Ustad Hoax Tengku Zulkarnaen Ini Kapan Ya Tercyduk?

Ustad Hoax Tengku Zulkarnaen Ini Kapan Ya Tercyduk?

170

“Kalau ditanya siapa bapak dan ibuku, akan kujelaskan sejelas-jelasnya. Jika ditantang tes DNA dengan senang hati kupenuhi. Karena mereka bukan palsu”

Begitu cuitannya si Tengku Zulkarnaen ini yang gelarnya Ustadz dan menjabat di MUI itu. Jabatan boleh Ustadz, jenggot boleh panjang, berbalut wajah dan perbuatan yang sok alim dan agamais. Pakaian boleh serba putih plus sorban, namun hatinya tidak seputih jubah gamis yang dikenakannya. Hatinya busuk penuh dengan kedengkian, kebencian dan penyakit hati.

Kedalaman ilmu agama tak membuat orang menjadi bijak. Agama hanyalah topeng untuk menutupi kepalsuan dan kelicikannya yang dilumuri kerakusan dan kebohongan. Orang ini adalah biang fitnah, provokator ulung dan berbahaya. Segala sepak terjangnya selama ini tujuannya untuk menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat kepada Presiden Jokowi.

Saya tidak habis pikir kebenciannya kepada Presiden Jokowi dan Ahok tak lekang oleh waktu, terus menerus sambung menyambung menjadi satu. Manusia satu ini seringkali memposting provokasi melalui akun Twitter miliknya.

Tidak kapok-kapoknya akunnya disuspended oleh Twitter. Ini akunnya yang kedua karena sebelumnya akunnya yang pertama diblokir Twitter karena seringnya memposting Hoax, fitnah dan ujaran kebencian.

Bukan hanya tukang sebar ujaran kebencian saja, akan tetapi orang ini juga tukang sebar berita-berita dan foto Hoax. Baru-baru ini dia posting foto Hoax orang injak bayi. Orang ini memang tidak pantas menyandang gelar Ustadz dan kerja mengais rejeki di MUI.

Dulu saat Ahok dalam masa-masa persidangan, si Ustadz Hoax ini memposting foto Alquran yang dirobek-robek seolah-olah itu dilakukan oleh para pendukungnya Ahok, padahal asli foto itu kasus di Malaysia. Benar-benar astagfirullah allazim.

Akibatnya kebencian umat Islam kaum bumi datar semakin menjadi-jadi kepada Ahok. Sudah tahu Hoax bisa menghancurkan suatu negara karena adu domba tersubung, tapi dengan sengaja terus dia lakukan.

Setelah Ahok berhasil dia hancurkan dengan ujaran-ujaran kebencian, fitnah, provokasi dan menyebarkan Hoax, kini sasarannya Presiden Jokowi agar nasibnya sama seperti Ahok pada pilpres 2019 mendatang. Edan memang.

Orang bilang fitnah lebih kejam dari pembunuhan, itu ada benarnya. Karena fitnah, hidup orang bisa hancur. Akibat yang ditimbulkan dari fitnah menyebarkan isu PKI yang kerap dilontarkan akan menimbulkan sisi negatif yang sangat besar bagi masyarakat dan memghancurkan kredibilitas Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan simbol negara.

Saya heran kok bisa ada orang dengan jabatan ustadz bisa berubah jadi begini. Jika ulamanya seperti itu, bagaimana dengan umatnya? Racun radikalisme akibat propaganda komunisme plus isu PKI dan anti Islam yang dituduhkan ke Presiden Jokowi terus dipelintir, dipolitisir dan dibesar-besarkan. Kurang kerjaan atau petakilan, pecicilan, kepingin tenar dengan cara instan, entah apa ya saya tidak mengerti.

Tentunya pasti ada tujuan khusus si Tengku Zulkarnaen ini terus menerus menggaungkan isu PKI dan Komunis yang disangkutpautkan dengan Presiden Jokowi. Tujuannya jelas, pada pilpres 2019 mendatang Presiden Jokowi harus tumbang.

Padahal jaman sekarang isu PKI sudah tidak laku lagi, kecuali jualan ayat dan ngancam mayat, itupun hanya bisa kena ke orang-orang yang tolol saja yang percaya bahwa bumi itu datar.

Prilaku tidak terpujinya ini tak ubahnya dengan cara-cara yang diterapkan komunis untuk mencapai tujuan dengan terus menebarkan persepsi buruk dan menciptakan isu-isu untuk memancing emosi orang-orang yang dungu dan malas berpikir kepada pemerintah.

Targetnya Tengku Zulkarnaen ini jelas, meracuni pola berpikir rakyat jelata yang secara nalar tak punya kemampuan berpikir luas, agar membenci pemerintah dan menganggap pemerintah sebagai antek feodal, antek asing, antek China, musuh kaum proletar, komunis, PKI dan lain sebagainya.

Dia sengaja terus melakukan propaganda secara terus menerus menghembuskan isu Presiden Jokowi keturunan PKI dan isu Komunis untuk membodohi rakyat agar fitnah yang sering dilontarkannya itu menjadi kebenaran yang absolut.

Suatu saat nanti pasti si Ustadz Hoax ini akan kena batunya karena hukum tabur tuai dan hukum karma tak pernah ingkar janji. Hukum alam berlaku kepada siapa saja dan dimana saja. Hanya menunggu waktunya matang untuk dituai. Kura-kura begitu.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage