Ahok Terbukti Benar! Sahur On The Road Makan Korban, ‘Ben Kapok’!

Ahok Terbukti Benar! Sahur On The Road Makan Korban, ‘Ben Kapok’!

55

Kelompok geng motor kembali berulah di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung delapan orang peserta sahur on the road menjadi korban pembacokan oleh geng motor di daerah Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017. Keganasan geng motor yang entah datang dari mana, mungkin para pengikut si ‘pangeran berkuda hitam’, memunculkan delapan korban.

Para peserta sahur on the road meminta bantuan petugas pos pantau usai menjadi korban dari para anggota geng motor di Jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para peserta yang sedang melintas dari arah Setia Budi menuju Pejompongan, diserang oleh puluhan orang anggota geng motor, tidak lupa dengan senjata tajam.

Melihat hal ini, tentu saya teringat lagi dengan peristiwa Mei 98. Mirip sekali, orang tak bersalah menjadi korban keganasan dan kebejatan dari orang-orang yang menggunakan setiap kesempatan di dalam kesempitan. Kita tahu bahwa tidak sedikit orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Para reformator yang kebanyakan adalah mahasiswa, disusupi oleh orang-orang yang haus darah dan haus nafsu birahi, untuk memerkosa perempuan-perempuan. Mereka yang juga haus harta benda, tidak lupa untuk menjarah. Orang-orang semacam ini pun tidak berhenti sampai di sana. Mereka pun menggunakan ritual ‘ibadah’ untuk memuaskan diri mereka.

Mereka menggunakan ritual ‘sahur on the road’ untuk melampiaskan nafsu, atau memang hanya ingin membuat situasi menjadi gaduh. Bicara tentang kegaduhan, tentu mata kita tidak terlepas dari sang pangeran berkuda yang tersakiti. Semoga saja bukan dia (hayo dia siapa?).

Jadi, para pembaca Seword seharusnya sudah mendapatkan benang merah dari kejadian dengan rentang waktu nyaris 20 tahun ini, dari 1998 menuju 2017. Delapan orang yang menjadi korban bacokan mengalami luka sayat di bagian tangan dan punggung. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mintoharjo. Lantas dengan hal ini, siapa yang salah?

Kali ini, tanpa ragu-ragu dan tanpa perlu berpikir panjang, tentu para peserta sahur on the road-lah yang menjadi sebab dari kebrutalan para penjahat kelamin ini. Ups.. Maksud saya, para penjahat anggota geng motor. Jadi dengan demikian, kita pun sadar bahwa para anggota geng penunggang motor yang juga diduga merupakan pengikut sang penunggang kuda hitam, merupakan orang-orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan.

Bahkan ada sekelompok pemuda yang tengah melakukan SOTR melakukan serangan terhadap anggota TNI Angkatan Darat di Kemayoran. Prajurit Dua Ananda Puji Santoso 22 tahun pun menjadi korban penusukan di perut. Peristiwa itu terjadi pada pukul 23.47, Sabtu, 17 Juni 2017. Kelompok pemuda yang menggelar sahur on the road berjumlah 15 orang. Dua orang di antaranya mengeluarkan celurit.

Di hari waktu yang ada mobil Daihatsu Ayla warna putih berputar dan menyeruduk sekelompok orang yang melakukan SOTR. Mobil itu menabrak beberapa orang, sehingga memakan satu korban jiwa. Andrian Dwi Nanda, 18 tahun menjadi korban tabrakan orang tersebut. Pengendara pun memiliki senjata api.

Jadi sudah tahu ya, seberapa dahsyat nya akibat dari kebodohan para pelaku SOTR?

Ritual sahur pun digunakan oleh mereka untuk mencari keributan, hanya untuk membuat situasi Jakarta tidak kondusif. Lantas jika Jakarta tidak kondusif, siapa yang dirugikan? Tentu Jokowi! Ahok sebenarnya sudah melihat hal ini jauh-jauh hari sebelumnya. Ahok sempat melarang sahur on the road, karena alasan keamanan.

“Makanya di sini juga polisi sama Sekda sudah sampaikan ke beberapa kiai, paparan, kalau anak-anak melakukan hal berbahaya harus dilarang. Intinya kita tidak mau ada satu contoh teladan yang salah,” ujar Ahok di Balaikota (2015)

Namun niat baik Ahok ini dilihat terbalik dan negatif oleh para antek-antek penunggang kuda. Mereka mengatakan bahwa Ahok sedang mengikat umat Islam di dalam melakukan ibadah. Bodoh! Ahok justru sedang memikirkan orang-orang semacam ini.

Bahkan ada seorang sok jagoan bernama Fahira Idris yang adalah anggota DPD DKI Jakarta menentang larangan Ahok mengenai sahur on the road.

“Pak @basuki_btp saya himbau Anda untuk TIDAK MELARANG SAHUR ON THE STREET, CUKUP HIMBAU MEREKA UNTUK TIDAK NYAMPAH SAJA LAH,… Siapa pun yang melarang kegiatan Sahur on the street di wilayah #Indonesia akan berhadapan langsung dengan saya…..” tulis Fahira melalui akun Twitter-nya, Rabu (17/6/2015).

Ia tidak ingin ada korban yang berjatuhan akibat tawuran atau bentrokan antar geng motor. Bukan hanya Ahok yang mengatakan, Djarot pun sudah memperingati dan melarang kegiatan SOTR ini. Seword pun sudah menuliskan hal ini jauh-jauh hari, melalui artikel saya di sini: https://seword.com/umum/djarot-larang-sahur-on-the-road-bukan-tekan-umat-islam-justru-tekan-angka-batal/

Jika Ahok belum memperingatkan tentang efek samping SOTR, tentu para korban akan saya kasihani. Namun kita tahu bahwa Ahok sudah memperingatkan akan hal ini, dan ternyata yang dikatakan Ahok benar! Tentu saya tidak akan mengasihani kalian. Malahan saya akan berkata “Eaaa! Betul kan yang Ahok katakan! Coba lihat di sana ada kamera, smile!”. Apakah kita harus ubah agamanya dan nama Ahok menjadi Al Hoqqul agar mau kalian dengar?

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

http://news.liputan6.com/read/2995739/peserta-sahur-on-the-road-dibacok-geng-motor-di-tanah-abang

https://www.merdeka.com/peristiwa/ahok-larang-sahur-on-the-road-anggota-dpd-dki-fahira-idris-meradang.html

https://metro.tempo.co/read/news/2017/06/18/064885593/tentara-ditusuk-pengemudi-ayla-tabrak-peserta-sahur-on-the-road

 

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage