Jawa Barat yang (Katanya) Intoleran Itu, Malah Paham Nawacita-nya Jokowi JK

Jawa Barat yang (Katanya) Intoleran Itu, Malah Paham Nawacita-nya Jokowi JK

0

Kapan hari, aku mendengar isu yang (tidak terlalu) semerbak. Terutama ketika maraknya aksi-aksi bela mengatasnamakan agama, yang berlangsung di Jakarta. Namun banyak selentingan beredar, bahwa massa yang hadir dalam aksi tersebut, bukanlah murni warga asli ibukota. Melainkan diimpor dari daerah tetangga yang menempel dengan Jakarta: Jawa Barat.

Apa yang terbersit di benakku mengenai provinsi Jawa Barat…? Hhmm…, kalau dari sudut pandang politik, provinsi ini dipimpin oleh duet Ahmad Heryawan dan Deddy ‘nagabonar’ Mizwar. Dua tokoh yang merupakan representasi dari PKS, partai politik yang mengusungnya. Karena itulah, maklum jika provinsi ini tidak menjadi lumbung suara bagi pasangan Jokowi dan JK, dalam perhelatan pilpres pada 2014 kemarin.

Tidak cuma mengenai pemimpin daerahnya. Satu fakta bahwa banyak warga Jawa Barat yang terlibat dalam aksi bela-belaan yang terjadi belakangan di ibukota, membuat tanganku gatal untuk mencari-cari informasi terkait isu bahwa Jabar adalah provinsi paling intoleran di negeri ini.

Akhirnya aku menemukan tulisan dari Denny Siregar, di laman ini. Tulisan Denny Siregar ini cukup singkat, tidak terlalu panjang. Berisi tentang pikirannya yang terusik dengan berbagai berita intoleransi yang marak tersiar. Dia kemudian mencari info tentang daerah mana yang paling toleran di dalam negeri. Denny pun menemukan info tersebut, yang sepaket dengan informasi mengenai daerah mana saja yang paling intoleran di Indonesia.

Mau tahu daerah mana saja itu…? Hueehh…, berdasar laporan dari Setara Institute pada 2015, dari 10 daerah paling intoleran di Indonesia, 6 diantaranya berada di provinsi Jawa Barat! Mereka adalah: Bogor, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Bekasi, dan Bandung. Sementara parameter yang digunakan oleh Setara Institute dalam menentukan daftar daerah paling toleran dan intoleran, adalah berdasarkan kehidupan beragama dari masyarakat, dan kebebasan dalam melakukan peribadahan.

Informasi diatas menurut sudut pandang dari seorang Denny Siregar. Akan terasa tidak afdol, bila tidak mencari sumber informasi lainnya, terkait predikat Jawa Barat sebagai provinsi paling intoleran. Berikut aku mengambil sumber lainnya, yang berasal dari situs berita asli Jawa Barat, Pikiran Rakyat. Menurut laman pikirat-rakyat.com ini, Sepanjang tahun 2016, sebanyak 97 pengaduan terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan masuk ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat mendapat peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah aduan terbanyak yakni 21 pengaduan. Pada 2015, Jawa Barat juga berada di posisi sama dengan 20 aduan.

Dari serba-serbi ini, membuat Jawa Barat mendapat stigma buruk dari warga provinsi lainnya. Padahal, masyarakat Sunda yang mayoritas menjadi penghuni Jabar, dikenal sebagai masyarakat yang santun dan agamis. Yah, semoga warga Priangan bisa berbenah dari cap paling intoleran ini.

 

Kevin Liliana, Representasi Lain dari Jawa Barat

Tak perlu berlarut-larut dengan isu Jawa Barat sebagai daerah paling intoleran. Tengoklah sesuatu yang lain, yang dihadirkan oleh provinsi berpanorama indah ini. Perwakilan Jawa Barat di ajang Puteri Indonesia 2017, Kevin Liliana, masih saja mengusik benakku. Tidak hanya terkait kontroversi soal pemenang Puteri Indonesia yang sudah aku jabarkan disini. Tetapi lihatlah, gadis menawan yang memakai selempang Jawa Barat di kontes bergengsi tersebut.

Kevin Liliana. Source: instagram/kevinlln

Seperti lagunya Afgan, kecantikan dara manis asal Bandung ini, telah mengalihkan duniaku. Tak hanya kecantikannya semata. Penampilan Kevin di malam penganugerahan Puteri Indonesia Jumat lalu, masih amat membekas di pikiranku. Saking terkesannya, aku sampai perlu untuk mengabadikannya lewat tulisan ini.

Dari awal, aku memang salah satu yang mengagumi dan menjagokan Kevin bakal bersinar di ajang Puteri Indonesia 2017. Ketika namanya disebut sebagai salah satu dari finalis 11 besar, hatiku langsung berbunga-bunga. Mataku sontak melongo. Menikmati salah satu karya Tuhan, melalui makhluk bernama Kevin Liliana ini. Abaikan kalimat barusan jika terasa hiperbola.

Kekagumanku tidak berhenti sampai disitu. Kevin tidak sekadar memancarkan cahaya kecantikan wanita Indonesia. Ketika berada di posisi 11 besar dan kemudian di 6 besar, bagiku Kevin sanggup memberikan jawaban yang mumpuni. Mumpuni sekaligus berkesan. Terutama saat sesi 6 besar. Dimana Kevin mendapat pertanyaan mengenai apa itu Nawacita, dari juri yang tidak main-main: Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Begini jawaban dari Kevin, dan silakan melihat videonya yang asli di bawah.

Baik…, nawacita adalah sembilan agenda prioritas, yang dicanangkan oleh Pak Jokowi dan Bapak Jusuf Kalla. Untuk menciptakan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang kebudayaan, dan juga mandiri di bidang ekonomi. Nilai-nilai nawacita tersebut diantaranya adalah, membangun dari desa dan daerah-daerah, mengkokohkan Bhinneka Tunggal Ika, dan yang terakhir, yang saya ketahui adalah, memperkuat karakter bangsa. Terima kasih.

Tidak ada ungkapan lain yang terbersit, melainkan hanya perfect…! Tatkala melihat dan mendengarkan jawaban brilian dari Kevin ini. Pertanyaan tentang konsep nawacita tersebut, menunjukkan betapa berkelasnya kontes Puteri Indonesia ini. Bahwa ajang ratu kecantikan, tak melulu diadakan untuk semata kegiatan promosi dari perusahaan kosmetika yang ada dibelakangnya (Mustika Ratu). Melainkan juga turut mencari sosok-sosok perempuan istimewa, yang sanggup menjadi panutan dan inspirasi bagi segenap masyarakat lainnya.

Seusai mendengarkan jawaban dari Kevin Liliana terkait nawacita, aku sempat merenung. Dan dari renunganku itulah, kiranya aku ingin menuliskannya dalam kesempatan kali ini. Barangkali masih banyak diantara kita, yang tidak terlalu memahami apa itu nawacita. Paling banter, cuma tahu sekilas. Kalau nawacita adalah visi misi yang didengungkan oleh duet Jokowi dan Jusuf Kalla, dalam pemilihan presiden pada 2014 lalu.

Padahal, setelah Jokowi JK terpilih menjadi presiden dan wakil presiden untuk periode 2014-2019, konsep nawacita tersebut menjadi landasan bagi keduanya dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Indonesia. Satu hal yang wajib kita ketahui dan pahami bersama, sebagai warganegara.

Dari laman Kompas.com ini, nawacita adalah 9 agenda prioritas yang dirancang oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla, jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada pilpres 2014. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Sementara menurut laman Wikipedia ini, nawacita adalah istilah umum yang diserap dari bahasa Sansekerta. Nawa berarti sembilan, dan cita berarti harapan, agenda, keinginan. Dalam konsep nawacita yang diajukan oleh Jokowi-JK, dipaparkan 9 agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti. Trisakti itu terdiri dari: berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Kevin Liliana dalam event Earth Hour Bandung. Source: instagram/kevinlln

Waooww…, it’s a pleasure. Kala melihat Kevin dengan jawaban dan keanggunan yang ditunjukkannya dalam malam final Puteri Indonesia barusan. Ya, dari sosok Kevin Liliana inilah, aku mendapat dua insight. Yang pertama, stigma negatif yang diterima Jawa Barat sebagai daerah paling intoleran, tidak bisa menjadi dasar untuk menggeneralisasi semua warga masyarakatnya.

Lalu yang kedua, sebagai warganegara, aku jadi tersentil. Selama ini aku masa bodoh dengan ide nawacita yang diusung oleh Pak Jokowi dan Pak JK. Namun karena jawaban dari Kevin di Puteri Indonesia inilah, aku jadi sedikit memberikan perhatian. Perhatian atas konsep nawacita, yang menjadi dasar dalam setiap kebijakan yang diambil Jokowi-JK.

Kevin Liliana, Puteri Indonesia Lingkungan 2017. Source: instagram/kevinlln

Sampurasun…, neng geulis Kevin Liliana <3

 

Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage