Begini Kesepakatan FPI dan Komnas HAM Untuk Menolong Rizieq

Begini Kesepakatan FPI dan Komnas HAM Untuk Menolong Rizieq

37

Nama besar Rizieq diprediksi akan terjun bebas. Firza resmi menjadi tersangka. Rizieq sampai sekarang belum berani pulang ke Indonesia. Masyarakat semakin kecewa karena ternyata nyali Rizieq tidak selantang teriakannya.

Salah satu jalan yang ditempuh oleh pengacara dan FPI untuk menolong Rizieq adalah meminta bantuan ke Komnas HAM. Pengacara membuat aduan ke Komnas HAM bahwa Rizieq mendapat intimidasi dari pemerintah Indonesia.

Namun Komnas HAM tidak bisa memenuhi permintaan pengacara Rizieq dan FPI. Pasalnya, biaya ke Arab Saudi terhitung besar. Komnas HAM tidak ingin membantu Rizieq dengan cuma-cuma. Harus ada biaya akomodasi ke Arab Saudi serta saat berada di Arab Saudi.

Menanggapi penolakan Komnas HAM, pengacara Rizieq tidak menyerah begitu saja. Pengacara meminta bantuan ke FPI dan alumni 212 untuk membiayai akomodasi Komnas HAM ke Arab Saudi.

Front Pembela Islam (FPI) dan Presedium Alumni 212 mengaku bersedia menanggung biaya akomodasi jika ada anggota Komanas HAM yang ingin menemui Rizieq Shihab di Arab Saudi. Hal tersebut diungkapkan pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro.

“Ini hanya rencana, khawatirnya, di Komnas HAM kan saat ini ada friksi kan, jadi kalau misalnya nanti pendanaan terkait internal di Komnas HAM mengalami kesulitan, kami siap carikan dan membantu,” kata Sugito saat dihubungi, Jumat (19/5/2017).

Rizieq menyebut dirinya korban kriminalisasi dan teror. Dia lalu menyampaikan pengaduan dugaan kriminalisasi dan teror sejumlah ulama dan aktivis Islam kepada Komnas HAM.

Sugito mengatakan, sejauh ini belum ada perwakilan Komnas HAM yang menemui Rizieq di Arab Saudi. Namun, jika nantinya ada, FPI dan Presedium Alumni 212 siap menanggung biaya akomodasinya.

“Kalau misalnya bersedia berangkat, enggak ada masalah mengenai prosesnya, kami akan biayain,” kata Sugito.

Saya yakin kubu Rizieq sudah ketar-ketir dan kebingungan untuk mencari solusi persoalan hukum Rizieq. Berlama-lama di Arab Saudi adalah dalam rangka menghindar sekaligus mencari strategi untuk menghadapi kasus Rizieq. Saat ini yang paling mungkin ditempuh adalah meminta bantuan Komnas HAM.

Bahkan pengacara rela meminta bantuan FPI dan alumni 212 untuk membiayai Komnas HAM ke Arab Saudi. Luar biasa para pengikut setia Rizieq. Apapun rela dilakukan demi menolong Imam Besarnya. Untuk yang satu ini, saya kasih jempol kepada Rizieq Syihab karena telah mampu mendoktrin anggota FPI untuk loyal dan militan membelanya.

Saya belum yakin apakah Komnas HAM mau menerima tawaran pengacara FPI atau tidak. Persoalan Komnas HAM mendatangi Rizieq yang sedang di Arab Saudi tidak sesederhana yang pengacara Rizieq bayangkan. Bukan melulu soal biaya ke Arab Saudi.

Menurut Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nur Kholis menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendatangi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang saat ini berada di Arab Saudi terkait pengaduan upaya kriminalisasi. Nurkholis mengatakan, Komnas HAM akan tetap meminta keterangan Rizieq dalam bentuk surat atau tertulis.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Komnas HAM dalam menjalankan fungsi, tugas dan wewenang yang telah diamanatkan undang-undang. Nurkholis menjelaskan, terkait pengaduan Rizieq, berdasarkan prosedur Komnas HAM sulit untuk mendatangi orang yang diduga korban.

Setidaknya, kata Nurkholis, ada beberapa hal yang menjadi hambatan Komnas HAM. Pertama terkait minimnya dana yang dimiliki dan sulitnya berkoordinasi jika negara yang dituju tidak memiliki lembaga HAM.

Saya belum tahu juga apakah nanti Ketua Komnas HAM akan berubah pikiran jika nominal uang yang ditawarkan kepada Komnas HAM diringkatkan jumlahnya. Zaman sekarang, seseorang bisa silau dengan uang.

Pihak Rizieq saya yakin tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Komnas HAM. Selain biaya untuk akomodasi, pihak Rizieq juga harus memastikan bahwa di Arab Saudi ada lembaga HAM. Saya yakin kubu Rizieq akan menempuh jalur ini.

Fakta ini semakin membuktikan bahwa Rizieq sedang ketakutan dan butuh bantuan untuk menghadapi persoalan hukumnya. Untuk saat ini, meminta bantuan Komnas HAM menjadi satu-satunya cara yang paling logis. Saya berharap polisi menyiapkan cara untuk menghadapi Komnas HAM. Pasalnya, jika sampai polisi kalah, maka wibawa polisi akan jatuh. Polisi akan dituduh telah mengkriminalisasi Rizieq.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

 

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/19/21002261/fpi.dan.alumni.212.siap.biayai.komnas.ham.ke.saudi.temui.rizieq

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage