Indahnya Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

Indahnya Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

2

Saya barusan berbicara dengan seorang ibu di aplikasi chatting whats app. Ibu ini masih tergolong kerabat saya, tepatnya beliau adalah tante saya. Untuk selanjutnya saya akan menyebutnya Tante di tulisan ini karena demi kebaikan bersama dan menghindari efek ‘mendadak viral’ maka identitas dan namanya akan saya rahasiakan. 😀

Tante saya cerita hari Minggu malam tanggal 18 Juni 2017 kemarin, beliau diundang menghadiri acara buka puasa bersama 200 anak yatim di Rumah Makan Taman Selera di Cikamurang, Indramayu. Tante saya sangat terkesan dengan acara tersebut, menurutnya acara berlangsung sangat hangat, tertib, penuh kebahagiaan, suka cita juga keharuan. Semua yang hadir, baik ibu-ibu pengajian, tamu undangan, para karyawan di rumah makan itu (yang jumlahnya puluhan bahkan mungkin mendekati ratusan) juga ikut menikmati berbuka puasa bersama di rumah makan Padangnya secara gratis.

Suasana menjelang dimulainya acara buka puasa bersama. — (Dok. Pribadi)

Fakta bahwa tante saya beragama Katolik dan memiliki ras yang sama dengan Ahok tapi bisa dengan mudahnya membaur dengan teman-temannya yang muslim memang luarbiasa, minimal bagi saya pribadi. Tante saya sering pergi jalan-jalan bahkan sampai liburan berminggu-minggu bersama dengan geng sosialitanya, yang terdiri dari sekitar 8 sampai 10 orang sahabat dekat, semuanya ibu-ibu berusia 50 tahun ke atas dan rata-rata sudah memiliki cucu, mereka semua mengenakan hijab, beragama Islam dan aktif di pengajian.

Tebak yang mana Tante saya? xD  — (Dok. Pribadi)

Yang mengadakan acara Buka Puasa Bersama itu adalah pemilik RM Taman Selera, yaitu Bapak Haji Rusdi Syafri yang merupakan perantau asli dari Minang. Tante saya bersahabat dengan istrinya, yang belum lama ini meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya bertahun-tahun. Tante saya pernah beberapa kali diundang liburan ke Padang, menginap di rumah almarhumah dan diterima dengan sangat terbuka. Ketika ada tetangga disana yang penasaran melihat penampakan tante saya yang anomali sendirian diantara rombongan geng sosialitanya itu (putih pucat sendiri, paling sipit sendiri matanya, dan satu-satunya yang memamerkan rambutnya) akhirnya si tetangga tidak tahan untuk mengeluarkan pertanyaan sakti, “Ibu agamanya Islam bukan?” Justru almarhumah ibu haji ini yang tanpa sungkan langsung menghardik tetangganya, “Buat apa tanya? Ngga penting. Ini tamu saya.” sambil memelototkan matanya dengan galak.

Tante saya sih sudah terbiasa dipandangi dengan tatapan aneh dari orang-orang yang penasaran kalau geng mereka sedang berkumpul, hahaha.. Beliau memang orang yang cuek dan memiliki jiwa toleransi yang tinggi. Kalau sedang berpergian bersama begitu, tante saya sering mengingatkan teman-temannya kalau sudah waktunya sholat maghrib, sholat isya’ dan sholat fardhu lainnya. Sementara mereka pun kerap mengingatkan tante saya untuk doa rosario menjelang tidur. Keren sekali bukan persahabatan emak-emak ini? 🙂 🙂

Tante saya berkali-kali menemani almarhumah ketika harus opname untuk kemoterapi. Tante saya selalu mendampingi, menguatkan, mendoakan, bahkan sampai berpuasa demi kesembuhannya. Tapi seperti pemeo yang sering dikatakan, “Orang-orang baik lebih dahulu dipanggil Tuhan”. Tante saya sangat kehilangan saat sahabatnya berpulang. Ikut mengubur. Ikut tahlilan. Ikut mengirim doa. Ikut berduka cita. Dan ikut mengikhlaskan.

Awal mula persahabatan ini sendiri sudah seperti takdirnya Tuhan saja. Hanya karena tante saya sering berpergian Jakarta-Cirebon, sering kelaparan ditengah jalan, dan RM Padang ini memang besaaaar sekali seluas 5 hektar, bisa jadi ini rumah makan dengan area terluas di Indonesia, tante saya bahkan menyebutnya Bandara dan bukan restoran saking luasnya tempat itu. Dengan lokasi yang tepat di pinggir jalur Pantura dan selalu ramai dipadati bermacam merk bus-bus dan kendaraan pribadi di lapangan parkirnya, mampirlah beliau untuk mencicipi masakan andalan disana.

Ternyata tante saya jatuh cinta dengan rendang padang dan gulai ikan nilanya. Jadilah persinggahan wajib setiap melintasi jalur Pantura. Dari situlah kemudian mereka berkenalan. Antara pembeli dan penjual. Dipersatukan karena urusan perut, urusan makanan dan kuliner maksudnya hehe.. Biasa percakapan emak-emak dari penasaran tanya resep kuah rendang dan opor, berlanjut ke hal-hal yang lain, dan mereka menjadi sahabat.

Kembali ke acara Buka Puasa Bersama yang digagas RM Taman Selera dan PO Sinar Jaya ini memang sudah rutin diadakan tiap tahun. Tapi tahun ini rupanya meninggalkan kesan yang sangat mendalam buat tante saya, karena yang mengundangnya untuk hadir adalah suami dari sahabatnya, yang baru berpulang dua bulan yang lalu. Dalam acara itu pun semuanya dengan khusyuk mengirimkan doa Al-Fatihah untuk almarhumah. Melihat 200 anak yatim, dan puluhan jamaah yang hadir mendoakan sahabatnya lalu mereka menyantap menu masakan yang sama untuk berbuka puasa, tante saya tersentuh dan terharu. Bahasa Jermannya ‘mbrebes milih.

Beberapa anak yatim maju memperkenalkan diri dan menerima hadiah. — (Dok. Pribadi)

Beliau bercerita anak-anak itu lalu menyalami dan mencium tangannya juga, ikut mendoakan kebaikan, beberapa ibu-ibu yang tidak dikenalnya juga memeluk dan mencium pipinya. Mereka memandang tante saya sebagai tamu undangan, sahabat dekat dari almarhumah yang sama-sama berduka dan kehilangan karena melalui Bulan Ramadhan ini tanpa kehadiran sahabat yang dikasihinya.

Saya tersentak dengan ucapan terakhir tante saya selama chatting;
Seandainya semua orang di Indonesia bisa toleransi seperti ini ya.. Kalau diundang acara agama lain, ya hadir, gak usah mikir macem-macem atau bingung nanti doanya gimana. Ya berdoa sih masing-masing aja sesuai keyakinan kita, cukup dalam hati. Dan yang muslim pun gak usah ragu mengundang non-muslim untuk ikut berbagi kebahagiaan selama bulan ramadhan, malah kalau bisa seterusnya juga. Kan lumayan, bisa makan gratis wkakaka… (Peace ^^v )

#Salam Toleransi
#Saya Indonesia, Saya Pancasila
#Bhinneka Tunggal Ika

 

Oleh Retha Putri hanya untuk pembaca seword

Share.

About Author

~ Live. Love. Laugh ~ Ps: Saran, pesan, kritik, protes, masukan ataupun makian boleh dialamatkan ke Email: retha.seword@gmail.com

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage