Terbongkar Video Prabowo Bagi Hadiah! Umroh bagi Muslim dan Wisata Rohani bagi Nasrani! Isu SARA Terbantahkan!

Terbongkar Video Prabowo Bagi Hadiah! Umroh bagi Muslim dan Wisata Rohani bagi Nasrani! Isu SARA Terbantahkan!

181

 

Video pembagian hasil yang diupload oleh seorang “abdi dalem” yang memenangkan Anies Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih, mematahkan isu SARA yang selama ini didengung-dengungkan oleh para kaum bumi datar dan kaum sumbu pendek.

Ternyata kemenangan Anies bukanlah kemenangan Muslim Jakarta, namun kemenangan elit politik dan para pengusaha yang mem backup Anies Sandi di dalam memenangkan pilkada Jakarta. Melihat hal ini tentu melihat kemirisan yang dilakukan oleh timses Anies Sandi. Setiap kemenangan diperoleh dengan cara-cara yang sungguh memuakkan. Memang betul, ternyata hal-hal yang menjadi kesulitan Pak Ahok, adalah karena Pak Ahok didukung hanya oleh rakyat.

Ternyata suara rakyat dan dukungan rakyat kepada Pak Ahok kalah jauh dibandingkan dengan isu SARA yang berhasil digoreng sedemikian rupa, dan juga back up yang dimiliki oleh Anies Sandi, yaitu para penguasa media, Hary Tanoe, pengusaha besar, dan para politikus jahanam.

Melihat video, panas sekali hati saya, dan saya sangat responsif dan sensitif untuk hal-hal demikian. Bagaimana agama hanya dijadikan alat politis. Kemenangan Anies Sandi sekali lagi bukan kemenangan kaum Muslim Jakarta. Kaum muslim Jakarta harus sadar bahwa dibalik isu SARA yang disematkan kepada Pak Ahok, ada sesuatu yang lebih besar di balik agama. Apakah itu? Itulah uang. Karena uang merupakan akar dari segala kejahatan yang mungkin muncul.

Mungkinkah video ini hoax? Di sana ada Prabowo, Anies, Hary Tanoe, Fadli Zon, dan beberapa elit PKS, Gerindra, dan Perindo yang berada di sana yang saya tidak tahu siapa mereka. Namun yang pasti, di dalam video tersebut Prabowo terlihat sedang membagi-bagikan “jatah umroh” dan “jatah wisata tanah suci” untuk orang-orang yang mungkin menjadi “abdi dalem” pemenangan Anies Sandi.

Tidak terlihat Rizieq Shihab di sana, mungkin karena mereka memikirkan idealisme Rizieq yang masih perlu membakar semangat para kaum sumbu pendek, untuk tetap percaya, bahwa ini adalah isu SARA murni, yang dilakukan oleh Pak Ahok.

Ternyata “konsep syurga” yang ditawarkan dan berhasil ditanamkan ke warga Jakarta, oleh para kaum bumi datar ternyata hanya bau nya saja. Mungkin saking harumnya surga, baunya pun memang tercium bahkan dari neraka!

Mereka tertipu, bahkan sepertinya Rizieqpun tertipu dengan hal ini. Malam-malam begini, saya cukup kaget melihat apa yang bisa dilakukan oleh elit politik, pengusaha, dan para penguasa ekonomi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Orang jujur seperti Ahok menjadi korban dari kekejian mereka. Kepentingan politikpun bisa dibalut dan dibungkus dengan iming-iming permen bermerk “agama”. Lagi-lagi, dengan hormat saya meminta kepada para para kaum agamis di Jakarta, untuk menyatakan sesuatu hal yang tidak terhormat kepada Anda:

JANGAN MAU DIBODOH-BODOHI OLEH ELIT POLITIK! BUKA MATA KALIAN, HAI ORANG-ORANG BUTA!

Melihat bagaimana Pak Ahok dizolimi oleh orang-orang “cerdas” selama hampir setengah tahun ini, bagaimana tidak air mata ini tidak pernah berhenti mengalir, menerima apa yang terjadi kepada orang sebaik Pak Ahok. Kekalahan Pak Ahok merupakan kekalahan warga Jakarta.

Pak Ahok yang mendapat tekanan seperti itu tidak menangis, mungkin air mata Pak Ahok sekarang tersebar di seluruh Jakarta. Mereka yang tidak rela kehilangan Pak Ahok, sekarang harus menerima kenyataan pahit ini. Apalagi melihat kesenangan dan suasana riuh yang ada di video. Prabowo dan rekan-rekan sangat bergembira menerima hasil pemenangan, dan memberikan sebuah “hadiah umroh” dan “hadiah wisata tanah suci” kepada kaum Muslim dan kaum Nasrani.

Inikah yang dikatakan oleh Pak Ahok mengenai “jangan dibodoh-bodohi dengan ayat suci”? Ternyata suara kenabian Pak Ahok mengenai video ini, sudah didengungkan dari tahun 2016, di Kepulauan Seribu. Memang ternyata Tuhan tidak salah menempatkan Pak Ahok selama ini di dalam jabatannya sebagai Gubernur. Pak Ahok berhasil “menelanjangi” seluruh keburukan-keburukan, niatan-niatan, dan nafsu-nafsu kekuasaan yang diinginkan oleh para elit politik, penguasa, dan pengusaha kaya.

Tuhan yang betul-betul ada tentu tidak perlu dibela oleh manusia, apalagi kaum bumi datar. Tuhan yang datang, tentu akan menyingkapkan segala sesuatu. Dan pada akhirnya, bukan kalian yang menang, melainkan Tuhan-lah yang menang! Merdeka!

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut: https://seword.com/author/hans-sebastian/

P.S: Banyak yang mengatakan bahwa tulisan ini ditulis oleh penulis yang gagal move on dan “ngompor-ngompori”. Maka saya rasa, perlu adanya klarifikasi disini. Kami memberikan opini berdasarkan fakta yang ada. Jika akhirnya ada yang mengatakan bahwa penulis melakukan “pengomporan”, itu membuktikan bahwa sumbu Anda pendek. Sekian.

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage