(Seolah-olah) Agus Mengatakan “Jangan Pilih Saya”

(Seolah-olah) Agus Mengatakan “Jangan Pilih Saya”

17

Elshinta.com

Melalui salah satu kampanyenya di wilayah Cawang, 11/1/2017, Agus lagi-lagi membuat saya geleng-geleng kepala dengan pernyataannya. Sebelumnya, konsep kota apungnya telah berhasil menimbulkan tawa skala nasional. Kali ini Agus secara tidak langsung mengatakan untuk tidak usah memilihnya di pilgub 15 Februari mendatang. Sebenarnya anda mau apa gus?

Ada dua hal yang menjadi sorotan. Yang pertama agar warga jangan salah pilih dan yang kedua agar warga jangan mau diimingi janji-janji uang. Agus lagi-lagi blunder dengan ucapannya sendiri. Kedua pernyataannya tersebut menyerang dirinya sendiri.

Saya akan mulai dari poin yang kedua. Kenapa? Karena lebih menarik. Agus dan pasangannya merupakan calon yang paling gencar bagi-bagi uang melalui programnya. Salah satunya program pemberian dana 1 M. Dana sebesar itu diberikan kepada masing-masing RW di Jakarta jika dirinya terpilih menjadi gubernur.

“Jangan mau diiming-imingi oleh janji-janji uang,” kata Agus dalam kampanyenya tersebut. Saya yang membaca berita ini tentu heran. Agus meminta pendukungnya agar jangan mau diiming-imingi dengan janji-janji uang padahal programnya sendiri bagi-bagi uang.

Detik.com

Menurut saya, Agus ini sebenarnya masih gagal paham dengan program-programnya sendiri. Dia belum sepenuhnya mengerti dengan konsep-konsep yang dia tawarkan ke masyarakat. Hal itu disebabkan karena pengetahuan Agus juga masih sangat minim akan Jakarta serta permasalahannya yang katanya kompleks itu.

Pencalonan Agus ini kan sangat dipaksakan dan buru-buru. Akhirnya dia dituntut untuk memahami materi kuliah S2 sementara lulus SD saja belum. Pembaca Seword bisa menilai sendiri bagaimana hasilnya. Ajakan debat pun ditolaknya dengan alasan bla bla padahal mungkin karena tidak siap. Jadi sangat tidak tepat jika Ibukota negara dijadikan tempat sebagai ajang coba-coba oleh Agus apalagi predikatnya sebagai politikus baru lahir kemarin. Bulan lalu saya juga sempat membahas Agus ini melalui sebuah tulisan. Bisa dibaca di sini https://seword.com/politik/bang-agus-dan-tahu-bulat/

Agus sama sekali belum percaya diri dengan posisi barunya ini. Hal itu bisa dilihat ketika dia sering mengangkat cangkir sambil melemparkan pertanyaan kepada penonton saat diserang oleh Najwa Shihab. Juga garuk-garuk kepala karena ketidakmampuannya menjelaskan konsep kota apung ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukannya untuk mengatasi banjir di Jakarta. Begitulah kura-kura mengapa Agus sering blunder dengan ucapannya sendiri. Dia masih belajar karena semua serba baru baginya.

Kemudian yang kedua mengenai ucapan Agus agar warga tidak salah pilih.
“Kesempatan bagi perubahan Jakarta ada di depan mata kita. Jangan sampai salah pilih. Kalau salah pilih, mau sengsara 5 tahun ke depan? Mau menangis ke depan? Pesan dari saya awasi, jangan sampai ada kecurangan,” kata Agus berorasi.

Saya paham Agus sedang kampanye dan memang wajar walaupun dia kepedean seperti itu. Melalui pernyataannya tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa jika warga memilih calon yang lain berarti mereka salah pilih. Jadi harus lah memilih Agus agar kehidupan warga Jakarta tidak sengsara dan menangis dalam lima tahun ke depan. Kira-kira begitu maknanya.

Tapi saya melihat sebaliknya. Justru warga akan sengsara jika Agus yang memimpin Jakarta. Saya katakan seperti iti karena seperti opini saya di atas mengenai janji-janji uang, Jakarta akan sulit berkembang dan maju jika pemimpinnya masih belajar. Beberapa kali saya baca Agus juga mengatakan, “tentu saya masih akan pelajari itu semua”. Sementara Jakarta butuh pemimpin yang siap berpacu. Langsung tancap gas karena tidak ada kesempatan untuk berleha-leha. Segudang masalah sudah menanti untuk segera pecahkan.

Memimpin dua puluh orang tentara sangat berbeda dengan memimpin satu daerah dengan jutaan warganya. Bgaimana Agus mampu meyakinkan warga DKI jika dia sendiri belum siap? Agus masih harus banyak belajar. Apalagi debat resmi akan segera digelar. Tidak ada alasan untuk mangkir lagi. Jadi, jika Agus masih merasa nyaman dengan gayanya seperti sekarang ini, maka bisa dipastikan pernyataan-pernyatannya berikutnya masih akan berbunyi “jangan pilih saya”. Kemenangan yang dia harapkan pun pasti semakin menjauh seperti jauhnya pemahaman Agus mengenai konsep Jakarta terapung.

Akhir kata, tolong jangan pilih saya karena saya bukan Agus juga bukan calon gubernur. Apalagi saya sudah ada yang punya. Ehh…

Salam janji-janji pasti.

SEKIAN.

Share.

About Author

Penikmat Suara Kebenaran email: alpian.pandia@gmail.com WA: 089630325707

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage