Setelah Fitsa Hats, Kini #SaksiWhatsapp Dicurigai Antek Doraemon

Setelah Fitsa Hats, Kini #SaksiWhatsapp Dicurigai Antek Doraemon

165

Melihat dan memperhatikan sidang kasus Ahok, saya rasa semua kita pasti sepakat bahwa setiap sidang selalu menghasilkan cerita-cerita bodoh. Pada sidang sebelumnya, ada Habib Novel Bamukmin, yang berhasil membuat satu Indonesia tertawa karena disebutkan pernah bekerja di Fitsa Hats. Maksudnya Pizza Hut. Awal tawa ini tentu saja dimulai dan dipelopori oleh Ahok, yang ngakak karena curiga Habib Novel malu pernah berkerja dengan orang kafir.

“Nama saksinya Habib Novel. Dia kerja dari tahun 92 sampai 95 di Pizza Hut. Tapi mungkin karena dia malu kerja di Pizza Hut karena itu punya Amerika, dia sengaja menuliskan Fitsa Hats. Dia sengaja ubah. Ini saya kasih lihat. Saya sampai ketawa. Dia ngakunya nggak perhatikan, padahal dia tanda tangan semua,” sambung Ahok sembari memegang berkas identitas Novel.

Lebih ngakak lagi karena kemudian Habib Novel membantah Ahok. “Lagi pula Pizza Hut kan dari Italia, kenapa disebut dari Amerika. Itulah Ahok, mau mencari-cari kesalahan, tapi semakin kelihatan gobloknya,” ujar Habib Novel.

Jadi Habib Novel ini seolah-olah merasa paling pintar sendiri, bermaksud menyalahkan Ahok. Padahal dirinya yang salah. Sebab Pizza Hut memang dari Amerika.

Kemudian kemarin, giliran Padri Kasman, PP Muhammadiyah yang merupakan pelapor menjadi saksi dalam persidangan. Pedri melaporkan Ahok ke Polisi atas permintaan Daniel, ketua PP Muhammadiyah. Pelaporan dibuat setelah keduanya mengadakan diskusi.

“Berarti kesimpulan ditarik berdasarkan video 13 detik?” tanya Ahok.

“Bukan itu maksud saya,” jawab Pedri.

Kemudian hakim menengahi dan membacakan BAP secara lengkap, bahwa barang bukti yang diberikan Pedri pada Polisi adalah video berdurasi lengkap. Namun menjadi lucu karena kemudian hakim bertanya soal diskusi. Disebutkan Pedri dan Daniel berdiskusi sebelum akhirnya sepakat melaporkan Ahok.

“Diskusi di grup WhatsApp,” kata Pedri.

“Artinya hanya 13 detik, karena di WhatsApp tidak bisa unggah video 1 jam,” sanggah Ahok. Skakmat!

Dari dua cerita ini, Ahok selalu berhasil melakukan skakmat. Lawannya tak bisa berkutik dan hanya semakin menunjukkan kebodohannya. Novel Bamukmin dengan Fitsa Hats nya, sementara Pedri dengan grup WhatsApp yang tidak mungkin bisa menunggah video lengkap Ahok dan dijadikan bahan diskusi.

#SaksiWhatsApp

Selain Pedri, ada juga saksi Rasyid Dani yang melaporkan pidato Ahok di Pulau Seribu tanggal 6 September. Padahal pidato Ahok aslinya pada tanggal 27 September. Artinya apa? Mungkin Dani ini merupakan teman Nobita dan Doraemon yang dipinjami mesin waktu, jadi mempercepat pidato Ahok dari 27 September dimajukan menjadi 6 September. Sebab kalau bukan temannya Doraemon, siapa lagi yang bisa begitu?

Selanjutnya adalah pelaporan pidato Ahok disebutkan lokasinya di Bogor, padahal aslinya di Kepulauan Seribu. Sampai di sini saya jadi serius berpikir bahwa selain memegang mesin waktu, saksi WhatsApp ini sepertinya juga dipinjami pintu ajaib. Jadi dari Kepulauan Seribu langsung bisa tembus Bogor.

Dengan serangkaian kejadian ini, atas nama founder seword yang menginginkan tayangan berkualitas dan lebih greget di sidang Ahok, ingin memberikan beberapa point dan masukan kepada saksi, hakim dan Ahok.

  1. Sidang minggu depan sebaiknya diadakan di grup WhatsApp. Sebab saksinya kan dari grup Whatsapp? Masa jadi saksi di pengadilan offline? ini jelas tidak sesuai. Harapannya bentuk ngeles nikung mirip bajai kempes tidak terjadi lagi.
  2. Sidang melalui grup Whatsapp juga akan menghindari jawaban-jawaban saksi lupa, saksi nggak lihat dan seterusnya.
  3. Diharapkan Doraemon, Nobita dan Sizuka bisa hadir di persidangan grup Whatsapp. Sebab keterangan mereka sangat penting karena ada potensi Dani mendapat pinjaman mesin waktu dan pintu ajaib yang dari Kepulauan Seribu bisa langsung tembus Bogor.
  4. Selain itu, jika Doraemon datang ke Indonesia, Polisi juga bisa menyelidiknya, apakah Doraemon juga meminjamkan alat pengganda? Sebab aksi 212 diklaim mencapai 7 juta orang.

Ya sudah 4 point dulu, kalau ada yang mau menambah, silahkan. Sebagai rakyat Indonesia yang mendukung peningkatan kualitas hiburan tanah air, besar harapan saya agar sidang-sidang selanjutnya dapat menghadirkan saksi-saksi lucu. Bantu kami untuk bisa tertawa dan menertawakan kebodohan-kebodohan para saksi. Setelah Fitsa Hats dan Saksi Whatsapp, semoga selanjutnya ada Doraemon berdaster, atau apalah terserah, yang penting bisa tertawa. hahaha

Begitulah kura-kura.

Share.

About Author

Analyst, Pemikir, Pakar Mantan dan Spesialis Titik-titik WA: +15068028643 BBM: 74B86AE4

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage