Tim Ahok Harus Mewaspadai Lawannya yang Main Kasar (Takut Jagoannya Kalah)

Tim Ahok Harus Mewaspadai Lawannya yang Main Kasar (Takut Jagoannya Kalah)

5

Pilkada DKI 2017

Pilkada DKI sudah semakin dekat, pembenci Ahok atau orang-orang yang tidak suka dengan kerja keras dan kejujuran Ahok, nampaknya semakin berani menghalalkan segala cara untuk membuat Ahok keok (baca: kalah) dalam Pilkada.
Belum cukup dengan penghadangan kampanye Ahok – Djarot yang sampai mempertanyakan izin RT/RW -yang sangat tidak masuk akal- yang bisa kamu baca di sini Tidak Waras, Ada “Preman” Menyamakan Kampanye Ahok dengan Kegiatan Kumpul Sumbangan, kemarin ada simpatisan PDIP yang dianiaya oleh orang yang tidak suka terhadap Ahok setelah simpatisan PDIP tersebut mengawal kampanye Djarot.
Parahnya, Pengeroyokan -walaupun diakui duel satu lawan satu- diduga dilakukan oleh anggota ormas yang selalu bawa-bawa nama agama tapi berperilaku seperti preman. Aneh kan? tapi itu FAKTA BUKAN HOAX.
Seharusnya kalau tidak suka ya cukup tidak usah dipilih pada tanggal 15 Feb 2017, kenapa mesti repot-repot sampai harus lakukan penghadangan bahkan pengeroyokan yang jelas-jelas adalah pelanggaran, ini seolah-olah ada ketakutan dari pembenci Ahok, ada ketidakyakinan dari pendukung salah satu lawan Ahok. Ini pasti.

Logikanya kalau ada yang sederhana saat tidak suka -tidak dicoblos tanggal 15 Feb 2016-, kenapa mesti pakai cara yang repot yang jelas-jelas pelanggaran? Tidak lain karena tidak yakin jagoannya bisa menang melawan Ahok.

Mereka walaupun tidak waras bukan berarti tidak cerdas untuk melihat kalau Ahok itu bukan lawan yang bisa disepelekan.

Makanya, cara preman dan kekerasan serta ancaman pun menjadi cara mereka, kamu tahu kan siapa jagoan mereka? Saya rasa tidak perlu saya kasih tahu, soalnya ada spanduk di mana-mana, bahkan FB ormas ini juga pernah memposting -kalau belum dihapus- dukungan mereka terhadap jagoan mereka.

Sekilas informasi saja,  jagoan mereka bahkan belum berpengalaman sama sekali, yang seringnya membuat orang muter-muter kebingungan saat mendengar kata-katanya saat ditanya soal permasalahan di Jakarta, yang merasa program tidak penting, sudah tahu? Kalau belum cukup ingat Jakarta Apung saja deh. Huff mikirin itu lagi saya jadi mumet, kok ada cagub tapi bisanya hanya membingungkan orang.

Kok bisa didukung padahal tidak berpengalaman dan seringnya membingungkan orang? Entahlah, tanyalah pada rumput hambalang yang bergoyang, daripada saya dituduh menfitnah atau menyebarkan Hoax, jadi lebih baik saya pura-pura tidak tahu aja deh, mungkin perlu juga tanya baju lengan panjang yang bergoyang..  Perlu? Hoho

Intinya -saya rasa-,  mereka tidak perduli dengan kemajuan Jakarta, entah apa alasan mereka walaupun jagoan mereka tidak layak, tapi mereka mau jagoan mereka menang, titik tanpa koma harus menang, tidak perduli apapun caranya walau harus menggunakan penghadangan atau pengeroyokan yang jelas-jelas merupakan pelanggaran, tujuannya untuk memberikan efek takut kepada pendukung Ahok yang lainnya, syukur-syukur ada yang berubah pikiran dan mengubah pilihan mereka kepada jagoan mereka, Ahok.

Bisa juga karena memang mereka kek ada tidak waras waras gitu, tapi jujur saja, bahkan ada teman saya yang Tiong Hua yang tidak mau memilih Ahok karena menganggap Ahok membuat mereka dalam bahaya, seperti yang terjadi pada demo 411. Edan memang,  hari gini mainnya masih mau aman saja, mau sampai kapan negara ini bisa bangkit, kalau rakyat takut dengan yang menggunakan cara preman.  Fiuuhh.

Melihat cara main yang keras dari pembenci Ahok yang merupakan ormas yang cukup banyak anggotanya di Jakarta, maka bukan tidak mungkin mereka melakukan yang lebih dari ini saat hari pencoblosan, terutama di kawasan basis mereka, sepertinya tim Ahok memang harus lebih waspada, harus memikirkan strategi supaya tidak terjadi hal-hal yang lebih aneh yang mungkin dilakukan oleh pihak-pihak yang selalu menghalalkan segala cara untuk membuat Ahok keok dalam pilkada pas hari pencoblosan.

Tim Ahok juga harus mengantisipasi untuk membuat pemilih Ahok terhindar dari ancaman yang kemungkinan akan dilakukan pihak-pihak yang tidak yakin jagoan mereka bisa menang tanpa cara curang, karena bukan tidak mungkin ada pemilih yang akan diancam saat mau ke tempat pencoblosan, lah belum pencoblosan aja dah main kasar pakai penganiayaan segala, maka bukan tidak mungkin di hari pencoblosan mereka melakukan hal yang sama. Ancaman belum tentu berupa fisik, bisa juga berupa ancaman psikologis.

Oklah, saya tentu berharap ini tidak terjadi, tapi tidak ada salahnya pengeroyokan ini menjadi peringatan buat timnya Ahok untuk lebih memikirkan cara mengantisipasi ancaman-ancaman lain yang kemungkinan akan terjadi, mengingat lawan Ahok walaupun tidak berpengalaman, tapi cukup memiliki pendukung yang benar-benar tidak waras, yang hanya ingin menang bukan dengan qualitas jagoan mereka, tapi dengan cara kekerasan.

Sebagai kesimpulan dari artikel ini
Demokrasi harusnya membebaskan setiap orang untuk memilih jagoan mereka, dan kalau tidak suka harusnya cukup dengan tidak dipilih saat pencoblosan, harusnya sesederhana itu, tapi seandainya ada pihak yang bahkan menggunakan cara kekerasan itu dipastikan ada ketakutan dan ketidakyakinan dengan jagoan mereka, dan itu patut diwaspadai. 

 

Sekian
Syalom dan Salam Persatuan

Baca Artikel Saya Yang Lain Di Seword.com:

Tarif Administrasi Kendaraan Naik, Kok Tanggung Cuma Segitu Naiknya?

Agus Kepilih, Agus Bisa Jaga Keamanan Jakarta, Agus Mau Jadi Hansip atau Gubernur Sih?

DNA yang Kemungkinan Akan Diturunkan Pak SBY Ke Agus

Ahok Hanya Meresmikan dan Membangun Menggunakan Uang Rakyat, Memangnya Ada Masalah?

Berkat Ahok, Kalijodo yang Dulu Negatif Kini Berubah Positif

More……
Share.

About Author

Ingin Update Tulisan Terbaru saya? Kunjungi Facebook saya di : Hans Steve, https://www.facebook.com/profile.php?id=100011025433317

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage