Bunda Liliana Tanoe, Keep Fighting dengan Miss Indonesia-nya Bund…!

Bunda Liliana Tanoe, Keep Fighting dengan Miss Indonesia-nya Bund…!

4

Isu yang banyak dipergunjingkan belakangan ini, tak jauh-jauh dari penangkapan penyanyi rap senior, Iwa Kusuma alias Iwa K. Lagi-lagi urusan narkoba, yang menjerat public figure yang satu itu. Lalu sepak terjang sang wakil ketua DPR yang sungguh ‘terhormat’, Fahri Hamzah. Fahri dinilai berperan penting dalam mengesahkan hak angket DPR kepada KPK, terkait kasus korupsi e-ktp yang mulai gonjang-ganjing tersebut. Ada lagi sih, isu lainnya. Walaupun isu yang hendak kubahas kali ini terasa tak terlalu penting, tapi biarlah. Karena isu ini terkait dengan seorang Liliana Tanoe, istri dari politisi Hary Tanoe. Kamu mau baca…? Harus, dong! Hary Tanoe gitu, looohh…!

Seusai perhelatan pemilihan Puteri Indonesia 2017 pada akhir Maret lalu, dan kontroversinya yang sudah aku ulas disini, ada lagi ajang pemilihan ratu kecantikan di dalam negeri. Kali ini adalah Miss Indonesia 2017. Sebagian besar sudah pada mafhum. Kalau ajang Miss Indonesia ini, diprakarsai dan dimiliki oleh Liliana Tanoesudibyo. Ya, dia yang merupakan istri dari taipan Hary Tanoe (HT), menyelenggarakan kontes Miss Indonesia, sudah sejak 2005 silam.

Liliana Tanoe bisa disebut konsisten, karena sejak tahun 2005 itu, tak pernah absen dalam menyelenggarakan pemilihan Miss Indonesia. Setiap tahun, seorang wanita yang beruntung menyandang gelar Miss Indonesia, akan bertugas menjadi spokeperson dari Yayasan Miss Indonesia (YMI). Sebuah yayasan yang didirikan oleh Liliana Tanoe, sebagai wadah untuk para ratu kecantikan yang dipilihnya. Tak cuma YMI, seorang Miss Indonesia juga berkecimpung di lingkaran MNC group. Hal ini wajar saja. Mengingat grup MNC dimiliki oleh suami Liliana, yakni Hary Tanoe. Klop sudah…!

 

Tidak Ada Anies Baswedan di Miss Indonesia 2017

Sudah amat jamak aku jelaskan di tulisan-tulisanku sebelumnya. Bahwa aku adalah penikmat setia acara-acara yang ditayangkan di channel televisi lokal. Pokoknya selama acara tersebut menarik bagiku, aku tak segan-segan untuk menontonnya hingga selesai. Gelaran pilkada Jakarta yang baru saja rampung, telah berkali-kali menghadirkan momen-momen yang unik. Momen-momen yang kutangkap dari layar televisi lokal. Dan kukira, momen-momen tersebut akan langka untuk ditemui lagi dalam waktu dekat.

Achintya Nilsen, Miss Indonesia 2017. Source: instarix.com

Momen itu diantaranya seperti seorang Ahok maupun Anies Baswedan, yang mau-maunya berdendang dan berjoget dangdut secara live, untuk semata menarik perhatian dari penonton televisi. Sebagai peserta pilkada, Ahok dan Anies tidak segan-segan mendatangi setiap acara televisi, demi mendapatkan simpati dari audiens Jakarta.

Nah, pilkada Jakarta itu, telah selesai pada 19 April barusan. Dari hasil quick count, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, diluar dugaan berhasil mengalahkan pasangan petahana. Saat ini, warga di ibukota tinggal menunggu ‘ketok palu’ dari KPU DKI. Siapakah yang resmi memenangi pilkada tersebut.

Dari sekian banyak tokoh maupun golongan yang menjadi pendukung Anies-Sandi pada pilgub itu, mencuat satu figur yang bagiku sangat ‘mencolok’. Siapa lagi kalau bukan sang taipan Hary Tanoe…? HT dengan kekuatan finansial dan media nasional yang dikendalikannya, terbukti manjur untuk menaikkan pamor pasangan Anies-Sandi.

Lalu apa hubungannya dengan Miss Indonesia 2017…?

Begini. HT dengan grup MNC-nya tentu memiliki andil yang ‘lumayan’, hingga sukses ‘menjegal’ Ahok-Djarot, dan membuat Anies-Sandi leading. Untuk merayakan keberhasilan ini, biasanya HT mengundang tokoh-tokoh yang didukungnya, untuk hadir dalam acara-acara yang dipunyai oleh grup MNC.

Barangkali kamu semua masih ingat. Ketika pasangan Prabowo dan Hatta Radjasa, hadir dalam acara grand final ajang Indonesia Idol pada medio 2014 lalu. Kala itu, HT memang mendukung ‘habis-habisan’ pasangan Prabowo-Hatta, untuk memenangi pemilihan presiden.

Di tahun 2017 ini, rasanya nuansa itu kembali terjadi. Tatkala HT mendukung pasangan Anies-Sandi, dan rupanya pasangan ini menang dalam gelaran pilgub DKI. Tentunya HT ingin merayakan momen tersebut, barangkali dengan menghadirkan pasangan Anies-Sandi, dalam acara-acara yang ditayangkan oleh televisi grup MNC.

Inilah yang menjadi alasan utamaku, untuk menonton malam puncak pemilihan Miss Indonesia 2017, yang sudah berlangsung pada 22 April kemarin. Siapa tahu, Anies Baswedan maupun Sandi Uno, nongol sebagai tamu istimewa yang menonton gelaran ratu kecantikan milik Liliana Tanoe tersebut!

Namun hasratku ini tidak terkabul, hahaa. Sepanjang aku menonton acara Miss Indonesia 2017 hingga selesai, tidak satupun Anies maupun Sandi, yang terlihat hadir di tribun penonton. Jangankan Anies maupun Sandi, bahkan HT pun tak terlihat kehadirannya 🙂

 

Miss Indonesia 2017 yang Meninggalkan Kontroversi

Gelaran Miss Indonesia 2017 telah kutonton sampai habis. Bagiku, terasa adem ayem. Jujur, dalam pengemasan acaranya, tidak terlalu gegap gempita. Kubandingkan dengan gelaran Puteri Indonesia 2017. Bagiku, Puteri Indonesia terasa megah dan prestisius. Acaranya saja diadakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Sementara Miss Indonesia, ‘cuma’ berlangsung di studio RCTI…! Apalagi terkait dewan juri yang terlibat didalamnya. Tiga juri Puteri Indonesia, merupakan anggota Kabinet Kerja pimpinan Pak Jokowi. Kalau juri Miss Indonesia? Hhmm, silakan googling sendiri 🙂

Telah diputuskan, bahwa pemenang Miss Indonesia 2017 adalah Achintya Nilsen. Gadis berkulit eksotis ini, memakai selempang NTB. Jadi, dia dianggap mewakili provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam ajang Miss Indonesia itu. Kupikir fakta ini tidak akan berbuntut panjang. Namun rupanya, pemerintah provinsi NTB merasa ‘kurang berkenan’ dengan kemenangan Achintya ini.

Pada intinya, isu terkait Achintya ini terjadi lantaran faktanya Achintya bukanlah warga asli NTB. Dia diketahui lahir dan besar di Bali. Dia bahkan blasteran, ibunya orang Bali, sementara ayahnya Norwegia. Isu bahwa pemprov NTB tidak ‘mengakui’ eksistensi Achintya sebagai wakil NTB, bahkan sampai ke telinga gubernur NTB. Menurut laman suarantb.com ini, gubernur NTB sedikit menyayangkan sikap panitia Miss Indonesia, yang seakan tidak kulo nuwun kepada pemprov NTB.

Achintya mengenakan selempang NTB di Miss Indonesia 2017. Source: detikarea.com

Tetapi dengan cepat, pihak Miss Indonesia dan RCTI, telah berusaha meng-clear-kan kontroversi yang kadung terjadi. Seperti yang tertulis di laman ini, pemprov NTB dan pihak Miss Indonesia telah menyepakati sejumlah hal. Pada intinya tidak lagi membesar-besarkan isu yang menyebut bahwa Achintya bukanlah warga asli NTB.

 

Achintya Nilsen Bukanlah yang Pertama

Gonjang-ganjing terkait keterwakilan suatu daerah di ajang ratu kecantikan, bukan kali ini saja terjadi. Dalam catatanku, sudah ada beberapa ‘kontroversi’ yang menghiasi perhelatan sebuah beauty pageant.

Kamu mungkin masih ingat dengan gelaran Puteri Indonesia 2009. Kala itu, pemenangnya adalah Qory Sandioriva. Cewek cantik ini officially mewakili provinsi Aceh. Kemenangan Qory ini rupanya tak luput dari kontroversi. Sebagai provinsi yang mempunyai status otonomi khusus dan menerapkan prinsip syariah dalam pemerintahan, pemprov Aceh seolah ‘kurang sepakat’ terhadap sepak terjang Qory di Puteri Indonesia.

Qory Sandioriva asal Aceh, di kontes Miss Universe 2010. Source: barboek.blogspot.com

Bagaimana tidak…? Sebagai provinsi bersyariah, tentu Aceh mengharuskan wanita-wanita Muslim di Aceh untuk berhijab. Tetapi tidak dengan Qory. Dia selayaknya finalis dari provinsi lainnya, yakni tidak berhijab dan menggerai rambut panjangnya. Tak cuma terkait kontroversinya yang tidak mengenakan hijab. Qory diketahui tidak berdomisili di Aceh. Dia hanya mempunyai orangtua yang memiliki darah Aceh. Apalagi, Qory akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe. Dimana terdapat sesi pemakaian bikini. Waduh 🙁

Ada lagi cerita serupa, yang terjadi dalam ajang Miss Indonesia 2011. Kala itu, terdapat sosok Amanda Zevannya. Gadis ayu ini, memakai selempang provinsi Papua Barat. Padahal secara fisik, Amanda sama sekali tidak seperti perempuan Papua kebanyakan. Ia berkulit putih, beraksen keturunan tionghoa, dan berambut lurus. Ya, sama sekali tidak mencerminkan wanita asli Papua. Namun tak dinyana, Amanda berhasil menjadi juara kedua di ajang tersebut.

Kontroversi di Miss Indonesia masih berlanjut. Pada gelaran Miss Indonesia 2014, ada sosok Maria Rahajeng. Cewek ini mewakili provinsi Sulawesi Barat. Padahal, Maria sama sekali tidak ‘berbau’ Sulawesi Barat. Sama seperti Achintya di edisi 2017. Maria Rahajeng kemudian menjadi pemenang. Lalu, keterwakilannya di Sulawesi Barat akhirnya semakin meruncing dan menimbulkan banyak kritik.

Itulah, serba-serba yang berhasil kurekam dalam perhelatan ratu kecantikan macam Puteri Indonesia dan Miss Indonesia. Keberadaan para ratu kecantikan ini, tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengingat mereka yang menjadi pemenang, akan menjadi representasi Indonesia di ajang internasional. Selevel dengan para atlet di ajang-ajang olahraga antarnegara 🙂

Khusus Miss Indonesia, sang pemenang akan mewakili Indonesia di ajang Miss World. Prestasi Indonesia di Miss World, tak bisa dianggap remeh. Liliana Tanoe telah berhasil ‘memoles’ kader-kadernya untuk berprestasi di gelaran Miss World. Tercatat, di tahun 2015 dan 2016 barusan, Miss Indonesia berhasil menyabet gelar juara ketiga alias 2nd runner up secara berturut-turut. Mereka atas nama Maria Harfanti dan Natasha Manuella.

Asal kamu tahu, ajang Miss World tak lagi dihiasi oleh sesi pemakaian bikini. Kamu bisa membuktikannya di artikel yang ditulis dailymail ini. Jadi tak perlu lagi mempermasalahkan wanita Indonesia yang diharuskan memakai bikini diatas panggung!

Liliana Tanoe, founder Miss Indonesia. Source: okezone.com

Dear Bunda Liliana Tanoe, tetap semangat yaa…?!! Hempaskan saja isu miring terkait Achintya Nilsen. Jadikan Miss Indonesia pilihanmu, sebagai Miss Indonesia untuk semua rakyat Indonesia. Bikin bangga (lagi) masyarakat Indonesia. OK OCE…! 🙂

 

Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage