Khutbah Berbeda

Khutbah Berbeda

0

Begitu unik dan entah
Seiring panggilannya untuk takut dan menyembah
Mimbar seperti tidak cukup kuat menahan amarah
Kepada mereka yang tunduk dan menjual
Bersama suara bergetar, ia berkata

Wahai umat yang bagai buih,

Bacalah gerak zaman
Bencana akan datang
Musibah segera tiba
Darah akan tumpah sekali lagi
Sebab kebodohan, sebab kemiskinan, karena keegoisan

Wahai umat yang bagai buih,

Agama bukan identitas
Ia adalah perjalanan sakral
Menuju Tuhan yang Maha Kasih Maha Sayang
Dan, mengapa kita ada di sini
Kau memuja Tuhan atau memuji hari?
Kau shalat tanpa Jum’at
Kau datang sebagai pejabat
Dan, untuk siapa kau bernafas?

Wahai umat yang bagai buih,

Masihkah kau mengenal rumah Tuhan?
Masihkah kau mengenal Tuhanmu?
Masihkah kau mengenal rupa diri?

Lalu mengapa kau bersuci, sedang pakaianmulah yang kotor?
Mengapa kau shalat, sedang akhlaqmu binatang?
Bukankah shalat hanya milik manusia
Mereka yang akil dan baligh

Apakah kau waras?
Kau fasih ayat, sedang ayat hanya ucapan
Firman Tuhan bukanlah bius
Mengapa kau diam, wahai umat yang bagai buih?
Mengapa kau tinggikan dirimu serendahnya?
Mengapa kau muliakan dirimu senistanya?

Wahai umat yang bagai buih,

Usah kuatir, khutbah ini khutbah dinding yang terjaga
Melihat aku yang sebentar tunduk, sebentar tegak
Memberi isyarat
Khutbah berbeda

Share.

About Author

bukan siapa-siapa, hanya berharap setia bertemu pemilik subuh sebelum pagi

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage