Gus Joy: Saksi Pelapor yang Pelupa atau Penipu

Gus Joy: Saksi Pelapor yang Pelupa atau Penipu

11

Ibu Rusyd pernah berkata, “Jika kau ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah segala sesuatu yang batil dengan kemasan agama.”

Kebodohan mereka yang tergabung dalam aksi bela islam jilid 1-2-3 mulai tersingkap perlahan. Satu persatu kebenaran terungkap dan kebatilan mulai menampak. Ini hanya masalah waktu sampai akhirnya borok kebatilan yang dikemas aksi bela agama akan disaksikan oleh semua orang. Saat itulah orang baru sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan.

Itulah yang terjadi pada sidang keempat kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi pelapor. Dimana saksi-saksi itu berafiliasi dengan penggagas aksi bela islam jilid 1-2-3.

Kalau kesaksian mereka memang benar tentu sidang keempat ini akan semakin mendekatkan Ahok ke penjara. Faktanya, kesaksian mereka malah mengungkap bahwa kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok ini hanyalah menduga-duga. Dan dugaan itu dipaksa menjadi kebenaran. Dugaan tersebut dikemas dalam semangat jihad untuk membodohi orang-orang awam yang tidak tahu apa-apa. Sebab, yang jadi rujukan mereka adalah postingan Buni Yani, yang hanya beberapa detik itu. Ini jelas-jelas pembodohan yang terstruktur.

Dua saksi pelapor yang menjadi hits dalam sidang kemarin adalah Novel Bamukmin dan Gus Joy. Dua saksi ini sungguh memalukan umat Islam. Sudah bawa-bawa aksi bela Islam, tapi dalam memberi kesaksian tak mencerminkan akhlak Islami. Mereka tak segan-segan menipu dan berlindung di balik kata “lupa” atau “tidak tahu”. Menampilkan ke publik image saleh dan agamis, tapi kesaksian mereka jauh dari tuntutan agama.

Kemarin saya sudah membahas tentang Novel Bamukmin. (Ini bahasannya >>https://seword.com/sosbud/novel-bamukmin-semacam-habib-telah-lakukan-penistaan/) Kini, giliran Gus Joy yang perlu dibahas. Saya khawatir Gus Joy iri dengan Novel karena dia mulu yang dibahas cuma gara-gara Fitsa Hats-nya yang nge-hits itu. Untuk menghindari pertengkaran karena sikap tidak adil para penulis seword, saya akan bahas Gus Joy. Gus Joy merupakan cerminan bahwa jangan main-main dengan kesaksian untuk kasus Ahok. Tanya deh DPRD DKI kalau lagi paripurna. Kebanyakan pada bolos. Haha..

Gus Joy ini mengaku advokat. Sayangnya, Gus Joy orangnya pelupa. Padahal ia masih muda, gagah, meski kurang ganteng seperti Cagub yang ia dukung. Seharusnya, advokat punya ingatan yang kuat. Sebab, itu tuntutan pekerjaan. Harus hafal kitab KUHP yang tebalnya masyaallahu akbar. Saya kurang tahu penyebab seorang advokat suka lupa. Apa kebanyakan makan mecin? Sebab, mecin katanya dapat merusak otak. Semoga dugaan saya salah.

Ternyata. Setelah ditanya habis-habisan, Gus Joy mengaku bahwa ia belum disumpah sebagai advokat. Duhh.. Pantas suka lupa. Advokat abal-abal. Ini jelas-jelas penipuan sekaligus penistaan untuk institusi pengadilan.

Hampir 75 persen pertanyaan yang diajukan oleh pengacara Ahok dijawab “lupa” dan “tidak tahu”. Sepertinya, Gus Joy cari aman agar tidak terjebak dalam kesaksian palsu. Tapi, justru itu membuktikan bahwa saksi pelapor kasus Ahok ini tidak layak memberikan kesaksian. Masa ditanya jawabannya selalu lupa atau tidak tahu. Bahkan saat ditanya lulus SD tahun berapa, lulus SMP tahun berapa, dan SMA, itupun ia lupa. Pedih sekali hidup Gus Joy hingga masa kanak-kanaknya pun ia lupa. Saya menduga Gus Joy adalah korban kekerasan atas nama titik-titik. Hingga, ia lupa banyak aspek dalam hidupnya.

Saya jadi bertanya-tanya: Apa benar Gus Joy ini pelupa atau sengaja dibuat lupa? Kalau lupa beneran itu memang penyakit, itu alami. Konsekuensinya, Gus Joy akan dianggap tidak layak memberi kesaksian. Masa orang lupa dijadikan saksi? Tapi, jika Gus Joy sengaja merekayasa kelupaannya, itu artinya Gus Joy telah memberikan kesaksian palsu.

Lalu bagaimana mengungkap Gus Joy ini pelupa atau penipu? Sebuah kabar yang tersebar di media-media online baru-baru ini sepertinya perlu dijadikan rujukan. Mungkin saja, informasi tersebut dapat memberikan titik terang siapa sebenarnya Gus Joy ini, pelupa atau penipu? Meski, satu informasi tidak cukup untuk menyimpulkan kepribadian seseorang, setidaknya, kita dapat membuat sebuah anilisis dari situ.

Dikabarkan Gus Joy Setiawan, saksi pelapor dalam sidang Ahok, dituduh telah melakukan penipuan terkait pemberian tanah wakaf seluas 1000 meter pesegi untuk pembangunan masjid di daerah Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Seorang pengacara bernama C. Suhadi mengatakan, ia dan kliennya akan melaporkan Gus Joy ke Bareskrim Mabes Polri atas kasus ini. Berkas-berkas sedang dilengkapi, katanya.

Dikatakan bahwa Gus Joy berjanji akan membangun masjid jika kliennya, yakni Norman, mewakafkan sebagian tanahnya. Norman percaya saja. Akhirnya ia berikan tanah seluas 1000 meter persegi kepada Gus Joy. Ternyata, sampai ia menjadi saksi di sidang Ahok, janji akan membangun masjid belum juga direalisasikan. Padahal, Gus Joy berjanji di tahun 2014.

Janji mau bangun masjid. Berarti bangun rumah Allah. Ada dua pihak yang di-PHP-in oleh Gus Joy. Pertama, Norman sebagai orang yang sudah mewakafkan tanahnya. Kedua, ya Allah, karena masjid adalah rumah Allah. Kalau Gus Joy saja berani menipu Allah padahal Allah Maha Tahu, masa ia tak berani menipu majelis hakim dalam sidang Ahok?

Ini termasuk penipuan atas nama agama. Dan saksi-saksi pelapor, dalam hal ini Novel Bamukmin dan Gus Joy, telah memperlihatkan hal yang sama dalam pengadilan. Bagi mereka, mungkin, menipu untuk membela Islam dibenarkan. Sebagaimana korupsi karena dianggap ghanimah, hingga itupun dibenarkan.

Oleh karena itu, pilihlah pemimpin muslim yang santun, ganteng dan imajinatif. Kalau nantinya korupsi gak apa-apa, kalau nanti ingkar janji gak apa-apa. Kan semua untuk bela agama. Duh.. Benar-benar sableng!

Saya rasa, begitulah kura-kura.

Share.

About Author

~cuma buih yang hendak berbagi secuil makna~

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage