Dear Bapak Presiden, Bebaskan Ahok, Please… (Sebuah Surat Terbuka)

Dear Bapak Presiden, Bebaskan Ahok, Please… (Sebuah Surat Terbuka)

91

Yang terhormat Bapak Presiden, ini aslinya surat pribadi. Namun karena saya rasa, isinya nanti akan sama dengan yang diharapkan oleh para pendamba keadilan hukum di negeri ini, maka surat ini saya publish untuk umum saja. Harapan saya, meski bersifat publik, Bapak Presiden tetap berkenan membaca ini dan mempertimbangkan apa yang akan kami utarakan.

Ahok

Kami amat maklum apabila surat ini tidak masuk dalam skala prioritas utama mengingat Bapak adalah sosok pemimpin negeri yang lebih suka terjun ke lapangan dibandingkan duduk di ruang nyaman kantor kepala negara untuk baca-baca. Namun, sekiranya berkenan, sedang di lapangan pun, mohon kiranya tetap meluangkan waktu bagi kami.

Bapak Presiden yang kami hormati dan kagumi, sebagaimana Bapak ikuti dan juga publik setanah air, sang biang kerok sampai Ahok masuk penjara yakni Buni Yani kini memasuki detik-detik paling menentukan dalam proses perkaranya.

Tanggal 8 Agustus kemarin misalnya, jaksa dalam persidangannya menolak mentah-mentah pembelaan dan eksepsi yang dikemukakan kubu Buni Yani. Episode berikut juga sama-sama kita tahu bahwa Buni Yani ngotot agar Ahok dihadirkan dalam agenda sidang setelah sebelumnya Ahok menolak lantaran pertimbangan keselamatannya, setidaknya, itulah yang kami tahu dari berita MetroTV News. Pertimbangan lainnya adalah bahwa dalam sebuah proses hukum, saksi tidak harus selalu dihadirkan karena pasti akan membebani kas negara untuk memfasilitasi. Toh, dalam BAP perkara sudah dituangkan semua apa yang layak didengarkan dari mulut Ahok. Jadi, mengapa harus hadir? Tapi mari kita lupakan terkait ini, karena hemat kami ini tidak layak menjadi poin interese kita di kesempatan ini.

Buni Yani dan kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian.(KOMPAS.com/Putra Prima Perdana)

Yang kami tempatkan sebagai interese kami di kesempatan ini adalah soal hak prerogatif Bapak sebagai Presiden yang mana bisa mengampuni seorang terpidana. Sebab, sebagaimana yang terjadi dari dulu, pada setiap 17 Agustus, hari kemerdekaan bangsa kita, presiden yang menjabat kerap mengisinya dengan memberikan ampunan entah berupa remisi entah pula grasi kepada sejumlah narapidana.

Maka terkait hak yang Bapak punyai itu, kami mohon dengan sangat agar Ahok dibebaskan. Mengapa? Berikut adalah alasan-alasan kami sampai melayangkan surat permohonan ini ke hadapan Bapak.

  1. Buni Yani kami yakini akan dipenjara. Maka, logikanya ialah apabila penyebab terpenjaranya seseorang dinyatakan terbukti bersalah, harusnya yang jadi dampak kesalahannya itu dinyatakan bebas. Dalam hal ini, apabila Buni Yani dipenjarakan berarti sah secara hukum dia bersalah. Karena dia bersalah maka akibat yang dia timbulkan terhadap Ahok harusnya secara otomatis gugur demi hukum. Artinya apa? Harusnya Ahok dibebaskan.
  2. Ahok adalah korban kepentingan politik segelintir elit yang punya syahwat berkuasa.
  3. Pada saat proses hukum berlangsung terhadap Ahok kemarin, banyak yang menyesalkan Bapak seolah cuci tangan padahal Ahok adalah Jokowi, Jokowi adalah Ahok, dua-duanya merupakan pasangan sehati yang di mata kami jelata adalah sosok-sosok yang kepadanya kami gantungkan harapan akan tegaknya demokrasi seadil-adilnya, terbitnya masa kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, dan juga tentang suri teladan menjadi pejabat publik untuk generasi pasca kita. Maka demi itu, momentum kemerdekaan ini, dengan hak yang Bapak punyai selaku presiden, sangatlah pas untuk menunjukkan hati welas asih Bapak selaku sahabat buat Ahok, juga sebagai pemimpin untuk bangsa ini dengan cara membebaskan Ahok.
  4. Alasan lain yang mungkin tidak begitu penting namun patut kami utarakan bahwa Sean dan adik-adiknya butuh Ahok di tengah mereka, mendampingi Bu Vero untuk tetap utuh sebagai sebuah keluarga sebagaimana layaknya yang lalu-lalu.
  5. Apabila Ahok bebas, meski tak lagi menjadi pejabat publik, kami amat yakin bahwa dia masih akan bisa menyumbangkan banyak hal bagi republik ini karena kemampuan administrasinya yang hebat. Meski lewat jalur swasta di perusahaan swasta entah miliknya sendiri atupun orang lain, hemat kami, orang seperti Ahok akan selalu mengorientasikan karyanya untuk sebesar-besarnya kepuasan konsumen yang tak lain adalah warga dari negara yang Bapak pimpin ini.

Demikian Bapak Presiden, surat ini kami haturkan ke hadapan Bapak guna dipakai sebagai pertimbangan kemanusiaan dalam mengisi hari kemerdekaan kita mendatang lewat pembebasan sejumlah narapidana.

Akhir kata, sebagai penutup dari surat ini, ingin kami sampaikan rasa terima kasih yang mendalam untuk Bapak, tidak saja untuk waktu dalam membaca untaian ungkapan rasa kami ini, tapi juga untuk semua yang Bapak lakukan bagi negeri ini semenjak menjadi Presiden. Saya yang asli dari kawasan timur Indonesia namun mengabdi pada negara di belahan barat negeri ini, secara khusus mewakili saudara-saudaraku sekawasan timur Indonesia mengucapkan terima kasih untuk rasa keadilan yang mulai menghinggapi segenap benak dan sanubari kami di timur sana. Harapan kami, Bapak tetap akan memimpin negeri ini di periode selanjutnya agar Indonesia bisa tegak sebagai bangsa maupun negara yang memiliki kemampuan tawar-menawar dalam sejumlah isu internasional. Selamat bertugas Bapak….

 

Teriring salam dan hormat kami

Ttd

Aven Jaman

(Pegawai di lingkungan Kemenag Kab. Kediri, Jawa timur)

Share.

About Author

In Principiis Unitas... In Dubiis Libertas... In Omnibus Caritas...

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage