Seorang China dan Kafir yang Sangat Menghormati Indonesia

Seorang China dan Kafir yang Sangat Menghormati Indonesia

172

 

Andai saya bisa menuliskan sebuah surat untuk Pak Ahok dan beliau sudi membacanya, maka ini yang akan saya sampaikan:

Sebelumnya saya ingin mengenalkan diri, saya adalah Alifurrahman, pendiri SEWORD, yang secara statistik merupakan portal opini paling besar dan berpengaruh di Indonesia saat ini.

Bapak mungkin belum mengenal saya, sebab kita memang belum pernah bertemu. Tapi saya merasa sudah mengenal Bapak sejak masih berpasangan dengan Pak Jokowi pada 2012 silam. Saya juga merasa Bapak sudah pernah membaca salah satu atau beberapa tulisan di SEWORD ini.

Pada tahun 2014, saya sudah berusia 24 tahun waktu itu. Dan untuk yang pertama kalinya saya membuat keputusan melawan arus. Keluar dari zona dan lingkungan yang sudah banyak memberikan saya pelajaran tentang politik dan kepedulian terhadap negara kita, Indonesia.

Untuk pertama kalinya saya membuat keputusan politik, mundur dari kepengurusan partai (cabang) dan memilih mendukung Pak Jokowi. Saya harus mundur sebab partai tersebut merupakan partai lawan Pak Jokowi, dan mengusung pasangan Capres Cawapres sendiri.

Sekarang 2017, saya mendukung anda untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun akhirnya, kita kalah. Dan yang lebih buruk lagi, anda masuk penjara.

Anda dan Presiden Jokowi adalah idola saya. Kalian berdua adalah dua sosok yang memiliki banyak kemiripan, tapi pada sisi tertentu terlihat begitu kontras sekali. Setegas-tegasnya Presiden Jokowi, beliau tetap santun dan tenang. Tapi anda, begitu meledak-ledak, seolah benar-benar meluapkan semua emosi yang ada. Bagaimanapun saya suka dengan ketenangan Presiden Jokowi, juga suka dengan ucapan-ucapan telak dari anda, saya suka sekali membaca coretan anda yang “pemahaman nenek lu!”

Pak Jokowi dan anda adalah dua orang yang berhasil membuat saya tergerak untuk melakukan sesuatu yang sifatnya politis. Padahal dulu saya tak pernah tertarik untuk beropini, mengomentari atau bahkan berpikir tentang politik saja saya enggan.

Tapi sekarang saya sudah masuk cukup dalam ke arena politik. Bertemu dan kenal dengan orang-orang pendukung Bapak. Terlibat diskusi panjang bersama tim dan partai-partai pendukung Ahok Djarot. Bertemu dengan banyak orang yang sepertinya cukup kenal dan kerap berinteraksi dengan Bapak.

Setelah berbulan-bulan saya mengikuti proses demokrasi, baru sekarang, pada titik ini, saya merasa sangat lelah sekali menjadi bagian kecil dari orang-orang yang mendukung anda. Lelah sekali.

Ancaman, intimidasi, sampai penawaran-penawaran menggiurkan agar tidak mendukung Bapak sudah pernah saya dapatkan. Tapi saya malah memilih tidak takut dengan ancaman serta melawan segala bentuk intimidasi.

Banyak teman geleng-geleng kepala melihat sikap saya belakangan ini. Terlihat tak peduli dengan tawaran materi, malah mendukung orang yang non muslim seperti anda tanpa imbalan apa-apa. Bahkan istri saya sempat terdiam cukup lama mengetahui saya menolak tawaran-tawaran tersebut. Ini kalau diibaratkan berdasarkan persepsi teman-teman saya, sudahlah tidak dapat dunia (uang), masih dapat neraka di akhirat kelak.

Tapi saya tau tidak sendiri. Ada banyak pendukung dan relawan anda, yang juga tidak mendapatkan imbalan apa-apa. Kami malah sumbangan untuk biaya kampanye anda dan Pak Djarot. Pagi sampai sore kami bekerja, malam harinya ikut memikirkan politik dalam negeri, bahkan sampai turun ke jalan, menyalakan lilin solidaritas untuk anda yang mendapat perlakuan cukup aneh dari hakim dan hukum di negara ini.

Sekarang, setelah beberapa hari anda di penjara, semalam muncul keputusan yang sangat mengejutkan. Anda dan keluarga memilih mencabut upaya banding. Lebih dari itu, anda menuliskan surat terbuka dan langsung dibacakan oleh Bu Veronica. Berikut ini adalah kalimat yang begitu menggetarkan menurut saya.

“Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang menganggu lalu lintas.

Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.”

Jujur, tak tega rasanya melihat Bu Veronica menahan air matanya di hadapan publik membacakan surat anda. Tapi tak ada pilihan, itu harus anda lakukan dan memang harus Bu Veronica yang membacakannya. Supaya semua pendukung anda yakin bahwa itu asli dan dari kemauan seorang Ahok.

Jika sebelumnya saya mengenal seorang Ahok yang begitu keras kepala, teguh dan memegang prinsip hitam putih, benar salah, sekarang saya baru tahu bahwa anda tidak hanya bisa meyakini sesuatu yang dianggap benar, tapi juga mau menerima keputusan hakim begitu saja.

Banyak yang kaget dengan keputusan anda, saya salah satunya. Tapi pada akhirnya saya paham, bahwa inilah politik, banyak keputusan-keputusan aneh yang harus diambil untuk kepentingan yang lebih besar. Sekarang anda tidak hanya mengorbankan diri anda sendiri, tapi juga istri dan anak-anak anda untuk kententraman dan keutuhan NKRI.

Saya paham bahwa ini sudah menjelang Ramadhan. Sepertinya anda tak ingin sekelompok makhluk yang selama ini selalu menyerukan “perang badar” benar-benar memiliki alasan dan akan turun ke jalan lagi, berhalusinasi seolah-olah sedang berperang di bulan Ramadhan, ingin mati syahid agar nantinya dapat menikmati puluhan tubuh semlohai bidadari surga dengan segala jenis, ukuran dan rasa.

Luar biasa. Saat anda didemo oleh jutaan orang dari luar Jakarta, dikalahkan oleh isu SARA, kalah karena China dan nonmuslim, divonis hukuman 2 tahun karena tekanan massa, anda rupanya belum berhenti mencintai Indonesia.

Padahal sebenarnya anda bisa saja menghilang ke luar negeri, menyewa kos-kosan di sebelah kosan Habib Rizieq. Tak perlu menghargai hukum di Indonesia, tak perlu datang saat dipanggil, bilang saja sibuk. Tapi anda memilih mencintai negeri ini dengan sempurna. Memilih bertahan di Indonesia, apapun masalah dan kondisinya.

Meski sebagian makhluk menganggap kelompok anda tidak berperang memerdekakan negara ini, China dan kafir tak ada gunanya di Indonesia, tapi sekarang anda menunjukkan betapa anda mencintai negeri ini tanpa syarat. Mampu menghargai hukum dan aturan di Indonesia. Tak pernah mengeluh dikriminalisasi.

Luar biasa Pak. Jika dulu saya berpikir bahwa berada di luar negeri adalah cara terbaik untuk merindukan, mencintai dan merenungkan betapa indahnya negeri ini, sehingga kembali ke Indonesia dengan melepas semua kenyamanan dan fasilitas yang lebih baik di luar negeri adalah tanda cinta luar biasa. Tetapi sekarang saya sadar, bahwa mencintai negeri ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Cukup taat pada aturan dan tidak membuat repot negeri ini, kemudian menerima apapun segala bentuk perlakuan negerimu.

Saya tau ada banyak cerita dan kisah yang tak dapat Bapak sampaikan secara terbuka. Beberapa sudah pernah saya dengar dan juga tidak bisa saya ceritakan. Karena semua itu tak terlalu penting, karena semuanya lebih banyak membahas manusia-manusia kerdil. Yang penting sekarang satu Indonesia tahu, bahwa orang yang dicela kutil babi, China, kafir dan seterusnya, memilih mencintai Indonesia dibanding Arab Saudi.

Semoga Bapak diberi kesehatan dan umur panjang, serta tak lelah mencintai Indonesia. Ajari kami untuk terus mencintai dan menghormati negeri ini lebih dari yang mampu kami berikan seperti selama ini…Begitulah kura-kura.

Share.

About Author

Analyst, Pemikir, Pakar Mantan dan Spesialis Titik-titik WA: +15068028643 BBM: 74B86AE4

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage