kebejatan rezim Orba. Bagaimana mungkin pengalaman mengerikan dan menyeramkan di orba bisa dilupakan begitu saja??

Kita harusnya #MelawanLupa dan #MenolakLupa bagaimana dulu kejamnya rezim Orba. Bukan merendahkan dan mengaburkan fakta dengan menyebut bahwa pemerintahan Jokowi hampir mirip dengan Orde Baru. Orang yang tahu kejamnya dan jadi korban pada saat itu pasti geleng-geleng kepala dengan generasi ini merendahkan dan mereduksi kekejaman Orba.

Jangan pernah menyamakan kebejatan Orba dengan pemerintahan sekarang. Menyebutkannya saja jangan. Kalau memang masih ada pelanggaran hukum dan saling lapor membungkam pengkritik, itu semua masih dalam kasus hukum. Kalau sudah ada pembungkaman dengan sangat massif melalui tindakan keras pemerintah menggunakan militer baru singgung Orba.

Kalau belum, lebih baik kita diam dan bungkam saja. Jangan sampai orang akan menganggap rendah kekejaman dan kebejatan rezim Orba dengan kondisi saat ini. Rezim Orba harus dijelaskan sebagai rezim paling kejam dimana keterbukaan alpha dan intimidasi pemerintahan sangat mengerikan.

Meski sulit, saya berharap para aktivis HAM hentikan merendahkan kekejaman dan kebejatan HAM masa lalu dengan membandingkannya di era yang sudah lebih baik ini.

Salam Orba KEJAM!

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage