Sakti dan Formalitas Serat

Sakti dan Formalitas Serat

0

1/ Serat pengantar lelap menikung sesosok makhluk bernama Sakti
Ia dikuasai simbol-simbol kusut bahasa, bias makna, tak termakna
Tiada sanggup memilah tanda penanda petanda

Rindu ia maknai paksa ia batasi simpulan ia kosongi sebab ia hianati
Bahasa menjadi tempat bercinta sebagian tempat kongkow
Sebagian sepersekian mengadu berjudi waktu takdir nasib ia ikut mengundi
Sakti tersakiti kerupekan defamiliarisasi serat pengantar lelap

2/ Sakti penjelajah masa meyakinkan diri betapa bodoh hidup berpendidikan
Menghafal kosa kata mencari padanan kata menafsiri sejarah pembawa petaka luhur
Menguras tenaga membagi waktu meninggalkan ternak kebun dan lahan gandum

Mengharuskan ibu memanggut rotan dianyam sebagai sepatu sebagai tas sebagai topi
Tapi Sakti tiada bisa pulang sebelum senja menyingsing pulang
Gedung-gedung lantai dua tiga membungkam lidah menggerus pikiran mencapai klimaks
Sakti menjadi anak berpendidikan tinggi tak punya iba saling mengasihi

3/ Sakti menyisir lorong imaji menuju Formalisme Rusia
Menyekat susastra serat pelipur lara
Mengulang sulap-sulap cerita bertengger di pelupuk alur-alur artistik pujaan hati

Sakti geram pada sela-sela kehidupan tiada estetik tiada puitik
Kekasih hiasan di penghujung pemerhati perhatian
Sejarah kisah Sakti termanipulasi tangan-tangan Tuhan para penjudi pemegang dadu pengundi
Lebih baik mengunci kenaifan membenam motif-motif di balik rindu kian kecut

4/ Sakti tidak tuntas mengeja serat pemerhati ke-aku-an
Menjadi makhluk bersensasi berhasrat berkeinginan
Tidak sudi tertunduk pada lelehan sajak kekasih kehidupan

Pada nilai ajaran moral kebaikan kesediaan ketertundukan
Sakti perempuan bercerita jongos dari laki-laki berkepala korporasi
Menuding kekasih mengusik alarm kedamaian semu riuh ketiadaan ramai ketiadaadilan
Lalu mesin waktu menghantar pulang membakar serat kelopak rindu

5/ Serat penegur mimpi Sakti mengacau pemerian Tuhan
Napasnya terkoyak menahan makna rindu simbol rindu tanda kepada kekasih tak menyata
Bahasa kejam bahasa cinta bahasa tanpa sinonimitas anonimitas homonimitas tanpa kias

Sakti dan kerinduan membawa motif mencaci keberadaan kekasih
Pembawa Sekotak cermin pilu menyinggung nilai
Sakti kini pergi mengubur serat melolong hilang
Mengundi klimaks sejarah tapi menuntut anti klimaks.

Share.

About Author

Rizka Hidayatul Umami asal Tulungagung, Pengasong di Komunitas Sastra Shada dan Crew Tetap di LPM DIMeNSI IAIN Tulungagung.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage