Selain Hater’s Jokowi, First Travel Juga Menuntut Pemerintah Mengganti Rugi!

Selain Hater’s Jokowi, First Travel Juga Menuntut Pemerintah Mengganti Rugi!

81

Sederhana, dia susah, lalu dia kaya. Namun sayang, uang hasil kekayaan yang dia dapat ternyata? Tentu saja dari hasil kerja, kerja apa? Kerja dagang tiket semurah-murahnya lalu nikmati sepuas-puasnya. Maksudnya apa?

Jadi begini, First Travel memiliki 500 agen yang merekut jemaah untuk berangkat umrah. Biaya yang ditawarkan relatif murah, sehingga banyak jemaah tertarik. Biaya termurah Rp 14 juta.

menurut informasi jumlah jemaah yang sudah berhasil mendaftar dan membayar itu kurang lebih 70.000 orang, 70.000 orang itu jumlah yang cukup besar dan sayangnya hanya 35.000 yang sudah berangkat. Sisanya 35.000 orang tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan

Kita hitung kerugiannya, kalau Rp 14,3 juta dikali kurang lebih 35.000 maka kerugiannya bisa mencapai Rp 500 miliar

Bareskrim Polri menangkap Andika dan Anniesa di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hater’s Jokowi

Tidak mau berkomentar banyak, informasi selengkapnya silahkan baca artikel milik Suci Pemilik First Travel Yang di Duga Gelapkan Ratusan Milyar, Ternyata Haters Jokowi ?  Karena sudah tertulis jelas rinicannya.

Menambahkan sedikit yang tidak tertulis dalam artikel tersebut, kerap menyindir pemerintah, berlawanan dengan pemerintah, melakukan hasutan yang cukup menantang dengan menganalogikan sebuah konsep “ada sumbangan yang boleh dan yang tidak boleh”

 

Tapi sekarang meminta ganti rugi kepada pemerintah atas kasusnya? KOK ENAK #susukentalmanis

Begitulah yang terjadi, Informasinya bisa dilihat dalam laman berita yang dirilis Metro TV, pada judul berita berikut ini First Travel Angkat Tangan Soal Ganti Rugi Duit Calon Jemaah

Dalam berita tersebut beragam kata mutiara yang keluar dari ucapan sang pengacara dalam membela kliennya, yang bagi saya dan para netizen yang membaca perkataan tersebut sangat aneh. Dimulai dari alasan sulit mengembalikan dana

Alasan yang diutarakan adalah:

Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana menyebut pengembalian kerugian pada para jemaah nampaknya sulit dilakukan karena kliennya ditahan. Dengan enaknya dia berkata sebagai berikut

Kami tidak akan bertanggung jawab untuk memenuhi kerugian. Bagaimana mau bertanggungjawab izinnya sudah dicabut, dia ditahan,”

Kemudian, kata-kata mutiara berikutnya yang kedua dan tersakral sejagat raya adalah berikut ini:

Eggy Sudjana meminta pemerintah yang bertanggung jawab mengembalikan duit jemaah.

“Karena yang menutup itu pemerintah maka yang bertanggungjawab adalah pemerintah,” tutur dia.

GIla! saya yang jalan-jalan keluar negeri, saya yang glamor tampil trendy di media sosial, saya yang sudah mirip artis mak Cyahrini pakaiannya, saya yang sudah dandani suami ala raja Calaman

Saya yang sudah menikmati duit itu dari hasil “keuntungan” tanda kutip, (biar diperjelas ada si kutip disitu), Bahagia sekali 35.000 orang yang tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan itu.

Sudah tidak bisa berangkat, sekarang First Travel mau lepas tanggung jawab? Plus meminta uang ganti rugi kepada pemerintah? Itu ibarat kamu menghina ibu kandung sendiri, tapi sehabis itu minta duit buat bayarin keseharianmu, ada dimana wajah saya? Wajah saya ya di muka lah  masa di tembok.

Apakah pengacara berani menjamin? Menjamin apa?

Simak saja alasannya, karena izinya dicabut, dianya ditahan maka tidak bisa ganti rugi. Kalau! Misal! itu izin usaha tidak dicabut, bisa tidak dia berangkatkan 35.000 orang yang mandet saat ini? Tanpa! mencari lagi korban-korban baru dengan iming-iming harga umroh murah? Berani kah engkau menjamin wahai pengacara?

Misal! Kalau! Direktur utama, sang artis dengan kasus penipuan ini dibebaskan, tidak ditahan! Beranikah engkau menjamin dia tidak akan kabur? Menghilang? Pergi meninggalkan Indonesia dan tak kembali?

Tidak ada jaminan! Kedua pendapat diatas benar-benar berat, dimulai darimana mencari 500 miliar sebagai ganti rugi untuk memberangkatkan 35.000 orang? Siapa penjamin dia tidak akan menghilang? Tidak akan ada yang bisa menjawab itu semua.

Lihatlah saat ini, banyak netizen berkomentar “Penipu berkedok agama” taktik apa yang akan engkau lakukan wahai pengacara dan tersangka untuk menggantinya? Label penipu sudah tercap, kalau-kalau kalian pandai bersilat lidah untuk menggait konsumen baru dengan menggerakan para agen lapangan. Artinya kalian mengulang cara lama bukan? Tidak akan ada cara mencari 500 miliar.

Share.

About Author

Contact: https://goo.gl/8w2iKn

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage